KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Dituding Lakukan Pembiaran Korban Tenggelam KM Sinar Bangun, Kapten KMP Sumut II Donni Silalahi Beri Penjelasan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 26-Jun-2018, 03:28:04 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Pasca tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Tigaras, Danau Toba, Senin (18/6/2018), menelan ratusan korban jiwa hilang dan hingga hari kedelapan belum ditemukan, para nitizen menumpahkan kekesalannya bahkan tidak sedikit yang menghujat dan menyumpah. Menurut informasi hujatan netizen ini dipicu video yang diunggah oleh seorang penumpang dan dikabarkan turut tenggelam.

Adalah Kapten KMP Sumut II, Donni Silalahi (41), yang dituding melakukan pembiaran bahkan saat kejadian meninggalkan para korban yang minta pertolongan. Merasa hujatan itu sepihak, akhirnya kapten kapal dan humas KMP Sumut I dan II Marhan Simbolon. Donni Silalahi pun menepis hujatan dan memberi penjelasan.

Kepada awak media yang setiap hari hadir memantau perkembangan, kapten Donni mengaku telah berupaya memberikan pertolongan bersama sejumlah anak buah kapal (ABK).

"Di tengah situasional itu, saya dan ABK sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pertolongan kepada para korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba," tutur Donni Silalahi, saat ditemui para awak media Senin (25/6/2018), di Pelabuhan Simanindo.

Donni merasa bahwa dibalik pertolongan yang mereka lakukan, justru dirinya mendapat hujatan di media sosial, yang menurutnya terlalu memojokkan bahkan mengguncang jiwanya.

Dia menjelaskan kronologis peristiwa, pada waktu itu KMP Sumut II sudah bergerak dari pelabuhan Simanindo menuju Tigaras pukul 16.50 WIB, setelah sebelumnnya memuat penumpang dan kenderaan roda empat. Kapal bergerak dengan posisi kecepatan stabil, namun angin dan ombak mulai dirasakan.

"Baru bergerak sekitar 5 menit dari dermaga Simanindo dengan kecepatan stabil, tiba-tiba saya dikejutkan dengan adanya informasi dari salah satu ABK yang memberitahukan kepada saya bahwa ada kapal yang terbalik dihantam ombak di tengah Danau Toba dengan rute yang sama menuju Tigaras," jelas Donni.

Untuk memastikan informasi itu, dia langsung memantau dengan bantuan teropong feri. Ternyata benar kelihatan ada kapal terbalik, dan langsung KMP Sumut II pun tancap gas menuju lokasi kapal (KM Sinar Bangun) tenggelam.

"Saya pun langsung bergerak cepat dan tancap gas dengan kecepatan penuh untuk mengejar sampai ke TKP. Jarak tempuh kira-kira 3 KM, dan kala itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari titik saya mengetahui kejadian," tutur Donni.

Donni Silalahi menambahkan, selain tancap gas, dia juga langsung memberikan informasi melalui radio kapal ferry kepada radio di darat (pelabuhan) di kedua pelabuhan, yaitu pelabuhan Simanindo dan pelabuhan Tigaras, dan meminta untuk segera mengerahkan KMP Sumut I yang sedang memuat penumpang dan kendaraan roda empat di Pelabuhan Simanindo.

"Selain KMP Sumut I, seluruh kapal kayu yang ada di Simanindo dan Tigaras juga diupayakan segera ke TKP untuk membantu korban. Akhirnya kendaraan yang sempat dinaikkan ke KMP Sumut I terpaksa dikeluarkan, untuk dapat segera memberikan pertolongan ke TKP," paparnya Donni.

Terkait hujatan warga net yang menyebutkan Nahkoda KMP Sumut II hanya melintas dan tidak melakukan pertolongan, Donni membantahnya.

"Saya bukan pada posisi melintas pada saat kejadian, tetapi saya justru mempercepat laju KMP Sumut II dari Simanindo setelah sempat berlayar 5 menit. Saya tancap gas menuju TKP supaya segera memberikan pertongan kepada korban, dan itulah niat saya kala itu," tegasnya.

Donni selanjutnya mengatakan bahwa setelah KMP Sumut II yang dikemudikannya tiba di TKP, ternyata kapal KM Sinar Bangun sudah tenggelam, diduga karena hantaman ombak, dan banyak penumpang yang berusaha berenang.

"Sebelum kami tiba di TKP, saya tidak lagi melihat kapal, saya hanya melihat para penumpang yang minta tolong ditengah hempasan ombak dan angin kencang, yang pada saat itu saya perkirakan ketinggian ombak mencapai dua hingga tiga meter," lanjut Donni.

Mengenai sekoci dan liferaft yang tidak diturunkan dari kapal ferry, yang juga menjadi alasan hujatan dari sejumlah netizen, Donni menjelaskan bahwa dia memperkirakan, upaya itu justru akan lebih lama.

"Yang ada dalam naluri saya adalah perhitungan waktu untuk menurunkan skoci akan lebih lama, butuh 3 hingga 4 orang untuk membuka, dan membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit agar skoci itu bisa sampai ke danau," terang Donni.

"Dalam benak saya, daripada menunggu lama menurunkan skoci dan liferaft bersama ABK, lebih baik mengutamakan percepatan pertolongan dengan mengeluarkan sekaligus membagikan life jaket kepada korban untuk pertolongan yang lebih cepat dan efektif." jelasnya.

"Karena pada situasi naas itu, cuaca pun sangat tidak mendukung, namun kami tetap berupaya secara maksimal. Di situasi itu juga, tiba-tiba ombak menghantam lambung ferry KMP Sumut II dan dihempas angin kencang membuat KMP Sumut II sempat oleng dan hampir tebalik. Kami tidak berhenti menolong para korban," ucap Donni.

Lebih jauh Donni menjelaskan, di tengah guncangan ombak yang besar dan upaya menolong para korban, sebagian besar penumpang KMP Sumut II panik serta menjerit-jerit, dan salah seorang penumpang berteriak menghampiri nahkoda ke ruang anjungan (ruang kemudi dan nahkoda) untuk memberitahukan anaknya sudah pingsan di bawah. “Apakah kami ikut bapak korbankan?," ucap Donni menirukan pertanyaan penumpang yang menghampirinya.

Menanggapi pertanyaan yang demikian, Donni menhadapi dilema yang sulit. "Namun saya masih sempat mempertahankan situasi feri untuk memberikan pertongan kepada korban. Akan tetapi jikalau kemudi tetap saya pertahankan di lokasi kejadian, dengan kondisi alam yang tidak mendukung, prediksi saya kemungkinan akan bernasib sama dengan Kapal Sinar Bangun yang sudah tenggelam itu," papar Donni lagi.

Pantauan media ini, apa yang dikuatirkan Donni boleh saja terjadi karena bentuk ferry KMP Sumut I dan II memang sama dengan bentuk kapal kayu yang beroperasi di danau toba yakni hanya memiliki satu lambung. Dibanding ferry milik swasta di jalur Tomok Ajibata, dengan dua lambung kiri/kanan mungkin lebih stabil melayari danau yang berombak besar dan angin kencang.

"Menimbang situasi itu, lanjutnya lagi, 'akhirnya saya terlebih dulu berkordinasi melalui radio ke KMP Sumut I yang sudah tiba di tempat kejadian supaya merekalah yang melanjutkan untuk memberikan pertolongan bersama kapal kayu lainnya yang sudah berada di TKP." terang Donni.

Masih keterangan Donni Silalahi, setelah berkordinasi dengan KMP Sumut I, dan dengan pertimbangan penuh, akhirnya dia memutuskan untuk terlebih dulu menyelamatkan penumpang yang dibawanya dari Simanindo dan mengantarkannya ke dermaga Tigaras. Kapal ferry KMP Sumut II pun bergerak membawa 3 orang korban yang sempat mereka tolong.

Pengakuan Donni, saat mereka di TKP dan sebelum bantuan-bantuan itu datang, mereka telah melakukan pertolongan. "Sebelumnya kami juga sudah melemparkan 52 pelampung (life jacket) kepada korban yang masih mengapung," tutur Donni.

Ditambahkannya, setelah menurunkan penumpang di Tigaras, mereka langsung putar haluan dan bergerak balik menuju TKP untuk bergabung melakukan pertolongan dan pencarian.

"Setelah menurunkan penumpang di Tigaras, kami langsung kembali melakukan pertolongan ke lokasi kejadian. Oleh karena itu saya sampaikan bahwa saya dan ABK ferry KMP Sumut II sudah berupaya maksimal mungkin memberi pertolongan kepada korban KM Sinar Bangun" tutup Donni, dengan rona wajah berduka dan penuh penyesalan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Rocky Gerung dan Jokowi 05 Nov 2018 15:56 WIB

Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia