KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Konferensi Sanitasi & Air Minum Nasional 2019

 
LINGKUNGAN HIDUP

Konferensi Sanitasi & Air Minum Nasional 2019
Oleh : Supriyanto | 04-Des-2019, 18:56:05 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Kegiatan Konferensi Sanitasi & Air Minum Nasional 2019 yang diadakan hari Senin, 2 Desember 2019 di Hotel Kempisky Jakarta, merupakan advokasi 2 tahunan yang digagas oleh Pokja Pembangunan Perumahan Pemukiman Air Minum & Sanitasi Nasional, yang mengundang 34 gubernur serta 269 peserta bupati, walikota, dutabesar negara sahabat, mitra pembangunan, akademisi, organisasi kenasyarakatan dan swasta.
Di tahun 2019 ini Bappenas juga mengadakan festival untuk memberikan informasi dan membuka komunikasi yang lebih luas kepada masyarakat umum tentang pentingnya pembangunan sanitasi & air minum. Tema kali ini adalah menuju layanan sanitasi & air minum yang aman, inovatif dan berkelanjutan untuk semua dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjut (SDG). 
Indonesia saat berhasil meningkatkan akses sanitasi air limbah domestik  yang layak dari 58,44% (thn 2011) menjadi 74,58% (thn 2018) dan menurunkan tingkat praktek BAB atau buang air besar sembarangan ditempat terbuka dari 19,39% (th 2011) menjadi 9,36% (th 2018), memang masih terdapat kesenjangan dimana hanya 7,42% rumah tangga memiliki akses terhadap pengelolaan air limbah domestik yang aman.
Air limbah domestik yang tidak dikelola secara aman akan mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan maupun air tanah yang menjadi sumber air minum. Untuk air minum yang layak Indonesia juga telah berhasil meningkatkan akses layak dari 82,14% (thn 2011) menjadi sebesar 87,75% (thn 2018), namun baru 20,14% yang merupakan akses air minum/air bersih perpipaan sisanya dilakukan dengan swadaya. Akses air minum secara swadaya bukan merupakan akses yang ingin kita sediakan, namun karna sulit dipastikan kualitas dan kuantitasnya. Selain itu dampaknya terhadap lingkungan seperti berkurangnya cadangan air tanah dan keruhnya permukaan tanah sangatlah besar. Sementara itu akses air minum aman yang mana kulitas air sudah memenuhi syarat untuk diminum dengan proporsinya saat ini baru mencapai 8,5%.
Jika dilihat dari jumlah perangkat lainnya yang belum memiliki akses sanitasi & air minum layak sebagai indikator rumah layak huni, maka pada tahun 2018 hanya 54% rumah tangga memiliki kedua2nya. Capaian akses sanitasi & air minum layak tersebut juga ternyata masih menempatkan posisi Indonesia dibawah urutan diantara negara G-20 Indonesia berada pada posisi terendah untuk penyediaan akses air minum dan posisi ke-2 terendah untuk penyediaan akses sanitasi.
Beberapa permasalahan yang menyebabkan belum tercapainya target menurut Bappenas adalah:
1. Rendahnya tata kelola dan kapasitas kelembagaan penyedia layanan, banyak PDAM yang tidak sehat demikian juga dengan institusi pelayanan air limbah domestik;
2. Kebutuhan pendanan yang relatif besar untuk memenuhi target akses sanitasi & air minum hingga tahun 2024 yang diperlukan pendanaan sebesar Rp. 404 Trilyun, hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk menciptakan skema pendanaan yang inovatif, efektif dan efisien termasuk mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan yang ada;
3. Pembangunan infrastruktur yang belum direncanakan dengan baik seringkali insfraktruktur sanitasi & air minum yang dibangun tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah;
4. Masih berkurangnya kesadaraan masyarakat dan para pihak tentang pentingnya layanan sanitasi & air minum yang baik serta berperilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam rancangan RPJAM 2020-2024 Pemerintah akan fokus untuk meningkatkan target akses sanitasi & air minum yang aman dan berkelanjutan yaitu 90% akses sanitasi layak termasuk didalamnya akses aman sebesar 20% praktek BAB 0%. Berikutnya adalah 100% akses air minum layak yang didukung dengan penyediaan akses air minum sebesar 30% melalui pembagunan 10 juta sambungan pipa rumah tangga termasuk didalamnya akses air minum aman sebesar 15%.(*)    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 
SATU DETIK SETELAH KEMATIAN 26 Mei 2020 08:28 WIB

BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia