KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Tips Praktis Mengenali Asites

 
KESEHATAN

Tips Praktis Mengenali Asites
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 19-Des-2008, 09:23:52 WIB

Pendahuluan
Artikel berikut ini akan membahas tentang "Tips Praktis Mengenali Asites" yang meliputi:
1. Sinonim
2. Definisi
3. Penyebab
4. Patofisiologi
5. Manifestasi Klinis
6. Penemuan Fisik
7. Pemeriksaan Laboratorium
8. Penatalaksanaan
9. Prognosis
10. Tahukah Anda?
11. Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut


Sinonim
Ascites.

Definisi
1. Kumpulan cairan di rongga perut.
2. Free fluid in the peritoneal cavity.
3. Accumulation of serous fluid in peritoneal cavity.
4. Abnormal accumulation of liquid from the blood in the peritoneal
cavity, occurring in dropsy.


Penyebab (Etiologi)
1. Sirosis (cirrhosis) atau sirosis hepatis (hepatic cirrhosis)
--> 80% penyebab asites.
2. Alcoholic hepatitis
3. Carcinomatosis
4. Penjalaran/penyebaran penyakit (metastases)
5. Gagal jantung kongestif (congestive heart failure/CHF)
6. TBC (Tuberculosis)
7. Hepatitis B dan C
8. Penyakit pankreas (pancreatic disease)
9. Wilson's disease
10. Hemokromatosis
11. Constrictive pericarditis
12. Mixed ascites

Patofisiologi
Mengapa terjadi asites? Terjadinya asites dapat diterangkan seperti berikut ini.

Sirosis memicu peningkatan tekanan portal yang diikuti oleh perkembangan aliran kolateral melalui lower pressure pathways. Hipertensi portal memacu pelepasan nitric oxide, menyebabkan vasodilatasi dan pembesaran ruang intravaskuler. Tubuh berusaha mengoreksi hipovolemia yang terdeteksi (perceived hypovolemia) ini dengan memacu faktor-faktor antinaturetik dan vasokonstriktor yang memicu retensi cairan dan garam, dengan demikian mengganggu (interrupt) keseimbangan Starling forces yang mempertahankan hemostasis cairan. Lalu, cairan itu mengalir (seperti berkeringat) dari permukaan hati (liver) dan mengumpul di rongga perut (abdominal cavity).

Manifestasi Klinis

* Gejala-gejala (symptoms) asites antara lain:
1.Kehilangan selera/nafsu makan (anorexia).
2.Merasa mudah kenyang atau enek (Jw.) (early satiety).
3.Mual (nausea).
4.Nafas pendek/sesak (shortness of breath).
5.Nyeri perut (abdominal pain).
6.Nyeri ulu hati atau sensasi terbakar/nyeri di dada,
pyrosis (heartburn).
7.Pembengkakan kaki (leg swelling).
8.Peningkatan berat badan (weight gain).
9.Sesak nafas saat berbaring (orthopnea).
10.Ukuran perut membesar (increased abdominal girth).

* Tanda-tanda (signs) asites:
1. Shifting dullness atau flank dullness.
2. Fluid thrill.
3. Fluid wave (sedikit bermakna klinis).
4. Puddle sign (sedikit bermakna klinis).

Penemuan Fisik (Physical Findings)
Hal-hal yang seringkali ditemukan pada penderita asites:
1.Demam (fever)
2.Distensi perut (abdominal distention)
3.Distensi vena jugularis (jugular venous distention)
4.Ensefalopati (encephalopathy)
5.Hernia umbilikalis (umbilical hernia)
6.Kulit kekuningan, ikterus (jaundice)
7.Pembengkakan penis dan skrotum (penile and scrotal edema)
8.Pembesaran hati/hepar (hepatomegaly)
9.Pembesaran limpa/lien (splenomegaly)
10.Perdarahan sistem pencernaan (gastrointestinal bleeding)
11.Perut membesar (bulging flanks)

Pemeriksaan Laboratorium
* Serum-ascites albumin gradient (SAAG)
Jika > 1,1 mg/dL sangat mungkin sirosis hepatis.
Jika < 1 mg/dL cari penyebab/kausa lain.
* Neutrofil > 250/mm3 cairan asites menunjukkan
adanya infeksi atau keganasan.

Penatalaksanaan
Disesuaikan dengan kondisi pasien.
1. Istirahat (bed rest)
2. Pembatasan cairan atau fluid restriction (< 1,5 L/hari)
3. Diet rendah natrium atau low-salt diet (40-100 mmol/hari)
4. Medikamentosa
* Diuretik
a. Spironolakton 400-800 mg
b. Furosemid 80-120 mg
c. Amilorid
* Diuresis agresif dapat mempercepat gagal ginjal
dan ensefalopati portosistemik.
5. Invasif
a. Parasentesis (paracentesis)
Untuk keperluan kultur, diperlukan peritoneal fluid
sebanyak 10-20 cc.
b. Peritoneovenous shunt atau transjugular intrahepatic
portosystemic shunt (TIPS) bila asites refrakter.
6. Bedah
Dilakukan transplantasi hati sesuai indikasi.

Prognosis (Prediksi Penyakit)
Jika leukosit cairan asites > 2000-4000/mm3, maka prognosisnya jelek.

Tahukah Anda?
* Berdasarkan pengalaman di klinik, spironolakton 2x50 mg selama 1 bulan terbukti efektif pada penderita asites.

* Spironolakton tidak boleh diberikan pada penderita asites yang disertai dengan ginekomasti (pembesaran payudara) yang nyeri.

* Zat kontras intravena (IV), aminoglikosida, aspirin, dan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug) tidak boleh diberikan pada penderita asites.

* Analisis cairan parasentesis tentang pH, laktat, kolesterol, dan fibronektin tidak membantu menegakkan diagnosis. Yang bermakna klinis adalah paracentesis fluid results dari: amylase, LDH (lactate dehydrogenase), konsentrasi glukosa, sitologi, dan renal panel.


Referensi
Longmore M, Wilkinson IB, Turmezei T, Cheung CK. Oxford Handbook of Clinical Medicine. Seventh Edition. Oxford University Press. 2007:52,252.

Mubin H. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam: Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2008:328-330.

Paulman PM, Paulman AA, Harrison JD (Ed.). Taylor's 10-Minute Diagnosis Manual. Second Edition. Lippincott Williams & Wilkins. Philadelphia. USA. 2007:178-180.

Bacaan Lebih Lanjut
Gines P, Cardenas A, Arroyo V, et al. Current concepts: management of cirrhosis and ascites. N Eng J Med 2004;350:1646-1654.


Keterangan dan Sumber Gambar
Visible abdomen distension as a result of ascites (accumulation of fluid in the peritoneal cavity).
http://www.newliver.info/hypertension.html


Tentang penulis

Dito Anurogo

- An active and extraordinary student in School of Medicine, Sultan Agung
Islamic University (UNISSULA),
Semarang, Central Java, Indonesia.
- A member of International Federation of Medical Students'
Associations (IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
(CIMSA).
- A member of
Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang, Indonesia.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia