KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Galian C di Kabupaten Subang, Antara Kerusakan dan Keuntungan

 
LINGKUNGAN HIDUP

Galian C di Kabupaten Subang, Antara Kerusakan dan Keuntungan
Oleh : Agus Eko Muchamad Solihin | 27-Des-2007, 07:05:19 WIB

KabarIndonesia - Jumlah galian C yang ada di Kabupaten Subang mencapai puluhan unit, bahkan kekayaan alam yang terkandung di bumi Kabupaten Subang sudah ratusan hektare yang diekplorasi. Menurut beberapa kalangan LSM pemantau lingkungan hidup keberadaan Galian C tersebut merusak lingkungan, namun untuk kalangan masyarakat tertentu galian C menguntungkan. Menurut Ketua Komite daerah lairan sungai dan lingkungan hidup (Komdas dan LH) Kabupaten Subang, Hendi Sukmayadi, kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Subang saat ini sangat ironis, disatu sisi lingkungan di Kabupaten Subang semakin hancur, di sisi lain, sebagian masyarakat membutuhkan Galian C ini sebagai penghidupan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
 
“Kami  menilai bahwa galian C ini sebagai penyumbang terbesar rusaknya lingkungan hidup di Kabupaten Subang, dan sampai hari ini persoalan galian C ini tidak pernah terselesaikan baik dari segi kerusakan lingkungannya maupun dari segi ekonominya padahal Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Subang dengan “sangat berani” mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Galian C,” ungkap Hendi. Padahal, lanjut Hendi, beberapa waktu yang lampau, Bupati Kabupaten Subang, Eep Hidayat dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada lagi ijin yang di berikan kepada pengusaha untuk membuka galian C dengan alasan untuk melestarikan lingkungan hidup di Kabupaten Subang, pernyataan ini di perkuat dengan munculnya Peraturan Daerah tentang Galian C. “Akan tetapi apa yang terjadi  lapangan? Galian-galian C yang tak berijin semakin marak di lapangan, dengan bebas para pengusaha-pengusaha “nakal” ini melakukan eksplorasi tanpa mengindahkan dampak kerusakan yang di timbulkannya. Dengan dalih menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, para pengusaha ini menjadikan masyarakat sebagai tameng bagi keberlangsungan usahanya,” tambahnya.

Menurut anggota Fraksi PDI- Perjuangan, Moch Noorwibowo, Galian C pada akhir November kemarin semua ijinnya habis, jadi apabila Bupati tidak memperpanjang ijin galian C secara otomatis subang tidak akan punya pasir. Karena ijinnya secara menyeluruh yang punya ijin, pada bulan November ini ijinnya habis. “Mengenai masalah ijin sementara yang dilakukan bupati kepada para pengusaha galian, itu cukup dilematis juga, karena kalau sampai galian itu semuanya tidak berfungsi, karena kebutuhan masyarakat tidak ada hentinya termasuk kebutuhan pembangunan pemerintahan dapat tersendat, apabila memang pasir ini tidak ada,” ungkap Bowo. Karenanya, lanjut Bowo, semuanya tergantung kebijakan dari bupati Subang itu sendiri, namun bila melihat dari nominal anggaran yang dihasilkan dari Galian C seperti yang dilaporkan Bupati dalam perhitungan anggaran memang terlalu kecil.  “Ini tergantung kebijakan beliau (bupati-red), apa mau dibiarkan yang memang pada bulan november ini semua galian C yang punya ijin sementara pun habis. Sementara retribusi anggaran dari hasil galian C itu kecil yang dilaporkan Bupati dalam perhitungn anggaran,” tambahnya.

Namun, Bowo mengaku bila selama ini memang agak sulit menertibkan galian C itu sendiri, padahal dibeberapa lokasi, galian C pernah ada yang menelan korban jiwa, namun itu pun tidak membuat kapok para pengusaha galian C. “Disalah satu lokasi, yang seharusnya direklamasi tidak direklamasi, sampai ada yang menelan satu korban anak seperti di Cipeundeuy. Jadi bupati harus sangat berhati-hati untuk mengeluarkan ijin galian C. disamping memang kontribusi kedaerahnya tidak begitu baik, jadi bupati berkeinginan dirubah dulu PERDA-nya, baru dia akan mengeluarkan ijin kembali. Apabila memang PERDA-nya belum diubah atau belum direvisi, dia tidak mungkin mengeluarkan ijin galian C,” Jelas Bowo. Beberapa waktu yang lalu, Komisi C DPRD Subang mendesak Pemerintah Kabupaten Subang segera melakukan penertiban dan penyegelan terhadap kegiatan galian C (pasir-red) illegal milik PT. Kico Indosco Subang yang ada di wilayah hukum Kabupaten Subang. Sebab Komisi C menganggap bila eksplorasi yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut telah menghancurkan lingkungan disekitarnya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Subang, Wawan Darmawan usai inspeksi mendadak (Sidak) galian C di Kampung Cibodas Desa Kalijati Timur Kecamatan Kalijati, Senin (17/12).

Saat sidak, Komisi C menangkap basah aktivitas eksplorasi galian C yang dilakuakn oleh PT. Kinco Indosco Subang padahal perusahaan tersebut tidak memiliki surat izin eksplorasi galian C. "Ini sudah merupakan pelanggaran Perda, maka siapapun yang melanggar Perda, tidak ada kompromi lagi, penegak hukum Perda dalam hal ini Satpol PP, harus segera bertindak, bila perlu disegel," tegas Wawan.
 
Menurut Wawan, Perda yang dimaksud adalah Pasal 7 Bab I Perda No 7 tahun 2006, yang menyebutkan setiap kegiatan usaha pertambangan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari Kepala Daerah. Tindakan pelanggaran atas pasal tersebut, diancam hukuman pidana kurungan maksimal 6 bulan atau sebesar Rp50 juta. "Kami akan segera memanggil insitusi terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Termasuk pihak pengelola, dan H Tabrani juga akan saya undang untuk menyelesaikan masalah ini di atas meja," imbuhnya Saat anggota Komisi C melakukan sidak, Direktur Utama PT Kinco Indosco, Manalu sedang tidak berada di lokasi. Sementara menurut putra Manalu, yang juga penanggungjawab karyawan, Jhoni, pihaknya tidak mengetahui lahan bisnisnya tidak mengantongi izin. "Kalau masalah status lahan, silakan Bapak menghubungi H Tabrani, karena pada awal kerjasama, kata H Tabrani, lahan ini aman tidak bermasalah. Mustahilkan kita menggarap lahan bermasalah," ujar Jhoni

Namun saat ditunjukan surat dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kab Subang Nomor 541.3/480 tertanggal 13 perihal penghentian kegiatan penambangan, Jhoni berkilah kalau masalah tersebut wewenang orang tuanya, Manalu. Ketua Komisi C, Wawan Darmawan yang mendengar jawaban Jhoni, meminta kepada PT. Kinco Indosco untuk menghentikan kegiatan galian C. (eko)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia