KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HiburanAmazing Art World Hadir Ramaikan Wisata Gambar Tipuan Mata di Indonesia oleh : Stanley Teguh
09-Jan-2017, 05:38 WIB


 
 
Amazing Art World Hadir Ramaikan Wisata Gambar Tipuan Mata di Indonesia
KabarIndonesia - Bandung, Saat ini tidak hanya K-Pop yang menjadi trend hiburan di dunia dan di Indonesia, namun para seniman Korea di era digital ini mulai memunculkan seni lukis modern yang cenderung akan membuat demam baru di
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Yang Maha Mendengar 17 Jan 2017 15:26 WIB

Senyuman Sedu Dibalik Hujan 16 Jan 2017 19:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Lomba Tulis: Cerita Mengalahkan Gadget

 
SERBA SERBI

Lomba Tulis: Cerita Mengalahkan Gadget
Oleh : Aziz Ahmad Ramli Panjaitan | 01-Des-2016, 11:59:53 WIB

KabarIndonesia - Menangis ketika tidak diberi handphone sudah jadi kebiasaan "Marwa" si gadis kecilku.  Games Talking Tom Cat 2 keluaran Outfit7 menjadi penyebabnya. Ia pun asyik memainkan jemari kecilnya untuk pencat pencet sana sini di layar sentuh android mamaknya.

       "Mak Eong," kata Marwa yang baru berusia 2,2 tahun itu dengan bangga menunjukkan keahliannya mamainkan games tersebut. Namun beberapa menit ke depannya, seisi rumah akan dibuat heboh, sebab datang adiknya "Raja" yang masih merangkak untuk ikut bermain games bersama. Tapi "Marwa" selalu menepis tangan adiknya ketika si adik tak hanya sekadar melihat dan justru ikut pencat pencet layar android itu. Saling teriak, sama-sama marah, dan akhirnya salah satunya ada yang menangis.   

       Pada situasi yang lain, saat adiknya tak ikut mengganggu, Marwa terlihat lebih asyik. Terlebih ketika suaranya yang berkelakar sendiri dengan android itu diulang kembali dari speaker android. Bagitulah Games Talking Tom Cat 2 yang bisa merekam suara kita. Suara yang didengar oleh Tom dalam games tersebut, akan diulang oleh Tom dengan suaranya sendiri yang lucu.        

       Membaca sumber aplikasi games ini, ternyata merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya, yaitu Talking Tom Cat  , yang cukup sukses. Talking Tom Cat merupakan bagian dari seri Talking Friends persembahan Outfit7. Selain Tom, ada juga Ben dan Angela yang tersedia dalam aplikasi terpisah.

       Di aplikasi ini, ceritanya adalah pengguna mempunyai kucing bernama Tom. Tom ini adalah kucing yang sama dengan aplikasi pertama, namun telah menjadi superstar dan kini hidup di apartemen. Layaknya memelihara seekor kucing, kita bisa bermain bersama Tom dengan berbagai cara. Kita bisa mengelus dia pelan-pelan dengan menyentuh layar sentuh ponsel kita secara perlahan, dan dia akan mendengkur seperti kucing sungguhan. Kalau kita mengelusnya terlalu cepat, dia akan merasa tertampar dan bahkan akan jatuh. Kalau kita menyentuhnya di bagian tertentu lainnya, dia akan marah dan berusaha mencakar. Meskipun terasa tidak ada gunanya, kelucuan ini cukup bisa mengobati kebosanan yang kita rasakan.        

       Bila Tom dalam games itu sudah mengulang suara, Marwa pun akan tertawa. Suara tawa Marwa lalu diulang pula oleh Tom, setelah itu keasyikan pun tak terbendung. Gadis kecilku pun akan terus mencari "kicauan" lain. Tapi keasyikan Marwa membuatku tersentak, sebab lama kelamaan ia seperti bermain dengan Tom sungguhan. Mengajak android itu berbicara dan kemudian tertawa.        

       Aku mulai melihat ketidak wajaran. Sejak itu kuputuskan untuk membuka seluruh tabir "Bahaya Gadget Bagi Anak". Berbagai sumber mulai kubaca, mulai dari perpustakaan hingga penelusuran di google. Hasilnya sungguh membuat bulu kuduknya bergidik, terlebih ketika membaca jika sang anak menjadi gadget holic alias kecanduan gadget. Pada salah satu satu studi kasus yang kubaca tentang bahaya gadget bagi anak, ketika si anak dihadapkan dengan dunia nyata, ia tak mampu beradaptasi lagi, psikomotorik menjadi lemah, dan kesehatannya terganggu akibat resiko radiasi elektro magnetik.        

       Setelah memahami semua sumber-sumber yang kudapatkan, dalam hati aku berjanji, "Tak Ingin Kalah Dengan Gadget". Aku pun mulai mengurangi aktivitas anakku bermain games di handphone android. Berbagai cara kulakukan agar Marwa tidak marah. Terkadang ketika kondisi HP yang biasa dipakai Marwa bermain games low battery, aku sengaja tidak menchargernya, bahkan untuk waktu yang lama.        

       Marwa mulai kuperkenalkan dengan pola permainan yang lain. Seperti bermain boneka, dan membolak balik "Buku Cerita Bergambar". Upaya ini pun membuahkan hasil. Anak perempuanku yang mungil itu mulai menyukai buku cerita bergambar. Pada kesempatan lainnya, aku pun mulai mendongeng dengan mengambil kisah dari buku cerita bergambar tersebut, Marwa dan Adiknya pun terlihat senang, meski terkadang datang masa bosannya dan harus mencari aktivitas bermain yang lain, asal jangan dengan gadget!        

       Tidak hanya kisah Marwa, penomena lainnya sering mengusik pikiranku ketika pemadaman listrik bergilir sedang berlangsung di kotaku. Maka, biasanya warga di lingkunganku lebih suka duduk di serambi rumahnya masing-masing.

       Sekilas ketika kita melihat tetangga meliputi ayah, ibu dan anak-anaknya ngumpul di serambi rumah mereka saat listrik padam, hal ini merupakan budaya yang biasa-biasa saja. Tapi pernahkah kita benar-benar melihat apa yang dilakukan masing-masing ayah, ibu dan anak-anaknya tersebut ?

       Katakanlah, ini keluarga Pak Budi. Mereka asyik duduk di tempat duduknya masing-masing sambil memegang HP Android. Sesekali terdengar anak Pak Budi yang paling kecil tertawa kecil, dan ternyata ia sedang bermain games yang lucu. Sementara di sampingnya sang ibu terlihat tersenyum-senyum sendiri, dan ternyata ia sedang menikmati media sosial facebook. Demikian pula Pak Budi, ia asyik BBM-an dengan temannya. Begitu seterusnya dengan anak-anaknya yang lain, semua sibuk dengan gadget masing-masing.        

       Dalam hati, saya kembali berguman, "tak seperti yang dulu". Dahulu, duduk bareng di serambi rumah itu digunakan sebagai ajang silaturrakhim internal keluarga setelah seharian sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ayah akan bertanya dengan anaknya, bagaimana pelajaranmu tadi di sekolah. Semua saling bercengkrama dengan akrabnya, dan ini sangat berguna untuk memperkuat pondasi keharmonisan keluarga.        

       Tapi setelah ada gadget, semua menjadi sombong dan sibuk dengan urusan gadget masing-masing. Padahal keluarga Pak Budi itu duduk berdekatan dalam satu serambi di rumahnya, namun sayang pikiran mereka berjauhan. Sekali lagi, gedget telah merusak silaturrakhim yang harusnya terbangun di keluarga Pak Budi dalam ceritaku ini.            

       Diilhami dari kisah Marwa dan cerita Pak Budi, magnet untuk menulis cerita anak dalam rangka "Tak Ingin Kalah Dengan Gadget" mulai mengusik pikiranku. Namun kesibukanku bekerja di perusahaan swasta, membuatku kurang fokus menulis dan kembali menulis. Sampai akhirnya aku membaca pengumuman di KabarIndonesia.Com tentang Lomba Tulis HOKI 2016 dalam rangka HUT HOKI yang ke 10, mengangkat tema "Aku Ingin Menjadi Penulis Cerita Anak-Anak".        

       Kiranya dengan ikut pada Lomba Tulis HOKI 2016 ini, keinginanku untuk terus belajar menulis dan menulis semakin bertambah, terutama menulis cerita anak-anak. Aku bercita-cita, kiranya diriku mampu membuat tulisan cerita anak-anak yang magnet tulisannya bisa mengalahkan gadget, sebab aku tak ingin kalah dengan gadget. Bahkan, aku ingin setelah anak-anak dan para orangtuanya membaca tulisanku kelak, mereka juga ikut terinspirasi untuk tak ingin kalah dengan gadget, sehingga terbitlah cerita yang mengalahkan gadget...(*)

Foto: Ilustrasi


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini. Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
  
  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah Acantha Manapa
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Jakarta Butuh Pemimpin Baru! 11 Jan 2017 11:35 WIB

 

 

 

 

 

 

 
 

 
 
 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia