KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sampah Mengalir Sampai Laut - Bagaimana Pemerintah Kesulitan Bersihkan Sungai

 
LINGKUNGAN HIDUP

Sampah Mengalir Sampai Laut - Bagaimana Pemerintah Kesulitan Bersihkan Sungai
Oleh : Kabarindonesia | 23-Jan-2019, 15:12:20 WIB

KabarIndonesia - Pemerintah kerepotan membersihkan sungai-sungai di Jawa dari sampah plastik meski menganggarkan hingga Rp. 15 triliun per tahun. Pendidikan dan kesadaran dianggap jadi batu sandungan, seperti yang terjadi di Bali.

Sekawanan bocah bermain di atas dermaga reyot yang terbuat dari kayu di tepi sungai Pisang Batu di Bekasi. Sementara di bawah mereka timbunan sampah berbau memenuhi badan sungai, menyebar sejauh mata memandang. 
    

Hari-hari ini Pisang Batu menjadi medan terdepan dalam perang melawan sampah plastik yang dilancarkan pemerintah. Hingga 2025 Indonesia menetapkan sasaran ambisius, yakni mengurangi 70% sampah plastik. Namun meski telah menganggarkan hampir Rp. 15 triliun per tahun untuk misi tersebut, upaya pembersihan sungai-sungai di Indonesia berlangsung tertatih-tatih. 

 


      
"Setiap kali hujan dan banjir, semua penduduk desa turun untuk mengumpulkan sampah dan membersihkan sungai," kata Marzuki, penduduk Tarumajaya yang merupakan salah satu desa di bantaran Pisang Batu. "Kami tidak pernah letih melakukannya. Tapi sampahnya datang terus," keluh pria tersebut.      

Sungai tersebut hanya satu dari banyak sungai lain yang secara rutin memboyong sampah ke laut. Setiap tahun Indonesia membuang sekitar 3,2 juta ton limbah plastik, hampir separuhnya mendarat di samudera, klaim sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Science pada 2015 silam. Dalam penelitian tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang polusi plastik di laut terbesar kedua di dunia setelah Cina.         
"Walaupun kami sudah membawa armada sebanyak 25 truk sampah setiap hari tiga kali bolak-balik ke sana, realitanya tidak separuhnya yang sudah kami bersihkan," kata Suseno, Kepala Seksi Ketentraman Dan Ketertiban di Traumajaya.
      
Pendidikan dan kesadaran lingkungan menjadi tantangan terbesar dalam program pembersihan sungai di Indonesia. Ketika sungai-sungai di Jawa menghilang dalam timbunan sampah, upaya menghapus kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai di supermarket besar di Bali malah memicu penolakan dari penduduk sendiri.    

 "Saya melihat orang protes karena mereka tidak mendapat plastik seusai belanja," kata salah seorang konsumen yang berbelanja, Thomas Wibowo. "Kalau kita tiba-tiba dilarang menggunakan plastik, sebagai orang Indonesia kita pasti kaget." Meski demikian pemerintah setempat berniat memperluas larangan penggunaan plastik sekali pakai ke toko-toko yang lebih kecil.

 
Risiko polusi plastik terhadap kehidupan laut menjadi nyata November silam, saat seekor paus ditemukan tewas terdampar di pantai Pulau Kapota di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan perut berisikan 6kg sampah plastik. "Saya kira ini juga adalah isu global, tidak hanya masalah nasional saja," kata Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Walikota Denpasar.
    
"Saya melihat banyak penduduk yang menerima dan bahkan membantu gerakan ini, termasuk wisatawan. Mereka juga ingin membantu mengganti kantung lastik," imbuhnya. rzn/hp (Reuters) 
 

Sumber: Deutsche Welle          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia