KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Jalan-jalan Kampung Perlu Mendapat Perhatian Pemerintah
Oleh : Ir. Mohamad Faridudin | 10-Jul-2009, 04:30:51 WIB

KabarIndonesia - Menelusuri jalan-jalan pedesaan di kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dari mulai jalan kampung Cileles, Desa Cibunar tembus ke jalan kampung Payung Desa Sukalilah, dilanjutkan ke jalan salam sayang sampai perbatasan kampung Cigalumpit, Desa Sindangsuka, kemudian jalan kampung Kopeng, Desa Sindangsuka sampai jalan kampung Cilimus Hideung, Desa Mekarsari, sepanjang kurang lebih 10 km dengan menggunakan sepeda motor, apalagi pakai motor bebek, merupakan perjalanan yang cukup mendebarkan sekaligus was-was dan mencemaskan, takut terjadi kecelakaan.

Betapa tidak, sepanjang perjalanan kita harus ekstra hati-hati, dan juga harus terampil mengendarai sepeda motor, jika kita tidak mau terjadi kecelakaan, akibat kondisi jalan yang rusak parah. Jalanan berlubang-lubang, batu-batu besar menghadang di tengah, di kiri maupun di kanan jalan, belum lagi kalau lagi musim penghujan, kondisinya sangat licin, banjir dan berlumpur akibat drainase jalan yang tidak baik.

Memang jalan tersebut jalan kampung, bukan jalan kabupaten/ kota atau jalan propinsi, atau biasa disebut jalan non status. Tetapi apakah memang mesti dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya untuk diperbaiki, atau sengaja dibiarkan menunggu gerakan swadaya masyarakat, yang nota bene kebanyakan rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan. Padahal kita tahu. jalan di pedesaan sangat bermanfaat untuk pengangkutan hasil-hasil pertanian supaya segera bisa dijual ke kota, dan tentunya akan sangat membantu pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti sekarang seringkali terjadi kecelakaan, juga mengakibatkan biaya transportasi begitu mahal. Implikasinya hasil pertanian yang dijual ke kota oleh para petani menjadi menjadi minim keuntungan, sehingga petani kurang bergairah meningkatkan produktivitas pertaniannya. Ujung-ujungnya kesejahteraan petani dari tahun ke tahun begitu-begitu saja, alias memprihatinkan!

Pemerintah, dalam hal ini Dinas PU dan Jasa Marga sudah selayaknya memperhatikan jalan-jalan kampung, khususnya jalan-jalan kampung di sentra-sentra produksi hasil pertanian. Karena bagaimana pun juga peranan para petani demikian besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan dengan basis ekonomi kerakyatan yang selalu menjadi issu sentral dan jadi komoditas politik para calon-calon pemimpin di negeri ini.

Beberapa orang tokoh masyarakat yang kami mintai komentarnya terkait kondisi jalan-jalan kampung ini berujar, "Kami sudah berulang kali mengupayakan perbaikan jalan, baik itu melalui gerakan swadaya masyarakat maupun mengajukan proposal ke Dinas PU dan Jasa Marga Kabupaten melalui Kepala Desa, akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjutnya."

Karena keterbatasan dana dan juga fasilitas, upaya gerakan swadaya masyarakat hanya mampu sekedarnya saja. Melalui gerakan swadaya masyarakat, kondisi jalan bisa sedikit lebih baik, akan tetapi tidak bertahan lama, sehingga berulang kali diperbaiki, rusak lagi-rusak lagi. Akhirnya kami pun bosan dan capai sendiri.

Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalanan kampung ini.

“Katanya penerimaan Pajak dari tahun ke tahun selalu meningkat, tolong salurkan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” demikian ditegaskan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Cibunar pada Pewarta HOKI.(*)



Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia