KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMendikbud Nadiem Anwar Makarim Tetapkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar” oleh : Danny Melani Butarbutar
12-Des-2019, 16:26 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengabarkan bahwa untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

BISAKAH SEORANG ATEIS MENJADI PENDETA? (1): 70%  dari Para Pastor Tidak Lagi Percaya Keberadaan Tuhan

 
SERBA SERBI

BISAKAH SEORANG ATEIS MENJADI PENDETA? (1): 70% dari Para Pastor Tidak Lagi Percaya Keberadaan Tuhan
Oleh : Tonny Djayalaksana | 29-Sep-2019, 11:01:23 WIB

KabarIndonesia Apapun agama yang dianut oleh seseorang bahkan seorang Ateis sekalipun, boleh dan bisa bekerja sebagai Supir di Gereja. Hal itu bisa dimaklumi, karena itu hanyalah sekedar Profesi. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan.

 Namun, apakah bisa dan diperbolehkan apabila seorang ATEIS menjadi PENDETA dan berkotbah setiap Minggu di Gereja? - BOLEH DAN BISA! Misalnya di Belanda, ternyata hal ini bisa dan juga diperbolehkan. Maklum PENDETA itu notabene juga hanya sekedar menjalankan Profesi saja; tidak lebih tidak kurang sama seperti halnya seorang Supir. Konon ia tidak harus mempercayai apa yang ia khotbahkan dari atas mimbar.  

Anggap saja ia sedang berceramah mengenai sebuah dongeng khayalan 1001 malam. Misalnya di Gereja Protestan Belanda (PKN). Mr. Klaas Hendrikse, seorang pendeta kota pelabuhan Zierikzee. Ia telah berani OUTING dan mengumumkan secara terbuka dari atas mimbar bahwa Tuhan itu sebenarnya BOHONG ALIAS TIDAK ADA! 

Apa yang ia utarakan tersebut, bukan hanya sekedar dalam khotbahnya saja, bahkan ia telah mempublikasikannya dalam bentuk buku yang berjudul "Percaya pada Tuhan yang Tidak Ada". Walaupun banyak dari umatnya yang mengeluh sekalipun, namun ia tidak bisa dipecat sebab dilindungi oleh undang-undang yang berlaku di Belanda. Jadi secara teori seorang Mualaf bisa saja melamar jadi Pendeta di Belanda tanpa ia sendiri harus ganti agama menjadi Kristen. 

Di Eropa, setiap tahun dibangun 4.000 gereja baru. Namun di sisi lainnya, ada 7.000 gereja lainnya yang ditutup. Dan yang menghebohkan, telah terbuktikan bahwa tujuh persen dari para Pastor sudah tidak lagi percaya akan keberadaannya Tuhan. Maklum, pasalnya menurut mereka apa yang tercantum dalam Alkitab itu visinya banyak bohongnya dan bertolak belakang dengan nalar yang sehat. 

Lebih dari 55 % Pendeta di Eropa sudah tidak percaya dengan apa yang tercantum dalam Alkitab tersebut. Misalnya tercantum dalam Alkitab tersebut dimana dunia diciptakan dalam tujuh hari? Musa dengan tangannya menghentikan jalannya matahari? Dinding-dinding Yerikho dihancurkan dengan sangkakala.  

Dalam kasus lainnya yang terjadi di Jerman dimana seorang GURU BESAR TEOLOGI Gerd Lüdemann di Tubingan yang seharusnya mendidik para siswa calon PENDETA, namun ia menyatakan dalam kuliahnya; bahwa suatu hal nonsense alias bohong dimana Tuhan Yesus yang sudah mati bisa bangkit naik ke sorga!   

Akibatnya ia di skors beberapa minggu tidak boleh memberikan kuliah,  bisa dipecat, tetapi dia tidak bisa dipecat  karena ia sudah ditasbihkan sebagai seorang Pendeta.  Jadi, di Eropa SEORANG PENDETA bisa saja menjadi ATEIS tanpa harus dipecat. Selama ia tidak berceramah tentang  ateisme di mimbar. Jadi bukan satu rahasia lagi bahwa di Eropa ini kenyataannya banyak Pendeta yang sudah tidak percaya pada Tuhan lagi. 

Tidak dapat dikesampingkan bahwa sebenarnya ada banyak pendeta yang tidak percaya pada Tuhan. Namun mereka tidak mengungkapkan diri mereka sendiri sebagai ateis, karena sebuah alasan,  agar gaji bisa berjalan terus! Bagaimanapun juga, Alkitab secara keseluruhan tidak cocok untuk dijadikan objek iman yang tak tergoyahkan.  Lalu mungkin kredo?  Seperti yang dikatakan dalam Nasihat Apostolik, "Saya percaya pada Tuhan, Bapa, Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi ...".   

Dalam teks yang diucapkan pada setiap kebaktian Protestan ini, isi inti dari iman terkonsentrasi. Tetapi bahkan itu pun tidak bermasalah.   Akhirnya, ia juga mengatakan: "Lahir dari Perawan Maria ..." - dan siapa yang masih bisa percaya bahwa hari ini, dengan kelahiran perawan. Seberapa besar angka gelap orang-orang yang memberitakan Injil dari mimbar, meskipun pada kenyataannya mereka sudah tidak lagi percaya kepada Allah? (Ateis). 

Gerd Lüdemann, Dosen sebagai Profesor Perjanjian Baru di Göttingen menyatakan bahwa Yesus TIDAK PERNAH  bangkit.  Apa lagi yang bisa menyentuh fondasi Gereja selain pernyataan bahwa Tuhan tidak ada? Saya setuju, kalau Tuhan yang dimaksud adalah sebuah sosok, sebuah entitas yang Maha Super seperti kepercayaan manusia beragama pada umumnya, memang tidak pernah ada. Tapi kalau Tuhan yang saya maksud adalah sebagai Kecerdaaan Semesta Tanpa Batas, yang ada dimana-mana, baik yang Nyata maupun yang Tidak Nyata dan tidak terjebak oleh konsep ruang dan waktu, maka ia akan tetap Eksis dan Hadir. Karena DIA YANG AWAL DAN DIA YANG AKHIR. 

Kebanyakan orang Teis yang beralih ke Ateis disebabkan oleh kontradiksi keberadaan Tuhan (personal) yang selama ini banyak didengung-dengungkan tetapi tidak sesuai kenyataan. 

Misalnya ada yang berdoa mohon perlindungan kepada Tuhan Maha Pelindung, akan tetapi malah mati terbunuh ramai-ramai di tempat perlindungan itu sendiri. Overestimate terhadap Tuhan yang "Maha" itu ternyata bisa membuat perubahan besar ketika hope/harapan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan. Dan itu terjadi di semua agama. (Bersambung).                                                                                                                                   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LILIN ADVENT-NATAL 08 Des 2019 16:13 WIB

Kesehatan Manusia Dalam Alkitab 05 Des 2019 11:08 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia