KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Pasar Tanpa Musolah
Oleh : Tri Setiawati Rahayu | 18-Mei-2016, 10:47:33 WIB

KabarIndonesia - Sempit, kotor, dan panas. Mungkin itulah yang terlintas dalam pikiran kita mendengar kata pasar, terutama pasar tradisional. Suara riuh-piuh pedagang pun melengkapi keramaian yang terjadi di pasar.

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Bisa terlihat penjual yang menjajakan barang dagangannya dengan harga tertentu. Pembeli yang mencari barang belanjaan yang dia butuhkan. Jauh dari rasa nyaman memang menjadikan ciri khas dari pasar tradisoinal ini. Kotor oleh jejak langkah kaki bisa terlihat jelas di sana.

Walaupun terkesan jauh dari rasa nyaman, namun berbelanja di pasar lebih menyenangkan karena barang yang ditawarkan sangat lengkap. Salah satunya adalah Pasar Elok. Pasar tradisional ini dinamakan Pasar Elok karena yang letaknya berada di dekat pemukiman warga Cipinang Elok. Jadi warga sekitar menyebutnya dengan Pasar Elok karena satu-satunya pasar yang ada si daerah Cipinang Elok.

Setiap harinya Pasar Elok ini memang selalu ramai terlebih saat hari Minggu. Pasar dengan luas kurang lebih dua hektar ini mulai dibuka sejak subuh hingga malam hari. Kesemrawutan mulai terasa mana kala para pedagang berteriak menawarkan dagangannya. Terjadinya transaksi tawar-menawar yang dilakukan pembeli kepada penjual demi mendapatkan barang belanjaannya dengan harga yang murah.

Di tengah ramaian aktivitas jual beli di pasar, ternyata pasar Elok ini belum memenuhi fasilitas yang memadai. Saat disayangkan memang, pasar yang ramai setiap harinya ini belum menyediakan musolah. Biasanya pasar-pasar tradisional selalu menyediakan musolah untuk para penjual maupun para pembeli yang ingin melaksanakan kewajiban ibadah solat.

Sudah sejak lama di Pasar Elok ini belum adanya musolah. “Selama saya jualan di sini memang belum dibangun musolah, gak tau mau dibangun musolahnya atau enggak,” ungkapnya Sri, salah satu pedagang sembako yang sudah 25 tahun berjualan di Pasar Elok ini.

Belum adanya musolah ini menyulitkan penjual dan pembeli untuk melaksanakan ibadah solat. Pasalnya para penjual yang ingin solat terpaksa harus menutup kiosnya untuk sementara waktu atau menitipkan kiosnya kepada pedagang lain. Mereka harus pergi ke sebuah masjid yang letaknya lumayan jauh dari Pasar Elok. Dibutuhkan waktu 10 menit jika ditempuh dengan kendaraan untuk sampai di sebuah mesjid.

Jika tidak memungkinkan ke mesjid, mereka akan menumpang solat di kios pedagang lain yang layak untuk tempat solat. Seperti halnya yang dilakukan Sri. “Kalau saya biasanya numpang solat di kios yang dagang baju, soalnya kiosnya lumayan gede, ya bisa buat solat lah. ” tambahnya lagi.

Sudah seharusnya sebuah pasar harus mempunyai fasilitas tempat ibadah seperti musolah demi menjaga kelancaran ibadah solat. “Secepatnya dibangun musolah, biar kita kalau solat lebih mudah dan dekat. Jadi gak perlu buka tutup kios,” ungkap Sri dengan harapan segera dibangun musolah di Pasar Elok sehingga ketika tiba waktu solat kaum muslim tak perlu repot pergi jauh. (*)


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini..!!!.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia