KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Penyakit ISPA dan DBD Berjangkit di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 19-Okt-2017, 04:13:23 WIB

KabarIndonesia - Hidung tersumbat atau mengeluarkan ingus, bersin dan batuk, produksi sputum atau dahak yang berlebihan, demam, sakit kepala, kelelahan dan merasa lemas, sakit saat menelan, suara serak dan dada sakit adalah gejala penyakit yang dirasakan masyarakat. Diagnosa para dokter menyebutnya sebagai gejala penyakit ISPA.

ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang menyerang bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus. Pilek termasuk salah satu penyakit ISPA yang sering terjadi pada anak. Beberapa penyakit ISPA lainnya adalah sinusitis, laringitis, faringitis, tonsilitis, dan epiglotitis.

Virus yang menyebabkan ISPA: rhinovirus, adenovirus, virus coxsackie, human metapneumovirus, dan virus parainfluenza.Bakteri yang menyebabkan ISPA: kelompok A beta-hemolytic streptococci, corynebacterium diphtheriae (diptheria), neisseria gonorrhoeae (gonore), klamidia pneumoniae (klamidia), dan kelompok C beta-hemolytic streptococci.

Masuknya virus dan bakteri ke dalam saluran pernafasan memunculkan gejala dan menyebabkan ISPA. Cara virus dan bakteri menginfeksi seseorang dewasa atau anak-anak dengan cara: Berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi ISPA; Dekat dengan seseorang terkena virus ISPA yang bersin dan batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya; Berada di ruangan tertutup dan penuh sesak, dan ada orang yang terinfeksi virus ISPA di dekat kita; Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata kita, karena Infeksi dapat menular dengan cairan hidung dan mata; Udara di sekitar anak sangat lembab. Virus yang menyebabkan ISPA sangat senang berada di lingkungan lembab; dan saat kekebalan tubuh sedang lemah terutama pada anak yang lebih rentan tertular virus atau bakteri ISPA.

Dua minggu terakhir, gejala ini banyak dikeluhkan warga Samosir, tidak saja orang dewasa, remaja bahkan anak-balita pun sudah banyak yang sakit. Ada yang sekedar berobat ke instalasi kesehatan, makan obat generik, hingga harus terbaring di rumah sakit.

Ditengarai ada 3 hal penyebab berkembangnya penyakit influenza disertai batuk yang dirasakan warga di Samosir yakni: perubahan cuaca-iklim yang ekstrim, erupsi abu vulkanik gunung Sinabung, udara kotor karena gencarnya pembangunan infrastruktur jalan nasional, dan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Menurut Kadis Kesehatan Kab.Samosir dr.Nimpan Karokaro, MM., bahwa saat ini masyarakat Samosir mengalami sakit dengan gejala ISPA yang diakibatkan virus dan cuaca ekstrim. "Sepertinya virus influenza, yg menyerang saluran pernafasan atas, sekaligus diperparah dgn cuaca yang ekstrim" tulisnya di japri WA pewarta kabarindonesia, Rabu (18/10)

Lebih lanjut mantan Direktur RSUD Pangururan ini mengaku jika penyakit ISPA yang diderita warga Samosir bukan karena abu vulkanik gunung Sinabung terbawa angin. "Pengaruh abu vulkanik sinabung blm bisa saya jawab pak, kita belum pernah lakukan penelitian" sebutnya.

Senada dengan dr.Nimpan, Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan mengaku kalau penyakit ISPA yang diderita masyarakat terjadi karena fluktuasi perubahan cuaca. "Ispa bisa saja karena cuaca pak, kalau pengaruh gunung sinabung belum bisa kita pastikan" sebut dr.Friska Situmorang, mantan Kepala Kantor KB Samosir.

Sementara itu, dr. Friska br. Situmorang kepa pewarta kabarindonesia mengatakan bahwa saat ini yang banyak datang berobat ke RSUD Pangururan adalah warga dengan kasus DBD. "Yang banyak kami layani adalah kasus demam berdarah pak, untuk ispa sepertinya belum, tapi bisa saja masyarakat berobat ke puskes atau ke siantar" jelasnya.

Dia menyebutkan beberapa bulan terakhir di tahun 2017, sepertinya penyakit DBD sangat berkembang di Samosir, pasalnya karena kebersihan lingkungan tidak tertangani. "Dbd bisa karena nyamuk, dan jg kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan pak, kalau cuaca hanya sedikit pengaruhnya" imbuhnya.
Hal yang sama diakui dr.Nimpan Karokaro, bahwa kasus penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Samosir adalah demam berdarah, urutan diatasny penyakit maag. Menurut Kadiskes Samosir ini, banyaknya orang terjangkit penyakit DBD adalah karena kesadaran kebersihan kurang.
"Jumlah DBD memang meningkat pak, penyebabnya kondisi lingkungan kita ang tidak terpelihara, ini soal kebiasaan tentang kebersihan, diri sendiri-rumah-lingkungan sekitar yang kadang tidak dioerhatikan" sebutnya.

Ditambahkannya dengan semakin meningkatnya kunjungan wisata dan pembangunan infrastruktur di daerah Samosir tentu memicu terjadinya banyak sampah dan limbah, pengotoran udara (abu), maka kegiatan gitong royong harus selalu dilakukan. "Sebaiknya budaya goyongroyong harus kita bangkitkan seperti dulu" pintanya.

Untuk mengantisipasi penyakit ISPA dan DBD ini, kedua dokter ini menghimbau masyarakat terutama untuk anak-anak untuk menghindari udara kotor (berabu dan berasap), udara lembab, asap rokok serta asupan makanan sehat bergizi. "Kurangi konsumsi garam, lemak, alkohol, dan gula perbanyak makan sayur dan buah serta jangan lupa olah raga" pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia