KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

KAPANKAH KATA "CUKUP" ITU BENAR-BENAR CUKUP?
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Jul-2020, 09:57:44 WIB

KabarIndonesia - Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus disebutkan "Berilah kami pada hari ini makanan kami yang se-CUKUP-nya !", namun tidak demikian halnya bagi yang namanya manusia dalam realita hidup.

CUKUP buat si Udin beda dengan CUKUP-nya dari si Ucup. Si Udin sudah merasa cukup kalau bisa makan NASI GOCENG (lima ribu), sedangkan si Ucup baru merasa CUKUP, kalau sudah makan NASI GOPEK-CENG (500.000) di Hotel Mulia. Padahal, kenyangnya sama, bahkan saat buang air besar; BAU TAIK nya pun sama yang beda hanya harga saja !

Key Question: HOW MUCH IS ENOUGH? Dan bagaimana cara mengukurnya?

Seharusnya disetiap diri orang itu ada REM-nya, sehingga dengan itu kita dapat mengetahui batasan waktu, kapan kita harus STOP (berhenti). REM tersebut adalah kata CUKUP (Every one has a limit - ENOUGH).

Hanya sayangnya di dalam diri si Ucup, REM tersebut sudah BLONG.Jadi tidak ada tanda STOP atau tanda "TITIK", karena ingin selalu LEBIH, LEBIH, LEBIH TERUS – MORE AND MORE tiada hentinya !

Tanda "TITIK" itu disebut "DOT" dalam bahasa Inggris, maka dari itu spesies tipe manusia rakus seperti mang Ucup itu disebut golongan manusia “GENERASI DOT.COM". Manusia Zaman Now sudah tidak dapat mengetahui tanda TITIK (DOT) nya lagi, bahkan tanda TITIK tersebut, telah diganti oleh COM atau “CULT OF MORE”

Kalau direnungkan, apabila hanya dari segi kebutuhan makan sehari-hari saya-kami, seharusnya sudah lebih dari cukup. Namun anehnya masih saja tetap terasa kurang; masih saja terasa belum ter-CUKUP-i, dimanakah letak BATASAN rasa cukup itu ?

Apakah baru bisa dinilai rasa CUKUP ini, apabila saya sudah memiliki harta kekayaan tujuh turunan seperti alm. Suharto? Walaupun kenyataannya apa yang bisa dibawa oleh beliau ke dalam liang lahat selainnya beberapa meter kain Kafan ? Ora Ono !

Semua harta yang kita kumpulkan di dunia ini sebenarnya suatu kesia-siaan saja. Namun sayangnya saya masih saja mau dikuasai, bahkan diperbudak oleh DUIT!. Tanyalah sama diri anda sendiri, apakah Anda beda dengan saya ?

Kita bekerja lebih dari 12 jam sehari, bahkan disamping pekerjaan sehari-hari kita masih mencoba untuk nyambi sana-sini mencari penghasilan tambahan.
Namun kalau ditanya disaat akhir bulan; apakah semua penghasilan tersebut telah bisa mencukupi semua kebutuhan anda ?

Pasti jawabannya TIDAK, masalahnya tagihan berbagai macam Kartu Kredit, uang sekolah anak, angsuran rumah, mobil belum iuran-iuran lainnya masih tetap saja belum bisa terpenuhi.

Tetapi kebalikannya kenapa si Pulan bisa CUKUP, walaupun hanya sekedar pegawai kecil yang penghasilannya belum juga mencapai Rp satu juta sebulan. Ia sdh bisa merasa bahagia, bahkan merasa cukup dan mensyukuri dengan penghasilannya. Sedang kita dengan penghasilan yang jauh lebih besar berkali lipat ganda; masih saja merasa tidak cukup !

Apakah definisi cukup si Pulan dengan saya beda ?. Apakah kebutuhan untuk makan saya jauh lebih dari banyak daripada si Pulan ?

Di Jkt, hanya sekedar untuk biaya makan PRIBADI cukup dgn UANG RP 20.000 sehari, Namun di sisi lain juga dgn mudah saya bisa menghabiskan UANG SEPULUH JUTA per hari, hanya sekedar untuk Makan/Minum tok!
Kalau kita minum Kopi di kaki lima Rp 5.000, di Starbuck Rp 50.000 sedangkan di Grand Hyatt Rp 250.000.

Lucunya Kopinya sama, yg beda hanya tempatnya saja dan jelas juga BEDA HARGA ! Begitu juga Anda bisa minum air mineral seharga yg Rp 5.000 sebotol atau Rp 50.000 sebotol merk Equil.

Tanya bisakah Anda membedakan rasa air mineral murah dan mahal?

Biaya hidup itu tidak mahal yang membuat jadi MAHAL adalah embel2nya
Biaya memenuhi PERUT TIDAK SEMAHAL seperti biaya untuk MEMENUHI RASA GENGSI (Narsis). Tanyalah sendiri biaya mana lebih mahal: ISI PERUT ataukah POLES MUKA?

Maka dari itu mulai hari ini saya ingin merubah cara pola hidup saya untuk belajar menghayati perkataan "CUKUP". Dimana kita merasa CUKUP = lebih, sehingga masih bisa bantu yang membutuhkannya. BUDAYA KORUPSI akan hilang dgn sendirinya dimana para pejabatnya sudah merasa CUKUP!

Tanya: Apakah Anda sudah merasa tercukupi?.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia