KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalForum Promoter 2018 POLRI: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 (1) oleh : Rohmah S
23-Mei-2018, 12:15 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara.

Pangan memiliki peran dan fungsi vital bagi bangsa dan Negara Indonesia.
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Laju 10 Kilometer 22 Mei 2018 14:44 WIB

Ranting Putih 22 Mei 2018 14:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Rata-rata 65.700 Ton per Tahun Pelet Ikan Ditabur PT AFN Cemari Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 01-Mar-2018, 03:10:44 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, DanauToba.org mengabarkan bahwa Freek Huskens, mantan Presiden Direktur PT Aquafarm Nusantara (disingkat Aquafarm), menyampaikan sebanyak 1,8 Ton pelet ikan ditabur untuk 1 Ton ikan per hari ke Danau Toba. Hal ini ia sampaikan dalam sidang lanjutan gugatan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) melawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Aquafarm pada Rabu (21/2/2018) di PTUN Jakarta.

Lebih lanjut Huskens mengatakan bahwa tahun 2014 Aquafarm memproduksi 37.000 Ton ikan. “Jika 1 Ton ikan butuh 1,8 Ton pelet, ini berarti tahun 2014 Aquafarm memasukkan 66.600 Ton atau per bulan 5.550 Ton atau per hari 185 Ton,” ujar Robert Paruhum Siahaan, SH, Ketua Tim Litigasi YPDT sekaligus Kuasa Hukum YPDT.

Bayangkan kalau pelet sebanyak itu diberikan kepada ribuan Ton ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) Aquafarm? Jika dalam 1 tahun (365 hari) dikalikan 1,8 Ton pelet, maka ada sebanyak 65.700 Ton pelet. Seandainya 1% saja dari pelet itu mencemari Danau Toba, maka sekitar 657 Ton pelet berpotensi mencemari Danau Toba dalam 1 tahun.

Saksi fakta mengatakan juga bahwa Aquafarm mulai mengoperasikan KJA sejak 1998 hingga 2018 (tahun sekarang). Ini berarti potensi pencemaran Danau Toba dari pelet ikan dapat kita hitung adalah 19 tahun X 657 Ton = 12.483 Ton pelet. Angka yang fantastis. Bagaimana tidak tercemar Danau Toba itu?

Namun demikian, Presiden Direktur Aquafarm sejak 1998-2016 ini, masih mampu berkelit dengan mengatakan bahwa setiap 6 bulan sekali pihak BLH (Badan Lingkungan Hidup) Sumatera Utara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) mengaudit air Danau Toba pada KJA Aquafarm dan hasil audit tersebut dinyatakan tidak tercemar. Yang lebih tidak masuk akal adalah ketika dikatakannya dia tidak mengetahui Pergub tentang pengelolaan air Danau Toba. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Sinergi Kemitraan DJI dan Halo Robotics Hadirkan Teknologi Pencitraan Udara Mutakhir Untuk Dunia Usaha Indonesia DJI, perusahaan industri drone sipil dan teknologi pencitraan udara (aerial imaging), umumkan kemitraan strategis mereka dengan Halo Robotics, distributor teknologi drone komersial terkemuka di Indonesia. Kemitraan ini diharapkan mampu memberikan solusi komersil DJI sehingga bisa diakses oleh para profesional dan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB


 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia