KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan

 
LINGKUNGAN HIDUP

Industri Pertanian Ciptakan Kelaparan
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 17-Des-2007, 03:33:31 WIB

KabarIndonesia - Industri pertanian yang bertumpu pada produksi massal merugikan penduduk desa negara-negara berkembang. "Untuk pertama kali dalam sejarah manusia, industri agraris berkembang pesat tapi saat bersamaan jumlah orang kelaparan juga meningkat," kata Vandana Shiva, aktivis lingkungan India.

Ini usahanya melawan perusahaan multinasional seperti Monsanto yang ingin mengembangkan tanaman hasil rekayasa genetik. Menurut Dr. Shiva, pola pertanian modern dengan penggunaan pupuk, bahan bakar dan irigasi skala massal harus diubah. Produksi monokultur juga harus dihentikan.

"Industri pertanian saat ini tidak menghasilkan makanan bervariasi," ujar Shiva. "Yang diproduksi komoditas makanan tertentu dalam jumlah besar seperti padi, gandum, jagung dll. Tapi, makanan punya lebih banyak variasi."

Ekspor kekeringan

Konsumen negara Barat dewasa ini bisa makan makanan apa saja sepanjang tahun. Asia dan Afrika menjadi "ladang" memenuhi permintaan makanan negara-negara kaya. Ada anggapan, ini menguntungkan negara-negara berkembang. Tapi menurut dr. Shiva, itu anggapan salah.

"Industri pertanian global saat ini mengakibatkan erosi keragaman hayati. Petani kecil sangat dirugikan. Masyarakat Masai misalnya, kekurangan air karena sebagian besar dipakai irigasi perkebunan selada dan bunga untuk ekspor ke Eropa. Ini namanya mengekspor kekeringan ke Afrika," kata dr. Shiva.

Dr. Shiva berpendapat, pola pertanian dunia harus diubah. "Kita harus menemukan pola tanam ramah dan sinambung," ujarnya. Pola pertanian  tradisional bisa menjadi alternatif. Bercocok tanam dalam skala kecil untuk menghasilkan berbagai jenis makanan, bukan komoditas, adalah sistem lebih baik. Dengan cara itu para petani bisa pula menikmati hasil bumi mereka.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia