KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJokowi Korban Hoaks Lebih Beruntung Dibanding Korban Hoaks Lain oleh : Kabarindonesia
21-Jan-2019, 11:43 WIB


 
 
KabarIndonesia - Apa yang dialami Presiden Joko Widodo sebagai korban hoaks masih belum ada apa-apanya. Bandingkan dengan korban-korban hoaks lainnya, yang sendirian. Hoaks tak butuh masuk akal. Kurang masuk akal apa lagi, katakanlah, hoaks Jokowi ada di depan D.N. Aidit
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Tetaplah Tenang 23 Jan 2019 10:23 WIB

Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan

 
LINGKUNGAN HIDUP

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 17-Des-2007, 03:33:31 WIB

KabarIndonesia - Industri pertanian yang bertumpu pada produksi massal merugikan penduduk desa negara-negara berkembang. "Untuk pertama kali dalam sejarah manusia, industri agraris berkembang pesat tapi saat bersamaan jumlah orang kelaparan juga meningkat," kata Vandana Shiva, aktivis lingkungan India.

Ini usahanya melawan perusahaan multinasional seperti Monsanto yang ingin mengembangkan tanaman hasil rekayasa genetik. Menurut Dr. Shiva, pola pertanian modern dengan penggunaan pupuk, bahan bakar dan irigasi skala massal harus diubah. Produksi monokultur juga harus dihentikan.

"Industri pertanian saat ini tidak menghasilkan makanan bervariasi," ujar Shiva. "Yang diproduksi komoditas makanan tertentu dalam jumlah besar seperti padi, gandum, jagung dll. Tapi, makanan punya lebih banyak variasi."

Ekspor kekeringan

Konsumen negara Barat dewasa ini bisa makan makanan apa saja sepanjang tahun. Asia dan Afrika menjadi "ladang" memenuhi permintaan makanan negara-negara kaya. Ada anggapan, ini menguntungkan negara-negara berkembang. Tapi menurut dr. Shiva, itu anggapan salah.

"Industri pertanian global saat ini mengakibatkan erosi keragaman hayati. Petani kecil sangat dirugikan. Masyarakat Masai misalnya, kekurangan air karena sebagian besar dipakai irigasi perkebunan selada dan bunga untuk ekspor ke Eropa. Ini namanya mengekspor kekeringan ke Afrika," kata dr. Shiva.

Dr. Shiva berpendapat, pola pertanian dunia harus diubah. "Kita harus menemukan pola tanam ramah dan sinambung," ujarnya. Pola pertanian  tradisional bisa menjadi alternatif. Bercocok tanam dalam skala kecil untuk menghasilkan berbagai jenis makanan, bukan komoditas, adalah sistem lebih baik. Dengan cara itu para petani bisa pula menikmati hasil bumi mereka.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 
Sibuk Membuat “TUHAN” 22 Jan 2019 18:53 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia