KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menteri Susi Pudjiastuti Menolak Pukat Trawl Demi Menjaga Keutuhan Biota Laut

 
LINGKUNGAN HIDUP

Menteri Susi Pudjiastuti Menolak Pukat Trawl Demi Menjaga Keutuhan Biota Laut
Oleh : Agus Suriadi | 14-Des-2017, 14:38:43 WIB

Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti menghadiri Acara Rembug Nelayan Sumatera Utara yang dilaksanakan di Pantai Sialang Buah kecamatan Teluk Mengkudu kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (14/12).

Selain Menteri Kelautan dan Perikanan RI, hadir juga dalam acara tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo, Gubernur Sumatera Utara DR.H.T Ery Nuradi,M.Si, Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman, Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Ali Triswanto, S.E, M.Si, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut H. Zonny Waldi, S.Sos, MM, Kajari Serdang Bedagai Jabal Nur, SH, MH, Kadis Kanla Sergai Sri Wahyuni Pancasilawati, Ketua Rembug Nelayan Sumatera Utara Sutrisno serta ribuan nelayan se-Sumut yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional.

Menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti di Kabupaten Serdang Bedagai, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman pada awal sambutannya mengucapkan selamat datang di tanah bertuah negeri beradat ini. "Dengan kehadiran Ibu Menteri diharapkan dapat membawa dampak positif bagi nelayan Sumatera Utara khususnya nelayan Sergai serta dapat menampung aspirasi nelayan tradisional dan memberikan motivasi agar mereka mampu mengembangkan perekonomiannya." kata Soekirman.

Sedangkan Menteri Susi Pudjiastuti dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menampung aspirasi para nelayan. Untuk merubah sesuatu tidak semudah yang di bayangkan, menjadikan laut masa depan bangsa dan mewariskan laut yang kaya dengan ikan dan biota-biota laut lainnya kepada anak cucu kita di masa yang akan datang merupakan tanggung jawab kita bersama.

Dikatakannya pula untuk memastikan pengelolaan laut secara benar harus punya kebijakan yang berpihak kepada nelayan tradisional, menjaga habitat biota laut, mencegah hal-hal yang dapat merusak habitat ikan dan merusak peralatan tangkap nelayan tradiaional misalnya pukat trawl harus ditindaklanjuti dengan serius.

Susi dengan tegas juga mengajak masyarakat untuk menjaga kedaulatan laut guna menghindari konflik dan memanfaatkan laut karena laut adalah masa depan bangsa. "Dengan menjaga hutan bakau mengusir setiap kapal asing yg masuk di perairan Indonesia dan mengatur regulasi penagkapan ikan serta menjaga habitat ikan dengan menanam banyak pohon bakau serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang limbah ke laut, maka kita telah berperan menjaga laut sebagai sumber kehidupan di masa depan" jelas Susi.

Acara yang disponsori oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) ini  juga diisi dengan sesi tanya jawab. Aliansi Nelayan Tradisional (ANT) meminta penghapusan pukat trawl yang tidak mempunyai izin operasi karena dengan beroprasinya pukal trawl maka penghasilan nelayan tradisional menjadi menurun. Aliansi juga mengharapkan adanya SPBU mini utuk nelayan.

Menjawab pertanyaan ANT, Menteri Susi mengajak nelayan untuk membuat koperasi bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diharapkan dapat mengembangkan perekonomian nelayan tradisional.

Menambah jawaban dari Menteri, Gubsu DR. H.T Ery Nuradi,M.Si menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin untuk pukat trawl dan akan menindaknya. Selain itu, Gubsu menyatakan bahwa sepanjang tahun 2017 ini sudah 20.000 asuransi nelayan yang telah dikeluarkan. Dia juga mengajak nelayan untuk saling menjalin sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk menjaga laut.

Sebelumnya, Ketua kegiatan Rembug Nelayan Sumatera Utara, Sutrisno dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan dana dari nelayan, dilaksanakan oleh nelayan dan diperuntukkan untuk nelayan pula. Sutrisno menyampaikan rasa bangga dengan kehadiran Ibu Menteri di daerah ini dan diharapkannya  dapat memotivasi para nelayan tradisional di Sumut, karena melalui kegiatan ini dapat menampung aspirasi nelayan tradisional.(*)

Teks Foto:
DIALOG : Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti didampingi Gubsu DR.H.T Ery Nuradi,M.Si, Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman, Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Ali Triswanto, S.E, M.Si, melakukan dialog dengan para nelayan pada acara Rembug Nelayan Sumatera Utara yang dilaksanakan di Pantai Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (14/12). Foto : HOKI/Agus

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia