KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
KESEHATAN

Tips Mengatasi Kembung
Oleh : Juswan Setyawan | 02-Mar-2009, 01:17:46 WIB

KabarIndonesia - Gangguan pencernaan merupakan gejala penyakit yang paling kerap mengganggu penulis selama bertahun-tahun. Untuk menanggulanginya, dokter menyarankan saya untuk menelan kaplet enzyme beberapa saat sebelum makan. Maka saya sediakan berbagai kaplet enzym model Enzyplex, Librozym ataupun Vitazym.  

Selain itu di rumah saya sediakan obat-obat maag seperti Polysilane, baik tablet hisap maupun sirupnya. Obat-obat itu gunanya untuk mengatasi kembung [flatulensi] yang dapat secara tiba-tiba menyerang tanpa diundang.  Obat-obat racikan Cina juga tak kurang tersedia seperti jamu Cap Kupu-Kupu, Cap Terwelu, Pat Po Les dan sebagainya.

Ternyata semua obat itu sifatnya hanya menghilangkan gejala [simptomatik] dan bukan menyembuhkan penyakit [kuratif].
Pernah ada saran dari kawan kepada penulis untuk mengatasi kembung dengan minum air panas yang ditetesi dengan minyak angin. Saat itu saya bertanya mengapa demikian? 

Jawabnya begini.  Perut kembung itu sebenarnya adalah situasi lambung di mana cairan lambung membentuk gelembung-gelembung yang besar. Karena pemuaian gelembung tersebut maka lambung terasa keras dan sakit. Dan ini juga menyebabkan rasa mual.

Secara mekanis dengan masuknya air panas dengan tetesan minyak angin maka gelembung-gelembung tersebut menjadi pecah dan membentuk buih-buih yang lebih kecil.  Akibatnya tekanan keluar menjadi berkurang.  Selain itu gas tersebut lebih mudah didesak keluar:  ke atas melalui sendawa atau ke bawah melalui saluran usus menjadi kentut.

Perubahan drastik terjadi setelah penulis membaca buku berjudul The Myracle of Enzyme, karya Profesor Hiromi Shinya, MD. Beliau adalah Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS.

Sejak kecil kita diajar oleh bapak atau ibu guru untuk mengunyah makanan sesering mungkin sampai puluhan kali sebelum menelannya. Tetapi kenyataannya tidak ada seorang guru pun yang memberitahukan para muridnya soal mengapa harus demikian.  Ya, mengapa makanan harus dikunyah dengan baik sebelum ditelan?  Mungkin ada juga guru yang menjelaskan namun masuk telinga kiri keluar telinga kanan para muridnya.  Mereka tidak concern mengenai hal tersebut di saat usia mereka yang masih muda itu.

Penulis melakukan penelitian kecil terhadap kebiasaan mengunyah orang-orang di sekitar penulis. Ternyata semuanya tidak pernah mengunyah lebih dari sepuluh kali kunyah sebelum menelan makanannya.  Hanya sekitar empat atau lima kali kunyah saja.  Banyak pula yang perilaku makannya seperti mengisi bensin.  Mengucur terus langsung dari mulut ke perut.  Apalagi kalau sedang makan bubur atau sup.

Kemudian penulis melakukan eksperimen dengan mengubah cara mengunyah makanan sehingga setiap suapan minimal dikunyah sebanyak tiga puluh kali.  Maka perubahan besar pun kemudian terjadi.  Sejak perilaku baru itu penulis hampir tidak pernah lagi mengalami flatulensi atau perut kembung.  Segala obat maag dan enzyme yang banyak itu kini menjadi mubazir.

Penulis mencoba merefleksi lebih lanjut mengenai soal kunyah mengunyah ini.  Ingin mengetahui mengapa orang kalau makan bubur malah menjadi kembung atau makan telur malah kembung. Ternyata kalau makan bubur orang tidak sempat atau terpikir untuk mengunyahnya.  Untuk apa?  Bukankah bubur itu sendiri sudah demikian lembeknya?  Begitu pula kalau orang makan telur, mana ada yang menguramnya.

Selanjutnya penulis berpikir mengapa mengunyah lebih kerap dan lebih lama mampu mengurangi kemungkinan kembung?  Ternyata mengunyah lebih lama itu bukan pertama-tama supaya makanan menjadi lebih lumat saja [bubur sudah lumat] melainkan untuk memberikan kesempatan bertambahnya volume air liur ke dalam makanan tersebut. Ternyata dalam ludah manusia terdapat berbagai jenis enzyme seperti lipase, lisozim dan amylase. Terdapat juga mukosa dan berbagai elektrolit dan bakterisida. [cfr. Wikipedia, Air Liur].

Itulah sebabnya guru menyarankan para muridnya untuk menunda minum sesudah makan paling tidak setengah jam sesudah makan.  Mengapa?  Supaya enzyme tidak menjadi terlalu encer saat akan menguraikan tepung atau pati, lemak dan sebagainya dalam lambung.  Penambahan obat enzyme tujuannya untuk mengentalkan dan melengkapkan jenis enzyme tersebut.  Minum tentu saja beralasan supaya kerongkongan tidak tersumbat tetapi terlalu banyak minum bukan hanya memuluskan pipa tenggorokan tetapi juga berdampak pengenceran enzyme.

Mengapa minum Coca Cola saat perut kosong menyebabkan kembung?  Jelas karena carbonated drinks sengaja diberi gas dan berbentuk gelembung. Maka gelembung itu turut masuk ke dalam lambung dan menekan dinding lambung sehingga terjadilah flatulensi tersebut.  Maka minum Coca Cola saat perut kosong harus dihindari.  Minum Coca Cola sesudah makan juga membuat masalah masuknya gelembung-gelembung gas ke dalam lambung.

Kebanyakan antisida [obat maag] juga memperburuk keadaan, menurut  Shinya, karena menghambat ekskresi getah lambung. Akibatnya zat bakterisida juga berkurang sehingga ada bakteri yang selamat dan lolos menuju ke usus sehingga menyebabkan diare.

Jadi mata rantai “kembung- minum antacid” hanya dapat diputuskan dengan cara mengunyah lebih kerap dan lebih lama.  Begitu sederhana, serta bersifat kuratif dan sekaligus menghemat banyak pengeluaran untuk obat maag, obat enzyme dan biaya periksa ke dokter. Mengapa tidak mencobanya bila anda juga kerap mengalami perut kembung?(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia