KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Jalan-jalan Kampung Perlu Mendapat Perhatian Pemerintah
Oleh : Ir. Mohamad Faridudin | 10-Jul-2009, 04:30:51 WIB

KabarIndonesia - Menelusuri jalan-jalan pedesaan di kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dari mulai jalan kampung Cileles, Desa Cibunar tembus ke jalan kampung Payung Desa Sukalilah, dilanjutkan ke jalan salam sayang sampai perbatasan kampung Cigalumpit, Desa Sindangsuka, kemudian jalan kampung Kopeng, Desa Sindangsuka sampai jalan kampung Cilimus Hideung, Desa Mekarsari, sepanjang kurang lebih 10 km dengan menggunakan sepeda motor, apalagi pakai motor bebek, merupakan perjalanan yang cukup mendebarkan sekaligus was-was dan mencemaskan, takut terjadi kecelakaan.

Betapa tidak, sepanjang perjalanan kita harus ekstra hati-hati, dan juga harus terampil mengendarai sepeda motor, jika kita tidak mau terjadi kecelakaan, akibat kondisi jalan yang rusak parah. Jalanan berlubang-lubang, batu-batu besar menghadang di tengah, di kiri maupun di kanan jalan, belum lagi kalau lagi musim penghujan, kondisinya sangat licin, banjir dan berlumpur akibat drainase jalan yang tidak baik.

Memang jalan tersebut jalan kampung, bukan jalan kabupaten/ kota atau jalan propinsi, atau biasa disebut jalan non status. Tetapi apakah memang mesti dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya untuk diperbaiki, atau sengaja dibiarkan menunggu gerakan swadaya masyarakat, yang nota bene kebanyakan rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan. Padahal kita tahu. jalan di pedesaan sangat bermanfaat untuk pengangkutan hasil-hasil pertanian supaya segera bisa dijual ke kota, dan tentunya akan sangat membantu pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti sekarang seringkali terjadi kecelakaan, juga mengakibatkan biaya transportasi begitu mahal. Implikasinya hasil pertanian yang dijual ke kota oleh para petani menjadi menjadi minim keuntungan, sehingga petani kurang bergairah meningkatkan produktivitas pertaniannya. Ujung-ujungnya kesejahteraan petani dari tahun ke tahun begitu-begitu saja, alias memprihatinkan!

Pemerintah, dalam hal ini Dinas PU dan Jasa Marga sudah selayaknya memperhatikan jalan-jalan kampung, khususnya jalan-jalan kampung di sentra-sentra produksi hasil pertanian. Karena bagaimana pun juga peranan para petani demikian besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan dengan basis ekonomi kerakyatan yang selalu menjadi issu sentral dan jadi komoditas politik para calon-calon pemimpin di negeri ini.

Beberapa orang tokoh masyarakat yang kami mintai komentarnya terkait kondisi jalan-jalan kampung ini berujar, "Kami sudah berulang kali mengupayakan perbaikan jalan, baik itu melalui gerakan swadaya masyarakat maupun mengajukan proposal ke Dinas PU dan Jasa Marga Kabupaten melalui Kepala Desa, akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjutnya."

Karena keterbatasan dana dan juga fasilitas, upaya gerakan swadaya masyarakat hanya mampu sekedarnya saja. Melalui gerakan swadaya masyarakat, kondisi jalan bisa sedikit lebih baik, akan tetapi tidak bertahan lama, sehingga berulang kali diperbaiki, rusak lagi-rusak lagi. Akhirnya kami pun bosan dan capai sendiri.

Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalanan kampung ini.

“Katanya penerimaan Pajak dari tahun ke tahun selalu meningkat, tolong salurkan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” demikian ditegaskan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Cibunar pada Pewarta HOKI.(*)



Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB


 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 
Kampus Terkemuka Nasional 15 Apr 2014 03:51 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia