KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998

 
SERBA SERBI

Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998
Oleh : Bang Rachmad | 22-Mei-2019, 14:14:46 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, Selasa 21 Mei 2019 peristiwa Reformasi sudah memasuki kurun waktu 21 tahun.

Kota Jakarta di bulan Mei 1998 memang sangat mencekam sekali, terjadi demontrasi dimana-mana, kerusuhan massal, pembakaran sejumlah tempat, penjarahan pusat perbelanjaan. Sekeliling kota Jakarta terlihat asap yang menjulang tinggi dan diakhiri dengan pendudukan gedung DPR/MPR RI oleh para mahasiswa. Krisis moneter yang menimpa bangsa Indonesia sejak tahun 1997-1998 mengakibatkan presiden Soeharto yang memerintah selama 32 tahun harus mundur.

Sesuai pasal 8 UUD 1945, secara otomatis wakil presiden Prof.Dr.Ing. BJ.Habibie, dilantik secara resmi menjadi Presiden Indonesia ke-3. Beliau dikenal juga dengan Presiden Reformasi Indonesia.

Di Credentials Room pada Kamis, 21 Mei 1998, Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, antara lain:

"Saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998.

Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998--2003.

Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945.

Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VII demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara Wakil Presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI."

Ada peristiwa unik dan langka yang telah terjadi selama 21 tahun yang lalu tetapi belum pernah ditulis yaitu, Mimpi yang terbukti, sebagai berikut:

Jakarta, Kamis, 21 Mei 1998, saat pagi hari setelah subuh saya duduk santai di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Sekitar jam 08:00 WIB, seorang teman di tempat kos mengajak saya keluar rumah. "Ayo bang kita jalan cari kerja, mana tahu ada lowongan," ujar seorang teman.

Berhubung kaki saya lagi kram karena beberapa hari belakangan ini banyak jalan kaki maka saya putuskan tidak keluar rumah. Saya kemudian tidur lagi antara jam 08:30-10:00 WIB.

Saya bermimpi, Presiden Soeharto lagi memimpin Shalat, di belakang beliau ada beberapa orang yang ikut shalat secara berjamaah. Kemudian jamaah mulai ribut, apa karena Presiden keluar angin. Presiden Soeharto terlihat bingung dan melihat kebelakang.
"Shalatnya tidak sah, mundur-mundur, teriak jamaah," terlihat para jamaah yang sedang shalat mulai bubar. Saya kaget ada apa ini?

Ternyata mimpi saya selama 21 tahun ini yang paling benar dan tepat waktunya.
Presiden Soeharto mundur, saya mimpi Presiden Soeharto disuruh mundur.

Seorang teman tiba-tiba masuk rumah saya dan teriak, "Soeharto Munduuur..."
Saya tanya ,"Kamu bicara apa, Soeharto mundur apa benar,"
Teman saya menjawab,"Benar Presiden Soeharto sudah mundur, cepat lihat televisi di rumah depan."
Teman-teman yang lain sedang berkumpul melihat televisi, kira-kira 5 menit kemudian breaking news, "Presiden Soeharto ternyata benar Mundur."

Saya kaget,"Masya Allah, mengapa bisa terjadi seperti ini, baru saja saya mimpi Soeharto mundur, ternyata benar-benar terjadi."(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia