KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalMantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Pada Usia 91 Tahun oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Feb-2020, 15:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, tutup usia pada Selasa, 25 Februari 2020. Politikus 91 tahun itu meninggal di rumah sakit El Galaa Kairo. Dia menghembuskan napas terakhir usai perawatan intensif pascaoperasi.

Sebagaimana dikutip BBC, informasi meninggalnya Hosni
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Memahami Tradisi Makanan di Tahun Baru Imlek
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 23-Jan-2020, 05:33:52 WIB

KabarIndonesia -  Dalam setiap perhelatan besar seperti  Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Hari Raya Idul Fitri, menjadi tradisi bagi orang-orang yang merayakannya untuk membuat penganan-makanan yang spesifik.  Demikian juga buat orang Tionghoa ketika merayakan Tahun Baru Imlek, atau disaat Cap Go Meh.

Dalam catatan sejarah kuliner, makanan yang berkaitan erat dengan hari raya Tahun Baru Imlek adalah kue keranjang (nian gao).  Kata "kue" atau gao memberikan makna yang sama dengan kata dan arti "tinggi", sedangkan kata nian berarti "tahun", jadi secara simbolis diharapkan jabatan maupun kemakmuran semakin tahun dapat naik semakin tinggi. Oleh sebab itulah juga di Kelenteng banyak kueh keranjang yang dijadikan sesajen disusun secara bertingkat.

Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang yang dijadikan sesaji sembahyang ini, biasanya dipertahankan tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15).

Di malam Tahun Baru Imlek orang-orang biasanya bersantap di rumah atau di restoran.
Setelah selesai makan malam mereka bergadang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rejeki bisa masuk ke rumah dengan leluasa.

Disamping itu berdasarkan mitos atau dongeng Dewa yang paling bisa mengetahui keadaan kita di rumah adalah Dewa Dapur "Zao Wang Ye" (Ciao Ong Ya = Hokkian) sebab segala macam gosip banyak disebar-luaskan pada saat sedang kongkouw di dapur.

Dari makanan yang disajikan kita bisa mengetahui keadaan keluarga tersebut, apakah mereka keluarga mampu ataukah miskin. Setahun sekali sang Dewa Dapur ini pulang mudik cuti untuk sekalian laporan ke Sorga. Sang Dewa Dapur ini terkesan reseh dan bawel, maka dari itu untuk menghindar agar ia tidak memberikan laporan yang ngawur.

Oleh sebab itu sebaiknya mulutnya disumpal terlebih dahulu dengan "kue keranjang" agar mulutnya jadi lengket dan akhirnya tidak bisa banyak bicara dan kalau bisa bicara sekalipun pasti hanya hal yang manis-manis saja.

Terkait dengan itu juga,  diatas altar dari Dewa Dapur sering diletakkan kertas yang bertuliskan: "Dewa yang mulia, ceritakanlah hanya kebaikan kami saja di langit dan bawalah berkat kembali apabila anda turun dari langit".

Makanan lainnya yang sering disajikan menjelang Tahun Baru Imlek adalah ikan bandeng, sebab ikan ini melambangkan rejeki. Dalam logat Mandarin, kata "ikan" sama bunyinya dengan kata "yu" yang berarti rejeki.

Selain ikan bandeng yang juga kudu disuguhkan adalah jeruk kuning yang lazim disebut sebagai "jeruk emas" (jin ju). Kalau bisa dicarikan jeruk yang ada daunnya sebab itu melambangkan kekayaannya akan bertumbuh terus. Kata "jeruk" dalam bahasa Tionghoa bunyinya hampir sama dengan "Da Ji", sedangkan arti kata dari "Da Ji" itu sendiri berarti besar rejeki.

Sedangkan untuk buah "apel" (pin guo) mempunyai arti "ping ping an an" sama artinya dengan " Da li" yang berarti besar kesehatannya dan keselamatannya dan untuk buah pear melambangkan kebahagiaan yang artinya " Sun Sun li li".

Oleh sebab itu ketiga macam buah ini selalu menghiasi meja sembahyangan yang mengartikan " Da Ji Da Li Sun sun li li" = "Besar rejeki, besar kesehatan dan keselamatannya, dan besar pula kebahagiaannya"

Begitu juga dalam memberikan entah itu uang ataupun barang maupun buah-buah sebaiknya dalam kelipatan dua, jadi angka genap begitu.

Maklum terdapat sebuah pepatah Tionghoa terkenal yang berbunyi "Hao Shi Cheng Shuang", yang secara harafiah dapat diartikan "semua yang baik harus datang secara berpasangan". (Penulis: Mang Ucup).

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 
 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia