KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Sidang TUN Jakarta, Dr. Maruarar Siahaan, SH : Konstitusi Menjamin Hak Masyarakat Danau Toba Atas Lingkungan Hidup yang Layak
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 21-Des-2017, 09:53:35 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Siaran pers Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), 21/12 mengabarkan bahwa sidang lanjutan Perkara No.164/G/2017/PTUN-JKT, antara pihak Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) selaku Penggugat dengan pihak Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selaku Tergugat dan PT. Aquafarm Nusantara selaku Tergugat II Intervensi kembali digelar pada hari Rabu (20/12/2017) siang.

YPDT melakukan gugatan dikarenakan izin usaha PT. Aquafarm Nusantara yang diterbitkan oleh BKPM sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini, sebab menurut Peraturan Gubernur Sumatera Utara (Pergub SU) Nomor 1 Tahun 2009 ditentukan bahwa mutu air Danau Toba adalah standar air minum. 
Pengacara dari Tim Litigasi YPDT menghadirkan Saksi Ahli Dr. Maruarar Siahaan SH, Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi RI yang juga Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan masih mengajukan 3 (tiga) orang saksi ahli dalam persidangan yang akan datang.

Saksi ahli Maruarar Siahaan menjelaskan mengenai Hak Konstitusi masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba (DT) yang sudah tidak bisa lagi mengonsumsi air danau karena sudah tercemar. Menurutnya, Pasal 28 UUD RI 1945 menjamin bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang layak dan berdasarkan pasal 33 UUD RI 1945, air Danau Toba yang diminum sejak jaman dahulu harus tetap dipertahankan karena bumi, air, dan kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Ditambahkannnya, bahwa pemerintah harus tanggap terhadap kepentingan masyarakat walaupun tidak ada gugatan seperti saat ini.

Secara terpisah, Robert Paruhum (Ketua Tim Litigasi YPDT) yang dihubungi usai menghadiri sidang menegaskan kembali bahwa seharusnya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara berkala meninjau izin usaha PT Aquafarm Nusantara, sebab hal itu telah diatur di Pergub SU Nomor 1 tahun 2009 yang menyatakan air Danau Toba untuk keperluan air minum. "Tanpa ada gugatanpun seharusnya pemerintah meninjau izin usaha PT Aquafarm Nusantara sebab sudah diatur di dalam Pergub. Tapi hal itu tidak dilakukan," ungkap Robert.

Majelis Hakim menunda persidangan dan akan melanjutkan sidang pada hari Rabu, 10 Januari 2018 untuk memberi kesempatan kepada Penggugat mengajukan saksi ahli berikutnya.

Hadir dari Tim Litigasi YPDT, Robert Paruhum Siahaan, SH (Ketua) dan FX Denny S. Aliandu, SH (Anggota). Tampak Drs Maruap Siahaan MBA (Ketua Umum YPDT), Dr. Ronsen LM Pasaribu (Pokja Ahli Departemen Hukum dan Agraria YPDT/ Ketum FBBI), Deacy Maria br. Lumban Raja, dan Susi Rio br Panjaitan turut menyaksikan jalannya persidangan.

Majelis Hakim yang hadir di persidangan PTUN Jakarta adalah Wenceslaus, SH, MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi, SH, MH (Hakim Anggota I), dan M. Arief Pratomo, SH, MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia