KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 

Musin Hujan Nelayan Pilih Libur

 
LINGKUNGAN HIDUP

Musin Hujan Nelayan Pilih Libur
Oleh : Samsul Arip | 28-Des-2007, 02:35:01 WIB

KabarIndonesia - Sidoarjo, Musim hujan kali ini membuat nelayan kawasan Sidoarjo berfikir dua kali untuk melaut. Apalagi ditambah kejadian terlemparnya 4 nelayan asal desa Bluru Kidul dari perahu saat diterjang hujan angin. “Istilahnya saat ini musimnya kerang batik, mendung, hujan dan timbul angin kencang,” kata H Waras salah seorang nelayan Desa Bluru Kidul yang juga menjadi sekretaris Paguyupan Nelayan Sumber Rezeki Bluru Kidul, Rabu (26/12).

H. Waras mengungkapkan, dirinya sudah paham dengan kondisi alam terakhir ini. Tapi kalau tidak melaut berarti tidak mendapatkan penghasilan. “Kami hanya bisa menyarankan agar lebih hati-hati dan tetap memperhatikan keselamatan,” ujarnya.
 
Dua tiga hari lalu saat mendung dan hujan turun sejumlah nelayan Bluru Kidul memilih tidak melaut. Mereka lebih nyaman berada di rumah dan menunggu kondisi cuaca benar-benar reda dan memungkinkan untuk pergi ke laut. “Kalau sedang musim kerang batik seperti ini banyak nelayan yang menunda ke laut hingga kondisi cuaca bersahabat,” kata Waras.

Sebenarnya setiap nelayan sudah mempunyai teknis sendiri untuk menghadapi segala kemungkinan cuaca saat berada di lautan lepas. Seperti melepas jangkar ke laut agar perahu tidak terbawa arus. “Tapi jika angin dan gelombang benar-benar kencang seperti kemarin, bisa-bisa kapal pecah dan karam” ujarnya.

Lain lagi dengan Musi, nelayan dari Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati. Musi dan tiga rekannya dua hari kemarin memang libur tidak melaut karena musim hujan dan angin kencang. Bahkan terjangan angin kencang sampai mencabut patok jaring miliknya yang ada di tengah laut. “Kami sedang libur dan memperbaiki patok jaring ini karena disapu angin kencang,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Musi, nelayan tidak pernah memperhatikan data maupun petunjuk dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Mereka hanya memandang awan dan mendung yang tampak. “Saat ada mendung berarti ada angin, dan kami harus hati-hati,” tukasnya.

Tidak takut dengan ombak besar ? Namanya pekerjaan semua ada resikonya. Termasuk sebagai nelayan yang tiap hari harus kelaut. “Bukan hanya nelayan yang ada resikonya, sopir bus juga beresiko dan semua pekerjaan ada resikonya,” pungkas Musi.

Pencarian 2 Nelayan Hilang

Dua nelayan Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, yang hilang disapu angin kencang saat mencari kerang Senin (24/12) lalu, belum ditemukan. Sebanyak 14 personel tim gabungan dari Basarnas Cabang Surabaya, TNI, Polri dan nelayan setempat yang diterjunkan, hingga Rabu (26/12) masih terus menyisir perairan di sekitar Desa Gisik Cemandi.

Hernanto, Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya mengatakan, pencarian nelayan ini sebenarnya akan dilakukan Selasa (25/12) lalu. Tapi saat itu cuaca tidak mendukukug dan ditunda Rabu (26/12). “Saat ini juga (Rabu) sebenarnya cuaca kurang mendukung, tapi pencarian secepatnya harus dilakukan,” katanya.

Lantaran cuaca buruk dan terjadi pasang laut yang besar, pencarian tidak mungkin dilanjutkan. Sekitar pukul 13.00 WIB tim gabungan yang menggunakan dua perahu karet ini kembali ke dermaga di Desa Gisik Cemandi.

Tim SAR, lanjut Hernanto, telah menyisir sampai di kawasan laut Juanda. Namun, dari beberapa titik yang ditunjukkan Jailani, nahkoda perahu Sri Rejeki yang tenggelam, juga belum ada tanda-tanda dua korban ditemukan. Dugaan lain, dua nelayan yang tenggelam itu hanyut hingga perairan Probolinggo.

Di tengah rundung keresahan akan keberadaan korban, sempat muncul informasi yang menyebutkan telah ditemukan salah satu korban di kawasan perairan Pasuruan. Namun nelayan yang menemukan tidak berani mengangkat korban dan membawa ke tepi. Kabar tersebut sudah didengar oleh sejumlah nelayan Desa Bluru. Tapi hingga informasi itu diterima warga Desa Bluru warga masih menyangsikan.

Ciri-ciri yang diberikan saat berangkat melaut, Khamim mengenakan celana abu-abu. Ciri lain, tubuh agak kecil dan rambut bagian belakang sedikit gondrong. “Informasi dari nelayan Pasuruan ciri-cirinya hampir mirip, tapi kami belum yakin,” ujar salah satu nelayan Desa Bluru.

Seperti diberitakan empat nelayan Bluru yang menjadi korban hempasan gelombang dan angin besar adalah Iksan dan Jailani ditemukan. Sedangkan dua orang lainnya hingga sekarang belum ada kabarnya yakni Khamim dan Suparno.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia