KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

LOMBA TULIS : MENGHIDUPKAN KEMBALI DUNIA ANAK
Oleh : Ade Sudaryat | 10-Des-2016, 03:41:00 WIB

MENGHIDUPKAN KEMBALI DUNIA ANAK
Oleh Ade Sudaryat

SEBENARNYA pada saat ini hampir sudah tidak ada lagi dunia anak-anak, yang tersisa hanyalah dunia yang dipaksakan untuk anak-anak. Mereka sudah kehilangan dunianya. Kehidupan, jiwa, dan dunianya dieksploitasi oleh lingkungan dan orang tua. Mulai dari bacaan, dongeng, lagu, dan permainan yang ada pada saat ini dipaksakan untuk anak-anak.

Pada saat ini kita kesulitan menemukan lagu-lagu yang sesuai dengan dunia anak. Mereka terpaksa melantunkan lagu-lagu berat yang tidak sesuai dengan dunianya. Selain itu, tak sedikit para orang tua yang mengeksploitasi kemampuan anak demi popularitas. Ajang pencarian bakat yang sering diselenggarakan stasiun televisi merupakan salah satu buktinya. Anak-anak dipaksa tampil melebihi batas kemampuan yang sebenarnya. Demikian pula dengan permainan. Sulit rasanya pada saat ini menemukan permainan yang dapat membantu tumbuh kembang anak baik secara sosial, edukasional, maupun psikologis. Permainan anak yang ada pada saat ini merupakan permainan yang lebih mengajarkan anak untuk hidup secara individual, pengekor, dan tidak kreatif. Permainan games contohnya. Anak hanya dipaksa untuk memainkan permainan yang sudah ditentukan oleh pembuatnya.

Dalam dunia bacaan pun tak jauh berbeda. Kini rasanya sulit untuk mendapatkan bacaan khususnya cerita atau dongeng yang sesuai dengan dunia anak. Cerita “Kancil dan Buaya”, “Bawang Putih dan Bawang Merah”, dan sejenisnya yang di dalamnya banyak mengajarkan nilai-nilai edukasi baik dari bahasa maupun pendidikan moral sulit untuk ditemukan. Selain faktor lingkungan di sekitar anak, jarangnya para penulis yang berminat menulis cerita seputar dunia anak menjadikan anak-anak semakin menjauhi dunianya. Kalaupun ada bacaan tentang cerita atau dongeng, terkadang di dalamnya tidak memberikan bacaan yang benar-benar “bergizi” bagi tumbuh kembang anak. Alur cerita yang diberikan mengandung unsur kekerasan atau bullying misalnya.

Penting untuk dicatat, sumber bacaan yang jelek, baik buku yang berupa teks maupun gambar yang dibaca seorang anak, akibatnya akan jauh lebih berbahaya bagi tumbuh kembang seorang anak daripada makanan beracun yang masuk ke dalam tubuh seorang anak. Jika seorang anak mengkonsumsi makanan yang mengandung racun misalnya, dalam jangka pendek racun tersebut akan segera dapat dinetralisir dengan meminum obat dari dokter atau secara alami akan segera keluar baik melalui buang air kecil, buang air besar, maupun melalui cucuran keringat. Kondisi tersebut akan sangat berbeda jika anak mengkonsumsi bacaan yang “beracun”, mengandung kekerasan, cabul, pelecehan, bullying, atau perilaku tidak mendidik lainnya. Bacaan atau lagu yang dikonsumsi anak tersebut akan tetap mengendap dalam jiwa dan otak anak. Kondisi seperti ini lambat laun pada saat-saat tertertu akan muncul kembali dalam benak anak, dan pada akhirnya akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama terhadap pembentukan karakternya.

Memperhatikan sudah langkanya bacaan cerita yang benar-benar sesuai dengan dunia anak, sangat perlu sekali bagi kita untuk kembali menghidupkan bacaan yang benar-benar ramah anak, terutama cerita atau dongeng yang sesuai dengan dunia anak. Para penulis, guru, dan orang tua wajib menyediakan bacaan “bergizi” yang sesuai dengan tumbuh kembang jiwa, otak, dan karakter anak.

Lewins seorang ahli psikologi sosial berpendapat, kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan kehidupan seseorang. Perlu dicatat, lingkungan kehidupan seseorang memberikan saham terbesar dalam perkembangan karakternya. Jika pendapat Lewins ini dihubungkan dengan tumbuh kembang psikologi anak, maka karakter dan kepribadian anak akan dipengaruhi oleh kebiasaan yang ditanamkan kepada anak dan lingkungan kehidupannya.

Kebiasaan membaca merupakan salah satu unsur dari lingkungan kehidupan seorang anak. Jika yang dibaca seorang anak berupa cerita yang baik, mendidik, dan sesuai dengan dunianya, kemungkinan besar akan melahirkan karakter anak yang baik. Demikian pula sebaliknya, jika yang dibacanya berupa cerita yang jelek, tidak mendidik, dan tidak sesuai dengan dunianya, kemungkinan besar akan melahirkan karakter anak yang jelek.
Seorang anak yang ada di sekitar kita pada saat ini merupakan generasi penerus kehidupan kita pada masa yang akan datang. Tumbuh kembang jiwa mereka, karakter baik dan buruknya berada dalam genggaman para orang tua, pendidik, dan masyarakat.

Para orang tua selayaknya merasa berdosa jika tidak memberikan bacaan dan cerita yang tidak “bergizi” kepada mereka. Secara moral kita semua memiliki kewajiban untuk menyediakan bacaan yang berupa cerita atau dongeng yang sesuai untuk anak, oleh karena itu sangat layak apabila kita belajar menulis cerita untuk anak. Para penulis atau pengarang yang sudah profesional harus menyisihkan sebagian karyanya dengan menulis cerita untuk anak yang benar-benar mendidik. Dengan cara seperti ini, saya yakin dunia anak-anak akan kembali hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan mereka. Semoga. ***






 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia