KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Semuanya adalah DIA (1): Tidak Ada yang Namanya  Ayah, Ibu dan Anak Kita

 
SERBA SERBI

Semuanya adalah DIA (1): Tidak Ada yang Namanya Ayah, Ibu dan Anak Kita
Oleh : Tonny Djayalaksana | 22-Des-2019, 02:34:32 WIB

KabarIndonesia - Pada umumnya manusia yang ada di bumi ini mengetahui, bahwa ia lahir ke bumi ini sendirian dan waktu kembali nantipun sendirian juga. Hadir di bumi tidak membawa apa-apa, demikian juga nanti kembali ke tempat asal tidak membawa apa-apa pula. Sebab, sejatinya semua yang ada di Alam Semesta ini semuanya milik DIA=Tuhan/Allah=Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas.

Pertanyaanya, berapa banyak manusia yang menyadari perihal demikian itu? Karena mengetahui saja belum tentu menyadari bukan?   Sebagai manusia, sudah sejak awal kita ditanamkan pemahaman bahwa lahir ke bumi ini dikarenakan oleh peranan kedua orang tua kita, yaitu Ayah dan Ibu. Karena itu, yang selama ini tertanam dalam benak kita, kedua orang tua kita adalah Ayah kita dan Ibu kita.   Demikian juga kedua orang tua kita sendiri, mereka selalu mengatakan bahwa kita adalah anak-anak mereka berdua.   

Memang, sebetulnya tidak ada yang salah dengan memiliki pemahaman yang demikian tersebut. Cuma menurut saya, belum tepat, kalaulah kita mau konsisten dengan pemahaman serta kesadaran kita, bahwa sejatinya di Alam Semesta ini tidak ada satu pun milik kita (manusia). 

Semuanya adalah milik DIA=Tuhan/Allah=Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas semata. Karena itu, seharusnya kita (manusia) juga menyadari, bahwa sesungguhnya tidak ada yang namanya Ayah, Ibu serta anak kita bukan? Bukankah kita (manusia) semua ini adalah anak kehidupan yang hadir di bumi ini dengan tujuannya masing-masing?    

Berikut ini ada kata-kata bijak dari seorang penyair pada masanya, Kahlil Gibran, yang menurut saya sangat relevan dengan pemahaman saya di atas:     

Anakmu Bukanlah Milikmu  
Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dekapan dadanya berkata, bicaralah pada kami perihal Anak.​ Dan dia berkata:​ Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.​ Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri​. Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu. Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu​.
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu​, karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri​. Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka,  karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi​. Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu, karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu.​ Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan​. Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.  Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan​, sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Hingga saat ini, kebanyakan orang tua, khususnya seorang Ibu, masih belum menyadari bahwa sesungguhnya "anak-anak" kita itu mempunyai privasi kehidupannya masing-masing. Hal itu tentunya tidak harus sama dengan kehendak kita sebagai orang tua yang menjadi perantara "mereka-mereka" lahir di muka bumi ini. Bahkan sekalipun "anak-anak" kita sudah punya rumah tangga sendiri. Tidak sedikit orang tua, khususnya seorang Ibu yang ikut campur dalam kehidupan si "anak" tersebut.    

Bahkan tidak jarang mereka (para Ibu) mengeksploitir dalil, bahwa Surga ada di telapak kaki Ibu, serta keterangan sebuah hadits nabi, yang ketika beliau ditanya oleh sahabatnya, siapa di dunia ini yang harus paling dihormati? Beliau berkata: Ibumu, Ibumu, Ibumu... Setelah itu baru Bapakmu. 

Dengan adanya dalil dan nasehat dari nabi tersebut, jadi si anak yang dilahirkan dari seorang Ibu seolah-olah sampai akhir hayatnya nanti, selagi Ibunya masih ada di muka bumi ini, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga serta merawat ibunya hingga akhir hayatnya. 

Menurut saya perihal demikian itu sesungguhnya baik-baik saja. Tidak ada yang salah sepanjang si anak itu mempunyai persyaratan untuk merawat  dan membuat orang tuanya selalu bahagia. Namun sebaliknya, bagaimana jika si anak yang dilahirkan ke muka bumi ini di sebuah keluarga yang semuanya serba kekurangan? Baik itu secara fisik maupun secara ekonomi. 

Jangankan untuk berbagi dengan orang tuanya, untuk dirinya bisa bertahan hidup saja sudah sangat sulit. Apakah kejadian seperti ini tidak ikut memprihatinkan kedua orang tua si anak tadi? Bukankah kehadiran seorang anak ke muka bumi ini juga bukan merupakan kehendak dia (si anak tadi)? Bahkan kalau kita mau jujur, bukankah kelahiran seorang anak ke muka bumi ini yang paling bahagia adalah kedua orang tuanya? (bersambung) 

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
SATU DETIK SETELAH KEMATIAN 26 Mei 2020 08:28 WIB

BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia