KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Warga Portal Lahan Sengketa di Areal Sawit PT GBSM

 
LINGKUNGAN HIDUP

Warga Portal Lahan Sengketa di Areal Sawit PT GBSM
Oleh : Bambang Hermanto | 24-Okt-2017, 16:29:37 WIB

KabarIndonesia - Seruyan, Belum dipenuhinya tuntutan ganti rugi lahan, sejumlah warga dari desa Parang Batang, Lampasa dan Pematang Panjang, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemortalan dilahan seluas 130 hektar (ha) karena sedang bersengketa dengan PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (PT GBSM).

Pemortalan oleh Pak Tani cs yang berlangsung sejak Senin (16/10) hingga Jumat (20/10) di wilayah Natai Lawari sekitar Desa Baung Kecamatan Seruyan Hilir itu merupakan hasil kesepakatan yang tertuang dalam notulen rapat mediasi antar warga dan pihak PT GBSM. Adapun mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Seruyan Hilir itu juga disaksikan aparat dari Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Seruyan Hilir dan juga dari TNI.

Keterangan Muhammad Firdaus selaku kuasa Pak Tani cs, Jumat (20/10) dulunya wilayah Natai Lawari merupakan tempat berladang, namun sekitar tahun 2006-2007 perusahaan PT GBSM melakukan penggarapan lahan tanpa sepengetahuan Pak Tani.

Ketika itu pihaknya sudah mencoba melakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan pihak perusahaan. Pada saat itu pihak perusahaan mengatakan bahwa masalah tersebut nanti akan di selesaikan setelah penggarapan.

Firdaus menambahkan, proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan beserta unsur terkait sudah berjalan enam kali, namun persoalan tersebut hingga kini belum juga selesai. "Pemagaran ini merupakan hasil kesepakatan terbaru pada mediasi Senin lalu,” terangnya.

Kondisi di lapangan saat ini beberapa jalan di tutup oleh warga menggunakan pagar kayu.
"Yang kami pasang pagar ini berada di lahan sengketa saja, kami tidak mengganggu lahan yang lain. Artinya, sebelum ada penyelesaian maka perusahaan belum boleh beraktifitas di lahan ini, dan warga akan melakukan penjagaan disini,” tuturnya.

Terkait hal itu, Rizal Prayipto dari PT GBSM mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan mediasi dengan warga. Rizal menyayangkan warga mengklaim lahan sekitar tahun 2016 lalu, padahal PT GBSM telah beroperasi sejak tahun 2007.

Terpisah, Camat Seruyan Hilir Didi Darmadi, mengemukakan, dari hasil mediasi tuntutan Muhamad Firdaus selaku kuasa Pak Tani cs, di lahan yang diklaim tersebut sudah pernah diganti rugi oleh perusahaan atas nama Ahmad Efendi cs.  Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut katanya, proses mediasi selanjutnya akan dilaksanakan ditingkat Kabupaten.

“Sudah enam kali mediasi, empat kali sewaktu Camat Pak Idham (Camat terdahulu) dan sewaktu saya sudah dua kali mediasi, terakhir 11 Oktober kemarin, kita sudah laporkan ke Kabupaten, mungkin Senin atau Selasa akan dilakukan mediasi di Kabupaten,” ujar Camat.

Sayangnya, pernyataan Camat Didi Darmadi terkait pembayaran kepada Ahmad Efendi cs terbantahkan, karena menurut Firdaus, lahan yang telah diganti rugi kepada Ahmad Efendi cs diwilayah Natai Seburuk. Sedangkan lahan yang diklaim Pak Tani cs berada di Natai Lawari. “Sangat mengada ada, karena jarak antara Natai Seburuk dengan Natai Lawari ini empat kilometer, dan keterangan Ahmad Efendi cs pun lahan yang dijual bukan disitu (Natai Lawari), “ tegas Firdaus.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia