KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (1): Awal Terciptanya Kehidupan oleh : Tonny Djayalaksana
09-Des-2018, 15:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selama ini, pikiran saya terganggu oleh kenyataan akan adanya dualitas ghaib-nyata. Bagaimana mungkin saya bisa meyakini sesuatu yang tidak pernah saya saksikan, tidak pernah kenal, alami dan rasakan? 

Jika saya meyakini sesuatu yang nyatanya tidak jelas, tidak
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Yayasan IDEP Luncurkan Solusi Panen Air Hujan untuk Atasi Krisis Air di Bali

 
LINGKUNGAN HIDUP

Yayasan IDEP Luncurkan Solusi Panen Air Hujan untuk Atasi Krisis Air di Bali
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 24-Feb-2017, 19:15:10 WIB

KabarIndonesia - Yayasan IDEP akan meresmikan percontohan sumur resapan sebagai solusi untuk mengembalikan akuifer (air tanah) yang menipis pasokannya, pada tanggal 27 Februari 2017, pukul 9.30 hingga 12.00 WITA di kantor dan kebun percontohan IDEP di Sukawati, Gianyar. Yayasan IDEP akan memperagakan bagaimana sumur resapan ini bekerja dan bagaimana program Perlindungan Air Tanah Bali merespon masa depan ketersediaan air bersih untuk Bali.

Meskipun curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan kerusakan di Bali, pulau ini sebenarnya sedang menuju bencana krisis air. Pasalnya  apabila tidak segera ditangani akan berdampak pada perekonomian serta lingkungannya. Untungnya, Yayasan IDEP dan mitra memiliki solusi yaitu  memanen air hujan untuk sumur resapan dan mendorong sumber air alami secara pesat mengisi kembali air tanah.

DAS (Daerah Aliran Sungai) di Bali sudah mulai mengering dan sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh banyaknya penyedotan yang berlebihan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan juga industri pariwisata. Berkurangnya tataran permukaan air bawah tanah ini mengakibatkan terjadinya intrusi air laut yang mencemari akuifer Bali.

Sayangnya, meskipun Bali sangat diberkati dengan tingginya curah hujan dan secara teoritis menerima asupan air (dari alam/air hujan) dengan berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya – kebanyakan air hujan ini tidak tertampung dan malah mengalir langsung ke sungai dan terbawa sampai laut.

Karenanya, air hujan (yang melimpah ini) perlu untuk ‘dipanen’ agar dapat menyeimbangkan neraca konsumsi air. Tujuan dari program in adalah untuk membantu pengisian air tanah di akuifer secara alami, dan  menyokong perkembangan angka wisatawan tahunan ke Bali secara baik.

Selain program pengembangan jaringan 136 sumur resapan, program Penyelamatan Air Tanah Bali juga akan menjalankan program edukasi di 132 sekolah di Bali yang berdekatan dengan sungai, serta melakukan produksi kampanye media untuk khalayak ramai tentang pemeliharaan air bersih.

Tentu saja, hal tersebut sangat membutuhkan keikutsertaan dari para pemangku kepentingan Bali, terutama para pelaku industri pariwisata.
Fivelements, sebuah resort mewah untuk kebugaran, telah mendukung Yayasan IDEP dalam membangun percontohan sistem sumur resapan (di kantor IDEP). 

Gove DePuy, Direktur Program Keberlanjutan Five Element, menyatakan, “Ini adalah langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu ini. Tetapi instalasi percontohan ini merupakan langkah awal…Apa yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah menyebarluaskan isu ini.”

Pesan yang kuat ini sangatlah penting untuk disampaikan kepada para pelaku industri pariwisata bahwa krisis air ini perlu untuk segera ditindak lanjuti secara bersama.

DePuy menambahkan, “Semua yang ada di pulau ini, baik yang hanya melancong sehari saja ataupun yang tinggal di sini, memberikan dampak terhadap pasokan air yang sangat berharga. Kita semua bisa berbuat sesuatu untuk memastikan bahwa pasokan air bersih ini berkelanjutan untuk generasi yang akan datang, terutama bagi yang sangat bergantung terhadap air untuk bertahan hidup!”

 “Apa yang ingin kita lakukan sebenarnya adalah mengikutsertakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dari hotel-hotel secara khususnya, dan perusahaan lain dalam inisiatif ini, dimana program ini mencakup kedaulatan air bagi semua umat” tambah Ade Andreawan, Direktur Eksekutif Yayasan IDEP.

Acara peresmian akan dibuka pada pukul 9.30 WITA dan acara akan dimulai pada pukul 10.00 WITA dengan sambutan dan presentasi dari program Penyelamatan Air Tanah Bali, dilanjutkan dengan upacara peresmian dari sistem percontohan sumur resapan yang dihadiri oleh mitra pendukung utama program ini. Kegiatan ini direncanakan selesai pada pukul 12.00 WITA diakhiri dengan makan siang bersama.

Yayasan IDEP merupakan LSM Indonesia yang dibentuk secara resmi di Bali, Indonesia pada tahun 1999. Berdiri setelah memuncaknya krisis ekonomi di Indonesia, dengan tujuan utama untuk merespon pentingnya kesiapsiagaan bencana, adanya sistem produksi pangan yang berkelanjutan dan manajemen sumber daya yang baik, sembari menyampaikan betapa pentingnya pendidikan terhadap lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan. (*)



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sosialisasi Gereja Tanggap Bencanaoleh : Djuneidi Saripurnawan
17-Nov-2018, 09:29 WIB


 
  Sosialisasi Gereja Tanggap Bencana Partisipan undangan meliputi para pengurus Sinode, Klasis, para pendeta, pengurus lembaga pendidikan, umat dan juga hadir dari para mitra: BPBD Provinsi Papua, BPBD Kota Jayapura, dan TATTs Program Papua.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia