KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Yopie: Setia di Sisi Tungku Pembakaran Sampah

 
LINGKUNGAN HIDUP

Yopie: Setia di Sisi Tungku Pembakaran Sampah
Oleh : Aribowo Sangkoyo | 13-Feb-2007, 06:03:27 WIB

Sebuah perkampungan di tengah megahnya kawasan perkantoran Mega Kuningan, Jakarta Selatan, berdiri sebuah tungku pembakaran sampah. Tungku itu dibangun di atas lahan yang berdekatan dengan lapangan bulutangkis ini merupakan solusi warga dalam mengatasi masalah sampah diwilayah RW 003 Kelurahan Kuningan Timur.

Setiap harinya tungku pembakaran sampah itu menjadi tanggung-jawab seorang lelaki paruh baya yang bernama Yopie. Dengan menggunakan metode timbun bakar, sampah warga yang biasanya menyisakan pemandangan dan aroma tidak sedap itu, diolah dengan menggunakan tungku pembakaran sampah. Sampah warga yang dikumpulkan dalam tungku dibakar hingga menjadi residu sampah yang berwarna abu-abu.

Tungku pembakaran sampah yang berbentuk bangunan menyerupai menara ini, dibangun oleh warga sekitar tahun 2004 lalu.

"Waktu itu pertama kali dibangun di wilayah RW 01, lalu beberapa bulan kemudian di bangun di sini," terang Yopie sambil menunjukkan lapangan bulutangkis tempat tungku pembakaran sampah ini dibangun.

Lahan ini sebenarnya adalah lahan tidur milik seorang warga kelurahan karet, yang memang belum digunakan oleh pemiliknya.  

"Tapi kita sudah mendapat ijin dari RW setempat dan mendapat persetujuan dari sang pemilik untuk membangun tungku pembakaran sampah ini," tambah Yopie sambil menjelaskan bahwa setiap RW di wilayah Kuningan Timur ini sudah menggunakan metode pengolahan yang sama.

Mengenai sistem pengolahan sampah ini, Yopie menggunakan metode pembakaran dengan menggunakan kayu kering yang dikumpulkan oleh warga dan dibantu dengan minyak tanah.

"Kita memang harus menggunakan minyak tanah, karena banyak sampah basah," jawab Yopie ketika ditanya mengenai bagaimana pengolahan sampah dari warung yang biasanya merupakan sampah yang tidak kering.

Memang sebelum dibangun tungku pembakaran ini, banyak sampah basah yang menyisakan pemandangan dan aroma yang tidak sedap, terutama sampah bekas makanan yang dihasilkan oleh warung-warung didaerah RW 03. Tapi pemandangan itu kini sudah tidak ada lagi,  karena setiap pukul 4 sore setiap harinya Yopie sudah mulai membakar sampah-sampah tersebut.

"Tiap 3 bulan sekali abu hasil pembakaran itu dimasukan kedalam karung-karung dan dibuang dengan menggunakan jasa truk pengangkutan sampah milik Pemda," ujar Yopie.

Hasil pembakaran sampah ini memang belum bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan lain. Pernah waktu itu, kita tawarkan kepada orang yang jual tanaman untuk bahan campuran pupuk, tapi hanya diharga 500 perak per karungnya.

"Harga karungnya saja sudah 500, belum operasional lainnya" tambah Yopie.

Yang jelas, hasil pembakaran sampah itu, tidak bisa dijadikan pupuk kompos karena  sampahnya memang dicampur menjadi satu, baik sampah kering, plastic dan sampah basah lainnya.

Namun bukan berarti tungku pembakaran itu bebas dari masalah perawatan. Biasanya kurun waktu 2 bulanan, besi yang digunakan sebagai kerangka menumpu sampah yang akan dibakar mulai melengkung. Jika sudah tiba saatnya untuk mengganti kerangka besi itu Yopie biasanya mulai menggalang dana dari warga untuk melakukan upaya perbaikan, yang tentunya bekerjasama dengan pihak RT wilayah.

"Dana yang diperlukan bisa mencapai sekitar 2 juta rupiah," jawab Yopie ketika disinggung soal besarnya biaya.
Dari jasanya menangani tungku pembakaran sampah ini Yopie mendapat upah sebesar 300 ribu rupiah per bulannya.

Pendapatannya itu diluar biaya operasional, anggarannya diperoleh dari iuran dan sumbangan warga yang disetor RT. Dari setiap rumah ia menarik iuran sebesar 2000 rupiah per bulannya dan 10 ribu rupiah untuk kategori warung karena ia menambahkan jasa pengangkutan.

"Untuk beli minyak tanahnya saya membuat kotak sumbangan yang dipasang di depan tungku pembakaran sampah," katanya sambil mengharapkan kesadaran warga untuk ikut berpartisipasi dalam kelangsungan usaha pengolahan sampah ini.

Lelaki yang merupakan warga setempat ini, memang harus menghidupi keluarga dan anak semata wayangnya yang sedang menjalani masa studi di sekolah dasar. Sebelum menjalani profesi ini ia sempat menjadi sopir.

"Waktu tungku pembakaran sampah ini ingin dibangun, saya yang pertama mengajukan diri untuk menangani operasional sehari-harinya," jelasnya.  

"Untuk membiayai keluarga dan hidup sehari-hari saya lebih banyak mengandalkan rumah kontrakan milik saya di daerah Duren Tiga," terang Yopie.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia