KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Yopie: Setia di Sisi Tungku Pembakaran Sampah

 
LINGKUNGAN HIDUP

Yopie: Setia di Sisi Tungku Pembakaran Sampah
Oleh : Aribowo Sangkoyo | 13-Feb-2007, 06:03:27 WIB

Sebuah perkampungan di tengah megahnya kawasan perkantoran Mega Kuningan, Jakarta Selatan, berdiri sebuah tungku pembakaran sampah. Tungku itu dibangun di atas lahan yang berdekatan dengan lapangan bulutangkis ini merupakan solusi warga dalam mengatasi masalah sampah diwilayah RW 003 Kelurahan Kuningan Timur.

Setiap harinya tungku pembakaran sampah itu menjadi tanggung-jawab seorang lelaki paruh baya yang bernama Yopie. Dengan menggunakan metode timbun bakar, sampah warga yang biasanya menyisakan pemandangan dan aroma tidak sedap itu, diolah dengan menggunakan tungku pembakaran sampah. Sampah warga yang dikumpulkan dalam tungku dibakar hingga menjadi residu sampah yang berwarna abu-abu.

Tungku pembakaran sampah yang berbentuk bangunan menyerupai menara ini, dibangun oleh warga sekitar tahun 2004 lalu.

"Waktu itu pertama kali dibangun di wilayah RW 01, lalu beberapa bulan kemudian di bangun di sini," terang Yopie sambil menunjukkan lapangan bulutangkis tempat tungku pembakaran sampah ini dibangun.

Lahan ini sebenarnya adalah lahan tidur milik seorang warga kelurahan karet, yang memang belum digunakan oleh pemiliknya.  

"Tapi kita sudah mendapat ijin dari RW setempat dan mendapat persetujuan dari sang pemilik untuk membangun tungku pembakaran sampah ini," tambah Yopie sambil menjelaskan bahwa setiap RW di wilayah Kuningan Timur ini sudah menggunakan metode pengolahan yang sama.

Mengenai sistem pengolahan sampah ini, Yopie menggunakan metode pembakaran dengan menggunakan kayu kering yang dikumpulkan oleh warga dan dibantu dengan minyak tanah.

"Kita memang harus menggunakan minyak tanah, karena banyak sampah basah," jawab Yopie ketika ditanya mengenai bagaimana pengolahan sampah dari warung yang biasanya merupakan sampah yang tidak kering.

Memang sebelum dibangun tungku pembakaran ini, banyak sampah basah yang menyisakan pemandangan dan aroma yang tidak sedap, terutama sampah bekas makanan yang dihasilkan oleh warung-warung didaerah RW 03. Tapi pemandangan itu kini sudah tidak ada lagi,  karena setiap pukul 4 sore setiap harinya Yopie sudah mulai membakar sampah-sampah tersebut.

"Tiap 3 bulan sekali abu hasil pembakaran itu dimasukan kedalam karung-karung dan dibuang dengan menggunakan jasa truk pengangkutan sampah milik Pemda," ujar Yopie.

Hasil pembakaran sampah ini memang belum bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan lain. Pernah waktu itu, kita tawarkan kepada orang yang jual tanaman untuk bahan campuran pupuk, tapi hanya diharga 500 perak per karungnya.

"Harga karungnya saja sudah 500, belum operasional lainnya" tambah Yopie.

Yang jelas, hasil pembakaran sampah itu, tidak bisa dijadikan pupuk kompos karena  sampahnya memang dicampur menjadi satu, baik sampah kering, plastic dan sampah basah lainnya.

Namun bukan berarti tungku pembakaran itu bebas dari masalah perawatan. Biasanya kurun waktu 2 bulanan, besi yang digunakan sebagai kerangka menumpu sampah yang akan dibakar mulai melengkung. Jika sudah tiba saatnya untuk mengganti kerangka besi itu Yopie biasanya mulai menggalang dana dari warga untuk melakukan upaya perbaikan, yang tentunya bekerjasama dengan pihak RT wilayah.

"Dana yang diperlukan bisa mencapai sekitar 2 juta rupiah," jawab Yopie ketika disinggung soal besarnya biaya.
Dari jasanya menangani tungku pembakaran sampah ini Yopie mendapat upah sebesar 300 ribu rupiah per bulannya.

Pendapatannya itu diluar biaya operasional, anggarannya diperoleh dari iuran dan sumbangan warga yang disetor RT. Dari setiap rumah ia menarik iuran sebesar 2000 rupiah per bulannya dan 10 ribu rupiah untuk kategori warung karena ia menambahkan jasa pengangkutan.

"Untuk beli minyak tanahnya saya membuat kotak sumbangan yang dipasang di depan tungku pembakaran sampah," katanya sambil mengharapkan kesadaran warga untuk ikut berpartisipasi dalam kelangsungan usaha pengolahan sampah ini.

Lelaki yang merupakan warga setempat ini, memang harus menghidupi keluarga dan anak semata wayangnya yang sedang menjalani masa studi di sekolah dasar. Sebelum menjalani profesi ini ia sempat menjadi sopir.

"Waktu tungku pembakaran sampah ini ingin dibangun, saya yang pertama mengajukan diri untuk menangani operasional sehari-harinya," jelasnya.  

"Untuk membiayai keluarga dan hidup sehari-hari saya lebih banyak mengandalkan rumah kontrakan milik saya di daerah Duren Tiga," terang Yopie.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia