KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Mengenal Geopark Kaldera Toba sebagai Tinggalan Letusan Gunung Api Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Jun-2017, 15:40:57 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Geopark adalah kawasan yang memiliki makna sebagai suatu warisan geologi, yang menjadi tempat penerapan strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan, yang dilakukan melalui manajemen yang terstruktur baik dan realistis.
Geopark merupakan kawasan warisan geologi yang mempunyai nilai ilmiah (pengetahuan), jarang memiliki pembanding di tempat lain (langka dan unik), serta memiliki nilai estetika dalam berbagai skala. Nilai-nilai itulah yang menyatu membentuk sebuah kawasan yang unik. Selain menjadi tempat kunjungan dan objek rekreasi alam-budaya, geopark juga memiliki fungsi sebagai kawasan warisan geologi yang mempunyai arti lindung, selain sebagai situs pengembangan ilmu pengetahuan kebumian.

Konsep Geopark adalah sebuah konsep manajemen untuk mengelola satu kawasan yang berisikan warisan geologi, warisan keragaman hayati dan keragaman budaya.
Menurut UNESCO konsep Geopark adalah :
> menawarkan peluang untuk mengenali, melindungi, mengembangkan situs warisan bumi di tingkat global
> memberi ciri hubungan antara manusia dengan lingkungan geologi, selain mengenali kemampuan situs tersebut sebagai pusat pengembangan ekonomi
> sebuah paradigma penyatuan antara ilmu pengetahuan dengan budaya, yaitu melalui pengenalan keadaan fisik alam yang penting karena mempunyai makna dan bersifat unik.

Geopark juga adalah situs warisan bumi yang terdiri dari:
ð Unsur-unsur bumi (mineral, batuan, fosil, struktur geologi, bentangalam—gunung, pantai, sungai, danau, kars) yang memiliki nilai lebih dari aspek keunikan, kelangkaan, dan estetika
ð Termasuk kehidupan di dalamnya (flora-fauna-manusia), serta budaya yang dihasilkan oleh manusia (masa lalu & masa kini) ® berdasarkan filosofi “wadah” dan “isi”.

Dengan demikian Geopark harus dipahami sebagai:
• suatu kawasan, yang memiliki batas yang tegas dan nyata; luasnya cukup mendukung penerapan kegiatan rencana aksi pengembangannya
• sarana pengenalan warisan bumi. Mengan-dung sejumlah situs geologi yang memiliki makna ilmu pengetahuan, kelangkaan, estetika, dan pendidikan; terdukung oleh aspek bukan-geologi (arkeologi, ekologi, sejarah, budaya). Dengan demikian geopark adalah kawasan lindung, Situs geologi=warisan bumi, yang berdasarkan arti, fungsi dan peluang pemanfa-atannya keberadaan situs tersebut perlu dilindungi
• kawasan pengembangan geowisata, Situs warisan bumi berpeluang menciptakan nilai ekonomi (lokal, nasional, regional) melalui pengembangan pariwisata berbasis kebumian (geowisata) secara berkelanjutan ® keseimbangan nilai ekonomi dan konservasi
• sarana kerjasama dengan masyarakat lokal, Masyarakat masih diperbolehkan tinggal di dalam kawasan,dan dimotivasi untuk menjadi agen pem-bangunan aktif dalam program revitalisasi kawasan secara keseluruhan
• tempat uji-coba iptek, Meningkatkan metoda perlindungan yang efektif dan efisien.

Berdasarkan makna geologi, kelangkaan dan keindahan yang dimiliki, geopark merupakan kawasan lindung. Fenomena itu mewakili sejarah, kejadian dan proses bumi. Seperti halnya Taman Nasional, geopark dikelola oleh pemerintah di mana situs itu berada. Hal ini menunjukkan bahwa geopark sangat berperan dalam kehidupan umat manusia. €Selain membuka peluang bagi penelitian dan pendidikan, geopark memiliki potensi usaha penumbuhan dan pengembangan ekonomi lokal. Keadaan itu akan menciptakan lapangan kerja dan penumbuhan ekonomi baru.
€ Geopark juga berpotensi dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata (geowisata), selain menjadi lokasi usaha perdagangan atau pembuatan barang kerajinan seperti cetakan fosil sebagai cinderamata (geoproduct).

Khusus untuk pengembangan pariwisata berbasis geopark (geowisata) maka titik berat pengelolaannya adalah:
• Pemanfaatan nilai ilmiah geopark, dengan harapan setelah mengunjungi geopark dan memahami sejarah pembentukan bumi akan tumbuh kepedulian untuk melindungi alam warisan bumi
• Pendalaman informasi aneka ragam bentangalam ketika menikmati keindahan alam
• Penggalian pengalaman ketika mengamati fenomena alam dan budaya masyarakat setempat di dalamnya, Geowisata diproyeksikan dapat menjadi sarana penggalian, penumbuhan, dan pengembangan nilai ekonomi geopark secara berkelanjutan Sebagai wadah pengembangan, geopark bersifat konservatif

Sejarah Kaldera Toba dan Pulau Samosir di tengah Danau Toba
Secara geologi meletusnya Gunung Toba telah membentuknya Danau Toba. Konon, Gunung Toba purba mengalami 3 kali letusan  sebagai berikut :
a. Letusan I : Erupsi generasi pertama terjadi sekitar 850 ribu tahun yang lalu, yang menghasilkan kaldera (kawah) di timur danau toba (Porsea dan sekitarnya); Memuntahkan 500 km3 material piroklastika bersusunan Andesitan hingga Riolit, Membentuk kaldera yang meliputi kawasan Sibaganding Porsea, di sebelah tenggara Danau Toba saat ini
b. Letusan II : sekitar 500 ribu tahun lalu, membentuk kaldera (kawah) di sebelah utara danau toba (Haranggaol dan sekitarnya)., memuntahkan 60 km3 material piroklastika bersusunan Andesitan hingga Riolit, Membentuk kaldera yang dikenal sebagai kaldera Haranggaol, di sebelah utara Danau Toba saat ini.
c. Letusan III: yang terdahsyat terjadi sekitar 74.000 - 75.000 tahun yang lalu, yang sebagian besar materialnya dimuntah kan/ terbuang yang membentuk kubah besar yang disebut kawah/kaldera Toba, dan letusan ini dikenal sebagai letusan Supervulcano.

Dengan volume material yang dimuntahkan >1000 km3, maka erupsi generasi ketiga ini disebut sbg “erupsi super volcano Toba” Dengan VEI>8. Erupsi Gunung Api Toba generasi ketiga adalah terdahsyat sepanjang sejarah Kuarter (dalam 2 juta tahun terakhir). Dari erupsi 2.800 km3, sebanyak 2.000 km3 adalah abu vulkanik yang tertiup angin ke barat dan menyebar ke separuh bumi hingga Kutub Utara. Aliran piroklastika (awan panas letusan), hujan batu apung, dan abu vulkanik memusnahkan daerah bagian tengah Pulau Sumatera, menyebar ke arah barat-barat daya hingga mencapai Semenanjung Malaya, Indocina, dan India.

Kemudian kawah/kaldera Toba berangsur-angsur terisi air hujan selama ratusan tahun lamanya itulah yang membentuk Danau Toba. Pada proses akhir, dimana tenaga magma yang masih tersisa mengakibatkan terjadinya pengangkatan dasar danau itulah menjadi Pulau Samosir

Dalam rangka manajemen pengelolaan Geopark Kaldera Toba, dibentuklah wilayah pengelolaan berdasarkan kronologis letusan. Wilayah pengelolaan kemudian disebut sebagai Geoarea yang terdiri atas beberapa geosite atau situs yakni:
- Geoarea Kaldera Porsea, di sebelah timur meliputi geosite di Parapat (Kabupaten Simalungun) sampai Porsea (Kabupaten Toba Samosir).
- Geoarea Kaldera Haranggaol, di sebelah utara meliputi geosite di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi
- Geoarea Kaldera Sibandang, di sebelah selatan meliputi geosite di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan
Geoarea Pulau Samosir, yang berada dibagian tengah meliputi geosite di Kabupaten Samosir .

Menurut hasil penelitian para ahli geologi, telah diidentifikasi 42 geosite di Kawasan Danau Toba, dan 35 geosite terdapat di Kabupaten Samosir.

Menyongsong pengajuan kembali Geopark Kaldera Toba menjadi Anggota Unesco Global Geopark Network, Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba Provinsi Sumatera Utara menetapkan geosite unggulan di Geoarea Samosir yakni:
1. Geosite Pusuk Buhit terdiri atas Geopoint : Aek Rangat, Desa Sianjur-mulamula, Ekowisata Hutaginjang, Batu Hobon, Sigulatti, Puncak Pusuk Buhit, Pitu Mual di kaki pusuk buhit dan Tano Ponggol
2. Geosite Tele terdiri dari geopoint Panatapan,Simanukmanuk, Simpang Gonting dan Simpang Limbong
3. Geosite Hutatinggi-Sidihoni terdiri dari geopoint Hutatinggi, Danau Sidihoni, Salaon Toba dan Salaon Dolok
4. Geosite Ambarita Tuktuk Tomok (Amtuto) terdiri dari : Batu Persidangan Siallagan, Batuan Tuktuk, Makam Tua Raja Sidabutar –Sigalegale Tomok; Kebun Raya Tomok. Pagar Batu (Lontung).

Lebih lanjut diketahui bahwa pada beberapa tempat di permukaan bumi Samosir ditemukan bukti-bukti ilmiah tentang terangkatnya Pulau Samosir dari dasar danau, antara lain terdapat di Huta Tinggi, Salaon, Huta Sidolon-dolon dan di lokasi lain. Geo Area Samosir terdiri dari 4 Geosite (Gs) yakni : Gs Pusuk Buhit, Gs Tele, Gs Endapan danau Sidihoni, Gs Ambarita-Tuktuk-Tomok (Amtuto); Geosite di GAS (geo area samosir) terbagi atas Geopoint (Gp) yakni : Gs Pusuk Buhit – 8 Gp; Gs Tele-4 Gp; Gs Hutatinggi Sidihoni-4 Gp dan Gs Amtuto-5 Gp;

Apa manfaat/keuntungan yang akan diperoleh masyarakat Samosir dengan adanya Geopark Kaldera Toba?
€
Pertama, kelangkaan, keanekaragaman tinggalan dan keindahan yang dimiliki akan terpelihara dan lestari, geoarea Samosir merupakan kawasan lindung. sejarah, kejadian dan proses terbentuknya Kaldera Toba, Pulau Samosir dan situs yang ada di Samosir akan dijaga, dipelihara dan dilestarikan bersama oleh pemerintah dan masyarakat lokasi situs itu berada.
€
Kedua, akan terbuka peluang bagi penelitian dan pendidikan para anak sekolah/ mahasiswa, ilmuwan dan perusahaan yang bergerak di bidang kebumian (sumber daya bumi : minyak, emas, perak, gas, dan sebagainya
€
Ketiga, masyarakat memiliki potensi penumbuhan usaha dan pengem-bangan ekonomi lokal, dan pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja dan penumbuhan usaha/ekonomi baru. (usaha home stay, hotel, restoran, kuliner, transportasi dan sebagainya)

Keempat, potensi alam, seni budaya dan sejarah pola kehidupan dapat dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata (geowisata), juga menjadi lokasi usaha perdagangan atau pembuatan barang kerajinan seperti cetakan fosil sebagai cinderamata (geoproduct). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia