KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

LOMBA TULIS: Mengajari Dengan Senang Tanpa Menggurui

 
SERBA SERBI

LOMBA TULIS: Mengajari Dengan Senang Tanpa Menggurui
Oleh : Noorhani Dyani Laksmi | 08-Des-2016, 03:13:12 WIB

KabarIndonesia - Resolusi tahun 2017 kali ini adalah kembali pada ketertarikan menulis anak yang sempat banyak tertunda karena di tahun 2016 rasa penasaran bisa menerbitkan tulisan novel-novel remaja dan dewasa. Juga penasaran menulis novel non fiksi jadi aktivitas menulis anak yang sebenarnya menjadi karir awal genre saya terjun di dunia menulis tahun ini tidak terlalu produktif di genre ini.

Dan tahun ini 27 buku yang saya hasilkan 1 novel teenlit, 1 novel romance, 1 novel fiksi, 1 novel romance duet dengan Ariny penulis Kau Begitu Sempurna, 1 buku kumpulan dongeng anak, mengerjakan 2 buku non fiksi tunggal client tentang Buku Pintar Pengurusan Jenasah penulis Suhartini Ashari,S.TH.I.,M.Kom.I. dan buku Basic English penulis Ahmad Juma Khatib,S.S,M.Si, dan 21 buku antologi .

Tahun 2016 ini saya evaluasi untuk menulis anak ternyata hanya 1 buku dongeng yang saya terbitkan dan ada beberapa naskah masih berjuang di meja redaksi media beberapa majalah anak-anak, hanya saja sampai akhir tahun ini sepertinya belum ada khabar baiknya.

Baiklah penghujung tahun 2106 dan akan memasuki tahun 2017 saya rindu ingin kembali meramaikan penulisan anak-anak lagi karena memang anak-anak adalah sosok yang membuat saya menikmati hidup lebih indah.

Kehadiran dua puteri saya menyempurnakan nikmat yang Allah telah limpahakan dalam kehidupan saya. Sejak kehadiran Icha puteri pertama, saya yang dari kelas 3 Sekolah Dasar menyukai hobi menulis cerita anak menjelang anak-anak tidur berusaha untuk membacakan buku-buku cerita anak, dongeng, fabel.

Sampai sekarang kakak Icha yang sudah kelas 3 Sekolah Dasar dan adiknya Fayre kelas 1 Sekolah Dasar setiap jelang tidur maunya didongengin dulu karena memang sudah menjadi kebiasaan sejak mereka balita. Tapi karena mereka sekarang sudah bisa membaca kita bergantian membaca cerita yang menemani jelang tidur.

Sungguh ada kepuasaan tersendiri saat bisa membacakan atau mendongengkan tulisan yang saya buat sendiri, sepertinya mereka lebih menghayati dan terimajinasi dengan cerita hasil karya ibunya dibandingkan jika saya hanya membacakan karya orang lain.

Ada kebahagiaan mengalir di dalam hati, itu hanya bercerita untuk dua puteri saya saja coba bayangkan bila ternyata banyak yang menyukai cerita-ceita menulis anak kita yang berbobot dengan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan? Rasanya tak akan ada habisnya kita mentransformasi pada pikiran anak-anak yang masih bersih dan muat banyak pengetahuan baru diisi dengan mengajari nilai-nilai kehidupan dengan cerita, dongeng dengan cara senang dan tanpa menggurui.

Membuat tulisan anak dan menceritakan secara tidak sadar memberitahu nilai-nilai kebaikan yang ada dalam cerita saat mereka membacanya. Tulian yang kita buat dengan didongengkan atau mereka membaca sendiri akan terserap dalam pikiran mereka.

Saya mencoba kembali ke masa lalu saat saya kecil alangkah senangnya setiap mendapat majalah baru anak-anak, apa yang saya baca seolah saya merasakan sendiri dan tanpa sadar saya praktekan dalam kehidupan.

Kisah-kisah waktu saya kecil dan membekas dalam pikiran adalah seperti serial Si Tini, Deni Manusia Ikan, Grim, HC Andersen disana banyak mengajarkan kasih sayang, cinta teman, persahabatan, kebaikan hati dan itu secara tak langsung menjadi tertanam dalam pikiran saya bahwa Tuhan menyukai hal-hal kebaikan dan setiap kejahatan akan selalu ada akibatnya.

Cerita anak itu sangat efektif untuk membentuk karakter-karakter kebaikan pada anak-anak. Sebagai penulis bisa menulis cerita buat anak dengan baik, cerita disukai anak-anak dan membuat anak-anak senang sekaligus tertanam budi pekerti di pikirannya tentu saja selain amalan yang baik ada banyak kepuasan bathin yang tidak dinilai dengan sekedar materi dalam hati penulis.

Nah untuk menghasilkan buku yang menarik buat anak-anak dan apa yang dibutuhkan anak-anak agar berminat membaca apa yang kita tulis bukanlah hal yang mudah.

Pertama yang pasti penulis anak dia adalah sosok yang menyukai dunia anak, banyak ingin tahu apa yang menjadi trend anak-anak sekarang agar diekspresikan dalam sebuah cerita, dongeng, fabel yang sebenarnya mengacu pada banyak permasalahan, pengajaran, budi pekerti dan pesan moral yang tersirat di dalamnya secara tidak terang-terangan.

Bila sudah memenuhi syarat meyukai dunia anak dan ingin tahu seluk beluk aktivitas anak pasti akan mudah menemukan ide-ide penulisan yang sedang dibutuhkan saat ini.

Seperti yang baru-baru saat ini mungkin secara tidak langsung adanya aksi 212 melihat banyak orang tua menceritakan topik aksi damai yang digelar di Monas juga anak-anak sekarang yang pastinya ikut mendengar secara tidak langsung berbagai polemikk bahkan mungkin sesekali melihat dari gadget orang tuanya jadi ikutan heboh dengan kerumunan orang-orang yang sangat ramai. Sehingga menimbulkan berbagai persepektif susdut pandangan anak-anak sendiri kalau berkumpul seperti apa yang dilhat dan didengar semata itu pasti hal yang baik, hal yang damai dan sesuatu yang harus dicontoh. Dalam kenyataan belum tentu hal yang bergerombol itu juga baik, seperti demo anarkis, protes-protes jalanan yang tidak jelas.

Mungkin kita bisa menjelaskan dengan cerita bahwa bergerombol asalakan mempunyai tujuan yang jelas seperti musyawarah, berdamai tidak ada kemarahan dan bersatu dalam bentuk fabel, cerita anak umum atau bahkan dongeng akan lebih mudah difahami daripada kita menjelaskan ini aksi damai membela sebuah golongan. Anak tidak akan mengerti.

Selain suka akan dunia anak yang kedua untuk menjadi penulis anak juga adanya dorongan dalam hati ini menanamkan hal-hal kebaikan untuk generasi penerus, dengan adanya kesukaan dan niat baik pasti akan mudah kita merangkai kata-kata untuk disampaikan pada anak-anak hal-hal positif kehidupan.

Ketiga adalah terus juga banyak membaca tulisan teman-teman penulis anak, bahkan kalau perlu saling mengenal agar bisa bertukar pikiran segala hal yang sepertinya sedang dibutuhkan oleh pasar, karena pasti penerbit pun banyak melakukan survey untuk mendapatkan naskah anak yang tengah diperlukan sehubungan dengan beragam perilaku anak-anak yang perlu dibimbing dengan dunia litearasi.

Kalau saya pribadi ingin mengikuti workshop penulisan anak, karena selama ini saya belajar otodidak dengan mengamati kedua puteri saya dengan teman-temannya, anak murid saya di sebuah Sekolah Dasar Silaturahim dan anak-anak di Sanggar Rumah Hijau yang saya kelola.

Setiap hari berkumpul dengan anak-anak saya jadi secara langsung bahkan tidak langsung selalu mengamati setiap perilaku anak-anak yang beragam, dari anak yang baik dan anak yang sangat bandel. Tapi itulah anak-anak sebenarnya! Anak-anak yang akan mencontoh apa yang dilihat, didengar, dibaca dalam kesehari-harian. Jadi berilah bacaan anak-anak yang baik yang bisa diterima dengan menyenangkan dan menarik.

Anak-anak bisa diandaikan mereka buku putih yang perlu coretan tangan yang indah dan tepat sehingga akan membantu pembentukan perilaku yang baik buat mereka. Jadi keempat yang dibutuhkan seorang penulis sesekali juga sepertinya workshop untuk lebih mengenal teknis penulisan anak agar kelihatan menarik setelah banyak melakukan survey dan pengamatan terhadap perilaku anak-anak di sekelilingnya.

Saya menyadari menulis anak sepertinya genre penulisan yang akan saya tekuni seterusnya walau genre novel romance, teenlit dan non fiksi masih juga menggoda untuk dikerjakan, tapi 2017 ini saya mempunyai resolusi akan menulis cerita anak lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.

Sebuah impian saya di tahun 2017 adalah bisa membuat PicBook, semoga dengan dimuatnya tulisan ini akan ada yang mengajak saya untuk berkolaborasi mewujudkan satu resolusi di tahun 2017 menulis Picture Book atau buku bergambar dan bisa menjadi bahan saat saya mendongeng untuk dua puteri saya menjelang tidur dan anak-anak didik saya di sekolahan SD Silaturahim, anak asuh di SD Sabilina dan Sanggar Hijau.

Dan sepertinya saya tetap ingin menjadi bagian di dunia penulis sebagai penulis anak-anak yang produktif yang bisa mengajari anak-anak dimanapun dengan literasi saya dengan senang tanpa menggurui.

Noorhani Dyani Laksmi_shadow teacher dan penulis.




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia