KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Manajemen Penanggulangan Bencana

 
LINGKUNGAN HIDUP

Manajemen Penanggulangan Bencana
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 27-Des-2007, 13:03:16 WIB

KabarIndonesia - Tiga tahun tsunami Aceh diperingati dengan melakukan simulasi penanggulangan bencana. Tapi saat bersamaan musibah banjir dan tanah longsor di Jawa mengakibatkan sedikitnya 70 orang hilang atau tewas. Sosiolog Imam Prasojo mememinta pemerintah membuat manajemen penanggulangan bencana yang lebih efisien. Ketua organisasi kemanusiaan Nurani Dunia ini cemas kalau pengorganisasian ini tak jalan maka makin banyak musibah sulit diatasi.

Sebagai sumber utama yang harus disiapkan itu adalah perangkat pengorganisasian sosialnya. Karena kalau seandainya kita terfokus hanya kepada alat-alat pendukung seperti early warning system [sistem peringatan dini,Red.] tapi pengoperasiannya tidak jelas, follow-up-nya apa? Itu malah justru akan menimbulkan kepanikan-kepanikan.

Ini sudah terbukti di Aceh, warning system itu berjalan, tetapi terus kemudian tidak tahu harus apa. Oleh karena itu, dengan adanya undang-undang baru tentang penanggulangan bencana, harusnya pihak pemerintah Indonesia bisa segera mengimplementasikan seluruh perangkat-perangkat pengorganisasiannya, lengkap dengan jajaran siapa yang harus melakukan.Tetapi undang undang itu belum selesai, tidak bisa dilaksanakan tanpa ada peraturan pemerintah atau Perda yang memang disyaratkan di dalam undang undang itu.

"Akibatnya siapa yang akan menjadi pelaksana di dalam pengorganisasian seperti itu, sehingga sampai hari ini pun mengambang. Itu menurut saya yang paling prinsipil untuk saat ini. Tetapi masyarakat tidak bisa terus-menerus menggantungkan terhadap kinerja pemerintah, dalam hal ini superlambat.

Oleh karena itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk membesarkan hati adalah menggerakkan inisiatif publik, komunitas sipil ataupun komunitas usaha untuk bergabung melakukan upaya-upaya pemberdayaan, betapapun sebetulnya kurang efektif dilakukan karena kurang ada otoritas politik.

Pemerintah ini kita tunjuk karena kita beri wewenang untuk melakukan sebuah pengorganisasian sosial maupun politik untuk bisa mendukung upaya-upaya seperti ini secara nasional." Kuntoro Mangkusubroto, Ketua BRR Aceh dan Nias pernah mengatakan bahwa Indonesia butuh sebuah organisasi "super power" seperti BBR, karena di bawah Presiden langsung, tidak lagi melewati jalan-jalan birokrasi yang ribet di Indonesia.

Jadi bisa bertindak dan punya kekuatan. Apakah memang perlu organisasi semacam ini. Melihat 26 Desember ini ada lagi tanah longsor. Rakyat bersatu padu, Pemda bekerja, tapi tetap pengorganisasiannya kacau. 

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia