KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bali Roadmap Sebuah Terobosan

 
LINGKUNGAN HIDUP

Bali Roadmap Sebuah Terobosan
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 18-Des-2007, 15:58:30 WIB

KabarIndonesia - Harian-harian Eropa menyoroti hasil konferensi iklim di Bali, terutama kesediaan Amerika Serikat ikut dalam Bali Roadmap atau Peta Jalan Bali.

Tentang Konferensi Tingkat Tinggi Iklim PBB di Bali Harian Belanda Trouw menulis: „Untuk pertama kali semua negara memutuskan tindakan terhadap perubahan iklim dan reduksi emisi gas rumah kaca. Terutama tanda tangan Amerika Serikat sangat penting. Lima tahun yang lalu Amerika Serikat menolak untuk meratifikasi Perjanjian Kyoto dan Presiden Bush waktu itu menyangkal bahwa pemanasan bumi disebabkan oleh manusia. Sekarang perjanjian ini menawarkan kesempatan untuk membuat kesepakatan yang mengikat sampai Presiden Amerika Serikat yang baru akan duduk di Gedung Putih. Negara berkembang ,terutama Cina dan India, tidak bisa lagi bersembunyi di belakang Amerika Serikat. Mereka juga harus menolong menyelesaikan masalah iklim."

Harian Belgia De Morgen yang terbit di Brussel menulis:„Setelah perundingan dramatis dan emosional, kepala delegasi Amerika Serikat Paula Dobriansky akhirnya mengucapkan kata-kata melegakan: bahwa AS juga setuju dengan teks akhir KTT Iklim PBB di Bali. Persetujuan AS berarti kelegaan besar. Sekarang semua negara terikat pada agenda perundingan untuk bertindak menghadapi pemanasan bumi bersama-sama."

Sedangkan harian Swiss Neue Zürcher Zeitung berkomentar:„Politik iklim internasional adalah proses lama yang berjalan lebih dari satu dekade dan tidak tergantung  hanya dari satu konferensi. Peta jalan Bali memang tidak harus ditentukan oleh dimuatnya tujuan-tujuan ambisisus bagi negara-negara industri. Lebih penting lagi adalah bahwa semua negara mengikuti agenda ini. Negara- negara kelihatannya telah belajar dari pengalaman Kyoto. Sepuluh tahun yang lewat menunjukkan, bahwa negara industri tidak bisa meyelasaikan masalah ini sendirian."

Harian Jerman Frankfurter Rundschau menilai:„Yang paling penting dari hasil konferensi di Bali adalah, bahwa negara-negara berkembang dan negara-negara industri baru mengikuti kewajibkan perlindungan iklim. Hal ini sangat penting untuk membalik trend emisi CO2 secara global. Sekarang ada kerangka untuk membiayai adaptasi iklim, transfer teknologi dan perlindungan hutan tropis. Tugas saat ini adalah mengisi kerangka itu. Siapa yang mengikuti bagaimana dramatisnya saat-saat terakhir di KTT Iklim di Bali harus mengakui, ini adalah hasil yang sukup berarti."

Harian Luxemburg Luxemburger Wort menulis:„Bali adalah suatu terobosan! Tetapi ini belum akan menjadi terobosan menuju peradaban yang ramah lingkungan. Perkembangan ke sana tidak bisa didikte dari atas lewat sebuah konferensi. Ini harus mulai dari bawah: manusia sendiri harus bertanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari. Kita sekarang punya Roadmap - Iklim sampai 2009. Perdamaian Timur Tengah juga punya Roadmap, tetapi hanya di atas kertas. Hanya kata-kata. Perlindungan iklim tidak boleh mengalami nasib sama seperti politik perdamaian Timur Tengah."

Sumber: Deutsche Welle
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia