KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 

Perubahan Cuaca Akibatkan Kekeringan di Pegunungan AS

 
LINGKUNGAN HIDUP

Perubahan Cuaca Akibatkan Kekeringan di Pegunungan AS
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 26-Des-2007, 07:19:21 WIB

KabarIndonesia - Tahun 2040 nanti, perubahan cuaca akan mencairkan salju abadi di Taman Nasional Gletser (Glacier National Park) di Montana dan bongkahan salju Pegunungan Rocky di wilayah Colorado, demikian yang dikatakan para ilmuwan.

“Orang membicarakan pendapat mereka tentang tips dan solusi pencegahan, tetapi kami sudah melakukannya terlebih dulu,” kata Tim Barnett, seorang peneliti di Scripps Institution of Oceanography di California sekaligus pembicara pada sebuah pertemuan American Geophysical Union.

Sekitar 15.000 ilmuwan berkumpul di San Francisco minggu lalu untuk mendiskusikan persoalan global mengenai gempa, sumber air dan ilmu pengetahuan planet, tetapi perubahan cuaca menjadi topik pembicaraan pada saat itu.

Barnett mempelajari bongkahan salju pada ketinggian tertentu di wilayah Amerika bagian barat dan memperkirakan wilayah akumulasi salju menurun rata-rata 20 persen antara tahun 1950 dan 1999.

Kira-kira hanya seperempat dari penurunan ini yang dapat dijelaskan dengan pasti menggunakan temperatur berbeda. Komputer modeling menunjukkan sebuah peringatan yang ditujukan pada aktivitas manusia, kata Barnett.

Sekitar 50 persen air bersih yang dikonsumsi masyarakat seluruh dunia berasal dari pegunungan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat menghilangnya bongkahan salju adalah sangat mengkhawatirkan, kata Daniel Fagre, seorang ahli ekologi yang bekerja untuk U.S. Geological Survey di Taman Nasional Gletser di Montana.

Fagre mengatakan hanya tersisa sekitar 25 dari 150 gletser yang pernah ada di Taman Gletser Nasional. Data awal diproyeksikan bahwa, untuk pertama kalinya selama lebih dari seribu tahun, Taman Nasional Gletser akan kehilangan apungan es di tahun 2030, tetapi perkiraan terbaru menunjukkan kemungkinan gunung es sudah hilang sebelum tahun itu, kata Fagre.

“Gletser di Glacier National Park akan hilang dari kehidupan kita,” kata Fagre, mencatat bahwa di lokasi taman yang dulunya adalah kumpulan gletser sekarang berubah fungsi menjadi peternakan sekaligus habitat domba bertanduk besar.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim disebabkan oleh karbondioksida yang menyebabkan suhu panas terjebak dalam atmosfir bumi sehingga menyebabkan naiknya temperatur bumi. Pembicara lain dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa perubahan iklim adalah juga sebuah proses siklis yang meningkatkan keadaan yang terjadi sebelumnya.

Sebagai contoh, mencairnya salju di puncak gunung, mengakibatkan permukaan bumi tersingkap, hal ini mengakibatkan warna pegunungan menjadi lebih gelap dan menyerap radiasi matahari lebih banyak, kata Thomas Painter, seorang asisten professor di University of Utah.

Sumber:
http://en.epochtimes.com/news/7-12-12/62859.html

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia