KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
 
SERBA SERBI

Jalan-jalan Kampung Perlu Mendapat Perhatian Pemerintah
Oleh : Ir. Mohamad Faridudin | 10-Jul-2009, 04:30:51 WIB

KabarIndonesia - Menelusuri jalan-jalan pedesaan di kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dari mulai jalan kampung Cileles, Desa Cibunar tembus ke jalan kampung Payung Desa Sukalilah, dilanjutkan ke jalan salam sayang sampai perbatasan kampung Cigalumpit, Desa Sindangsuka, kemudian jalan kampung Kopeng, Desa Sindangsuka sampai jalan kampung Cilimus Hideung, Desa Mekarsari, sepanjang kurang lebih 10 km dengan menggunakan sepeda motor, apalagi pakai motor bebek, merupakan perjalanan yang cukup mendebarkan sekaligus was-was dan mencemaskan, takut terjadi kecelakaan.

Betapa tidak, sepanjang perjalanan kita harus ekstra hati-hati, dan juga harus terampil mengendarai sepeda motor, jika kita tidak mau terjadi kecelakaan, akibat kondisi jalan yang rusak parah. Jalanan berlubang-lubang, batu-batu besar menghadang di tengah, di kiri maupun di kanan jalan, belum lagi kalau lagi musim penghujan, kondisinya sangat licin, banjir dan berlumpur akibat drainase jalan yang tidak baik.

Memang jalan tersebut jalan kampung, bukan jalan kabupaten/ kota atau jalan propinsi, atau biasa disebut jalan non status. Tetapi apakah memang mesti dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya untuk diperbaiki, atau sengaja dibiarkan menunggu gerakan swadaya masyarakat, yang nota bene kebanyakan rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan. Padahal kita tahu. jalan di pedesaan sangat bermanfaat untuk pengangkutan hasil-hasil pertanian supaya segera bisa dijual ke kota, dan tentunya akan sangat membantu pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti sekarang seringkali terjadi kecelakaan, juga mengakibatkan biaya transportasi begitu mahal. Implikasinya hasil pertanian yang dijual ke kota oleh para petani menjadi menjadi minim keuntungan, sehingga petani kurang bergairah meningkatkan produktivitas pertaniannya. Ujung-ujungnya kesejahteraan petani dari tahun ke tahun begitu-begitu saja, alias memprihatinkan!

Pemerintah, dalam hal ini Dinas PU dan Jasa Marga sudah selayaknya memperhatikan jalan-jalan kampung, khususnya jalan-jalan kampung di sentra-sentra produksi hasil pertanian. Karena bagaimana pun juga peranan para petani demikian besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan dengan basis ekonomi kerakyatan yang selalu menjadi issu sentral dan jadi komoditas politik para calon-calon pemimpin di negeri ini.

Beberapa orang tokoh masyarakat yang kami mintai komentarnya terkait kondisi jalan-jalan kampung ini berujar, "Kami sudah berulang kali mengupayakan perbaikan jalan, baik itu melalui gerakan swadaya masyarakat maupun mengajukan proposal ke Dinas PU dan Jasa Marga Kabupaten melalui Kepala Desa, akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjutnya."

Karena keterbatasan dana dan juga fasilitas, upaya gerakan swadaya masyarakat hanya mampu sekedarnya saja. Melalui gerakan swadaya masyarakat, kondisi jalan bisa sedikit lebih baik, akan tetapi tidak bertahan lama, sehingga berulang kali diperbaiki, rusak lagi-rusak lagi. Akhirnya kami pun bosan dan capai sendiri.

Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalanan kampung ini.

“Katanya penerimaan Pajak dari tahun ke tahun selalu meningkat, tolong salurkan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” demikian ditegaskan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Cibunar pada Pewarta HOKI.(*)



Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia