KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara

 
LINGKUNGAN HIDUP

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 06-Jun-2019, 03:45:35 WIB

KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada lingkungan, alam, dan planet bumi pada khususnya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1972 dan sudah menjadi menjadi agenda Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini untuk menandai pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara 5-16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan instrumen penting yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNEP (The UN Environment Programme) untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan serta mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia.

Hari peringatan ini dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Untuk tahun ini, pemerintah Tiongkok sebagai tuan rumah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 yang akan fokus pada enerji hijau. Hal ini didukung kemajuan produksi mobil listrik dan bis listrik, dengan prosentase 50%-99% dari produksi dunia.

Polusi udara merupakan darurat global yang mempengaruhi semua orang. Negeri berpenduduk milyaran itu akan memimpin perubahan dan mendorong aksi global untuk menyelamatkan jutaan jiwa. Melalui 25 kebijakan teknologi diharapkan dapat menurunkan 20 persen karbon dioksida dan 45 persen emisi metan secara global yang akan menurunkan pemanasan global.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 akan fokus pada penanganan emisi dari kendaraan dan memperketat konsentrasi parameter polusi udara.

Diketahui, polusi udara datang dari sektor pertanian, rumah tangga, industri, transportasi, limbah dan sumber lain. Masalah ini sangat kompleks dan rumit, namun tetap merupakan tanggung jawab manusia untuk mengurangi polusi udara, demi kelangsungan hidup manusia di bumi. Dengan memahami jenis-jenis polusi udara, dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan akan sangat membantu menentukan langkah-langkah untuk memperbaiki udara di sekitar kita.

Terkait dengan itu, Pemerintah, Industri, Komunitas dan Individu diharapkan bersama-sama mengeksplorasi enerji terbarukan dan menerapkan teknologi hijau, serta meningkatkan kualitas udara di perkotaan dan regional di seluruh dunia.

Dilaporkan, korban polusi udara di seluruh dunia diperkirakan 7 juta orang meninggal dini, ironisnya sekitar 4 juta terjadi di kawasan Asia Pasifik. Polusi udara juga merugikan ekonomi global sebanyak 5 triliun dolar setiap tahun dari segi kesejahteraan dan polusi ozon pada tingkat lahan, polusi udara diprediksi akan mengurangi produksi pangan hingga 26% pada tahun 2030.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini akan mengendalikan semua sumber pencemaran udara dan fokus pada penanganan emisi kendaraan. Caranya dengan mengembangkan program kebijakan bahan bakar setara Euro4, merevisi baku mutu emisi pembangkit listrik tenaga thermal, pembangkit berbahan bakar biomasa, penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan berbahan gas, kendaraan listrik dan LRT.

Emisi kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara, hampir mencapai 70%. Pemantauan hasil udara terburuk terjadi pada jam 7-10 dan 15-19 pada hari kerja. Pemerintah akan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Secara nasional pencegahaan kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem gambut juga prioritas berikutnya.

Melalui 25 kebijakan teknologi diharapkan dapat menurunkan 20 persen karbon dioksida dan 45 persen emisi metan secara global yang akan menurunkan pemanasan global.

Sebagai individu, orang per orang diharapkan turut memerangi polusi udara. Untuk memasak harus menggunakan bahan bakar yang tidak menimbulkan polusi udara. Untuk menuju ke kantor, sekolah dan tempat lain lebih memilih transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan jalan kaki.

Di dalam lingkungan (industri) tempat kita bekerja, juga harus berperan serta dalam penanganan limbah industri yang harus diolah secara tepat dan benar. Kenakan masker saat bepergian di tempat yang polusi udaranya buruk. Karena itu, mari peduli pada lingkungan kita. Kepedulian individu untuk semua program lingkungan nasional maupun global menjadi solusi terbaik untuk kebaikan semua umat manusia.(Dari berbagai sumber)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 
SATU DETIK SETELAH KEMATIAN 26 Mei 2020 08:28 WIB

BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia