KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniUrgensi Mengemballikan Pelajaran PMP di Sekolah oleh : Adolf Roben Lanapu
17-Feb-2019, 21:19 WIB


 
  KabarIndonesia - Dalam satu dekade ini terjadi perubahan besar pada lingkungan budaya di masyarakat, yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan persaingan industri elektronik. Murah dan mudahnya memiliki gadget canggih seperti smartphone berperan merubah perilaku masyarakat yang awalnya lebih
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA




 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Diam Dalam Rasa 18 Feb 2019 13:56 WIB

Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kebun Binatang Tempat Memelihara atau Menyiksa?

 
LINGKUNGAN HIDUP

Kebun Binatang Tempat Memelihara atau Menyiksa?
Oleh : Kabarindonesia | 26-Jan-2019, 06:22:58 WIB

KabarIndonesia - Setiap hari sekitar 100 spesien hewan punah. Manusia menghancurkan ruang hidup hewan-hewan ini atau memburu mereka. Dapatkan kebun binatang membantu menjaga hewan dari kepunahan?

Memelihara binatang buas lama hanya merupakan hak istimewa para bangsawan. 4000 tahun lalu Kaisar Dinasti Xia memiliki menagerie, yakni kandang-kandang berisi hewan liar. Penguasa Asiria memelihara buaya, dan penguasa Aztek memelihara burung pemangsa. Wangsa Medici menyayangi binatang-binatang eksotis di tamannya demikian pula Ludwig ke-16 dari Perancis. Dan terutama Franz Stephan von Lothringen (Franz I. Stephan).

 
Tahun 1752 ia mendirikan kebun binatang tertua yang hingga kini masih ada di dunia, Kebun Binatang Schönbrunn di Wina. Tapi dulunya bukan untuk melindungi spesies hewan. Tujuan itu baru menjadi kepentingan utama kebun binatang modern pada abad ke-21. Apalagi untuk banyak jenis hewan, ruang hidupnya makin sempit. Lebih dari tujuh milyar orang harus dicukupi dengan bahan pangan dan sumber daya. Dan pertanian serta pertambangan memakan lahan. 

Selain itu produksi energi dari tanaman ini membuat kilometer persegi demi kilometer persegi lahan menjadi tanah pertanian, ladang, perkebunan dan lahan bangunan. Dengan hilangnya ruang hidup, binatang ikut menghilang. Musnahnya ruang hidup adalah alasan utama punahnya keragaman spesies. Juga perubahan iklim yang merugikan, terutama bagi spesies hewan yang menyesuaikan diri dengan suhu dingin. Meski demikian manusia secara langsung juga membunuh binatang. 

Gorila diburu oleh kelompok bandit yang berbisnis intan berdarah, hewan-hewan langka menjadi daging santapan di pasar-pasar Afrika dan Asia. Malam hari saat burung tempua berkumpul, pohon tempat mereka tidur dibakar, agar jangan sampai ada hewan yang menjadi musuh petani itu selamat. 

Sementara pengejaran gajah di Afrika Barat meningkat tajam. Dan juga badak bercula hanya dapat bertahan hidup, jika mendapat pengawalan bersenjata. Bertolak dari kondisi tersebut apakah kebun binatang merupakan tempat pertolongan terakhir, untuk dapat menjaga binatang pada masa yang lebih baik? Atau apakah para kritisi benar, bahwa pemeliharaan dalam kandang adalah penyiksaan binatang. 

Seperti tuntutan organisasi pelindung binatang Peta kepada Menteri Pertanian Jerman Ilse Aigner untuk melarang pemeliharaan harimau. (Menyusul terjadinya serangan harimau di Kebun Binatang Köln yang menyebabkan tewasnya petugas perawat harimau di kebun binatang tersebut.) "Jika seekor harimau memiliki kesempatan menyerang atau menyelematkan diri dari manusia, kesempatan itu juga dimanfaatkannya." Demikian dijelaskan oleh anggota organisasi Peta, Peter Höffken. 

Dimana gepard atau simpanse selalu saja kabur dari kandangnya membuktikan, bahwa binatang ingin keluar dari situ. Bagi Höffken kebun binatang adalah „penjara dengan keamanan tinggi." Kisah Sukses Pembudidayaan Spesies Bahwa hewan-hewan di kebun binatang masih tetap binatang buas, juga diyakini Manfred Niekisch. „Binatang buas tetap selalu binatang buas, juga meskipun tinggal di kebun binatang." 

Namun menurut direktur kebun binatang Frankfurt itu, hewan-hewan di kebun binatang tidak mengalami gangguan psikis. Perubahan sikap seperti yang pernah terjadi dimana gepard di kandang sempit tidak memiliki kegiatan apapun, tidak lagi terjadi pada kebun binatang modern yang diorganisir dengan baik. Apakah itu untuk kura-kura atau harimau, saat ini disediakan program aktivitas yang mengimbangi kerugian dalam kehidupan di ruangan sempit, dijamin Niekisch. "Tapi terutama atas dasar kemajuan dalam kedokteran hewan kini lebih mudah memelihara hewan sesuai dengan keperluan spesies hewan tersebut. 

Orang utan dulu misalnya atas pertimbangan higienis dipelihara dikandang dengan arsitektur seperti kamar mandi, yakni dengan ubin dan besi. Kini mereka hidup di tanah yang empuk dengan arsitektur hutan tropis buatan, dan demikian lebih mirip kehidupan alaminya. Karena kondisi kehidupan mereka lebih baik, hewan di kebun binatang memiliki usia hidup lebih panjang dibanding hewan di kehidupan liar dan banyak spesies dapat terus berkembang biak. 

Sementara ini ada populasi yang besar di kebun binatang. Untuk harimau Siberia dua pertiganya terdapat di kebun binatang. Spesies mereka terus terjaga dan jika suatu hari kondisi persyaratannya memungkinkan, hewan-hewan ini dapat dilepaskan ke kehidupan liar dan membina populasi baru. "Bahwa gagasan ini membuahkan hasil, ditunjukkan kisah sukses pada bison, kuda Przewalski (kuda di Mongolia) atau burung kondor Kalifornia," kata Manfred Niekisch. Juga populasi scimitar oryx dan addax di Afrika Timur, tamarin singa emas (marmoset emas) di Amerika Selatan atau bearded vulture di Eropa Tengah dan Selatan tidak akan berlanjut populasinya tanpa pemeliharaan di kebun binatang. 

"Kebun binatang untuk menyelamatkan keragaman hayati saat ini tidak dapat digantikan." Hal ini juga diyakni Dag Encke, kepala kebun binatang Nürnberg. „Tidak ada tempat lainnya yang kini memiliki pengetahuan lebih besar daripada kebun binatang untuk menciptakan kembali populasi vital yang mampu bertahan hidup dari sisa hewan-hewan sebuah spesies."       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia