KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Sosialisasi DAK bidang Keluarga Berencana di Provinsi Aceh
Oleh : Bang Rachmad | 14-Mar-2017, 21:27:51 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Laju pertumbuhan penduduk dunia yang terus naik membuat setiap negara harus mencari solusi yang tepat. Laporan Divisi Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang prospek penduduk dunia menyampaikan bahwa perhitungan jumlah penduduk dunia dilakukan dengan metode medium fertility, karena tidak mungkin menghitung penduduk dunia secara tepat dalam suatu periode tertentu.  Ternyata jumlah penduduk dunia pada tanggal 1 Juli 2015 diperkirakan sebesar 7,324,782,225 jiwa atau bertambah 1.1182% dari tahun sebelumnya yang diperkirakan sebesar 7,243,784,121 jiwa.

Pemerintah Indonesia cukup berhasil dalam mengampanyekan program Keluarga Berencana (KB), terutama pada era 80-an hingga tahun 2000. Indonesia sukses menekan laju pertumbuhan penduduk dari 5,6 menjadi 2,8 per tahun dan mampu menurunkan total fertility rate (TFR) sebesar 50%. Jumlah penduduk Negara Indonesia sebesar 255,708,785 pada tanggal 1 Juli 2015.

Masalah penduduk memang masalah yang serius bagi pemerintah negara manapun. Mengatasi masalah laju pertumbuhan penduduk maka di Indonesia dibentuk BKKBN atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Saat ini di seluruh provinsi Indonesia telah berdiri BKKBN (BKKBN).

Akan halnya di Aceh, data di tahun 2005 jumlah penduduk Aceh hanya 4,1 juta jiwa, meningkat menjadi 4,49 juta jiwa pada tahun 2010. Sementara di tahun 2015 tercatat penduduk Aceh mencapai 5 juta jiwa.

Dalam acara di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh 1-3 Maret 2017, BKKBN mengadakan Sosialisasi dan Konsultasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) tahun 2017. Kegiatan ini difokuskan pada beberapa hal seperti : Mekanisme pengelolaan keuangan DAK sub bidang KB dalam APBD, kebijakan DAK TA 2017, mekanisme transfer ke daerah dan pelaporan realisasi dana BOKB, mekanisme pengelolaan DAK Non Fisik (BOKB), evaluasi DAK bidang KB tahun 2016, kebijakan DAK bidang KB, diskusi dan konsultasi serta rumusan hasil diskusi.

Dana Alokasi Khusus merupakan anggaran yang bersumber dari APBN untuk digunakan mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintah daerah yang menjadi prioritas nasional. Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal membuka Sosialisasi dan Konsultasi DAK Sub Bidang KB. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran DAK Sub Bidang KB sebesar Rp793.893.500.000. Dana tersebut dibagi untuk DAK Fisik sebesar Rp501.093.500.000 dan DAK non-Fisik Rp292.800.000.000.

Pada 2017, terdapat 492 kabupaten/kota menerima DAK fisik. Sementara itu ada 508 kabupaten/kota menerima DAK non-fisik atau Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB). Kucuran uang dari pemerintah pusat itu digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program Kependudukan, Keluarga, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, M. Yani, M.Kes, menyebutkan pertemuan yang diikuti oleh 310 peserta dari Sumatera dan Jawa tersebut menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman dalam pengelolaan DAK di masing-masing kota di Sumatera dan Jawa. Upaya mewujudkan keluarga sejahtera merupakan langkah penting bagi kita untuk menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Salah satu program penting untuk mewujudkan harapan itu adalah menjalankan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan baik, sebab fakta membuktikan kalau kesuksesan Program ini berbanding lurus dengan kualitas SDM dan kesejahteraan keluarga.

BKKBN berperan dalam penguatan program kependudukan dan keluarga berencana sehingga seluruh sarana dan indikator kinerja diarahkan untuk mendukung program prioritas. Dimana program prioritas yaitu menurunkan total fertility rate ( tingkat kesuburan) wanita dari 2,6 menjadi 2,37 per perempuan usia reproduktif yang ditandai dengan peningkatan persentasi pemakaian kontrasepsi sebesar 60,5 persen.

Mudah-mudahan kegiatan sosialisasi dan konsultasi Dana Alokasi Khusus ini menghasilkan rumusan yang terbaik sebagai rujukan bagi kita untuk melaksanakan program bersama di bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia kurang dari 18 tahun masih tergolong anak-anak. BKKBN memberikan batasan usia pernikahan 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun untuk pria.

Berdasarkan ilmu kesehatan umur ideal yang matang secara biologis dan psikologis adalah 20-25 tahun bagi wanita, kemudian umur 25-30 tahun bagi pria. Usia tersebut dianggap masa yang paling baik untuk berumah tangga, karena sudah matang dan bisa berpikir dewasa secara rata-rata.

Persoalan kependudukan di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya membutuhkan perhatian serius. Oleh sebab itu KB (Keluarga Berencana) harus sosialisasikan manfaatnya kembali oleh pemerintah agar masyarakat berkeinginan ikut KB. (*) *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia