KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJababeka Senior Living Luxury Retirement Home oleh : Kabarindonesia
08-Des-2019, 09:41 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jababeka Senior Living mempersembahkan Luxury Retirement Home, suatu konsep konsep layanan hunian bagi Senior (lansia) dengan standar hotel bintang empt tetapi perhatian dan kepeduian team Care sebagaiman layaknya tinggal di rumah sendiri yg penuh kasih sayang. Home Sweet
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pembangkit Batu Bara Korea Selatan Diprediksi Menyebabkan 151.000 Kematian

 
LINGKUNGAN HIDUP

Pembangkit Batu Bara Korea Selatan Diprediksi Menyebabkan 151.000 Kematian
Oleh : Supriyanto | 30-Nov-2019, 16:08:07 WIB

KabarIndonesia - Jakarta,  Pendanaan Korea Selatan untuk pembangkit batu bara di luar negeri yang sangat berpolusi diproyeksikan menyebabkan 47.000 hingga 151.000 total kematlan dini selama 30 tahun di negara-negara seperti Vietnam, Indonesia dan Bangladesh, ungkap sebuah laporan baru yang dirilis oleh Greenpeace Asia Timur dari kantor Seoul.

Saat dampak perubahan lklim global semakin serius dari pembakaran batu bara berlebih, Korea Selatan melalui lembaga keuangan publik (PFA) maIah membiayai pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri yang dapat melepaskan polusi udara hingga 33 kali lebih buruk daripada yang dibangun di Korea Selatan. 

Tata Mustasya, Juru Kampanye lklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, mengatakan: "Pembakaran batu bara melepaskan partikel polutan yang menembus ke dalam sel darah kita, merusak setiap organ dalam tubuh kita, menyebabkan mulai dari demensia hingga membahayakan anak-anak yang belum lahir. Batu bara juga merupakan kontributor terburuk tunggal untuk krisls iklim global.

Negara-negara yang menjadi tuan rumah pembangkit batu bara yang didanai oleh Korea Selatan, banyak diantaranya di Asia Tenggara, sangat rentan terhadap dampak polusi udara dan perubahan iklim. Pemerintah negara penerima investasi harus melindungi warganya dan planet ini, dengan melakukan transisi cepat dari batu bara ke energi bersih dan terbarukan." 

Salah satu pembiayaan batu bara Korea Selatan di Indonesia adalah PLTU Jawa 9&10 dengan kapasitas 2 X 1.000 MW, yang berlokasi di Suralaya, Banten. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh Greenpeace, jika rencana ekspansi ini tetap dibangun dan beroperasi, diprediksi akan mengakibatkan 4.700 kematian dini selama 30 tahun masa operasi PLTU. Kematian dini tersebut disebabkan oleh berbagai penyakit pernapasan serius akibat debu batu bara yaitu, paruparu obstruktif kronis, kanker paru, ISPA, diabetes, hingga stroke. 

"Angka kematian dini tersebut bisa ditekan jika Indonesia menerapkan standar emisi untuk pembangkit termal yang lebih ketat, atau minimal sama dengan yang diterapkan di Korea Selatan. Pada saat bersamaan, Indonesia harus menghentikan pembangunan PLTU batu bara baru dan secara bertahap menutup pembangkit yang sudah beroperasi.

"lnvestasi berstandar ganda ini jelas berpotensi meracuni warga Banten, dan membebani keuangan negara melalui naiknya biaya kesehatan," tegas Tata. Analisis dan pemodelan kantor Greenpeace East Asia, Seoul menemukan:

- Sepuluh pembangkit listrik - yang didanai oleh PFA Korea Selatan (KEXIM, K-Sure, KDB) - diperkirakan menyebabkan 47.000- 151.000 kematian dini selama rata-rata umur 30 tahun pembangkit listrik jika beroperasi pada batas emisi lokal yang ada.
- Vietnam diprediksi menjadi negara yang paling terkena dampak yang membawa 38% dari total beban kematian, diikuti oleh Indonesia (29%) dan Bangladesh (20%).
- Standar ganda batas emisi untuk polutan udara berbahaya memungkinkan pembangkit Iistrik tenaga batu bara Korea Selatan yang dibiayai di luar negeri mengeluarkan 18,6 kali lebih banyak nitrogen oksida (NOx), 11,5 kali Iebih banyak sulfur dioksida (S02) dan polusi debu 33 kali lebih banyak daripada yang dibangun di Korea Selatan. 
"Pada 2017, presiden Moon Jae-In dan pemerintahannya mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pembangkit listrik batu bara baru di negara ini. Sementara itu, pemerintah Korea Selatan, antara Januari 2013 hingga Agustus 2019, telah menghabiskan dana 7 triliun KRW (sekitar 5,7 miliar USD) untuk pembangkit batu bara di luar negeri dengan batas emisi yang buruk Standar ganda ini mengancam ribuan nyawa dan planet kita, ini harus dihentikan, "kata Mari Chang, Juru Kampanye lklim dan Energi Greenpeace Asia Timur, di Seoul.

Sudah waktunya bagi Presiden Moon Jae-In dan pemerintahannya untuk tidak hanya menerapkan standar energi bersih domestik pada investasi asing, tetapi juga segera beralih dari pembiayaan batu bara Rotor ke sumber energi terbarukan. Perubahan dalam kebijakan dan investasi ini harus terjadi sekarang untuk melindungi kesehatan manusia dan masa depan planet kita.

Kesimpulan
1. Pendanaan Korea Selatan untuk pembangkit batu bara diproyeksikan menyebabkan 47.000 hingga 151.000 total kematian dini selama 30 tahun di negara-negara seperti Vietnam, Indonesia dan Bangladesh
2. Korea Selatan melalui Iembaga keuangan publik (PFA) membiayai pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri yang mengeluarkan 18,6 kali lebih banyak nitrogen oksida (NOx), 11,5 kali lebih banyak sulfur dioksida (802) dan polusi PM 2.5 33 kali Iebih banyak daripada yang dibangun di Korea Selatan. 
3. PLTU Batu Bara Jawa 98. 10 diprediksi akan mengakibatkan 4.700 kematian dini selama 30 tahun masa operasi PLTU. Akan ada sekitar 34juta orang di Jakarta, 6 juta orang di Bandung, yang akan terpapar dari pembangunan PLTU Cirebon-2 serta Jawa 9&10

Rekomendasi 
1. Indonesia maju seperti yang sering disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tidak mungkin tercapai tanpa transisi energi dari energi batu bara yang mengotori lingkungan dan berdampak buruk bagi warga negara ke energi bersih dan terbarukan 
2. Presiden Joko Widodo, terutama di perode ke-Z pemerintahannya harus memimpin transisi energi tersebut. Hal konkret yang harus dilakukan adalah membuat rencana penutupan PLTU batu bara yang sudah beroperasi dengan kerangka waktu yang jelas dan menghentikan ekspansi PLTU batu bara dan pada saat bersamaan beralih kepada energi terbarukan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LILIN ADVENT-NATAL 08 Des 2019 16:13 WIB

Kesehatan Manusia Dalam Alkitab 05 Des 2019 11:08 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia