KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalTotal Pasien Covid-19 Yang Sembuh di Tanah Air Berjumlah 1.317.199 Orang oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Mar-2021, 12:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Melansir berita KOMPAS.com, bahwa hingga Kamis (25/3/2021),jumlah Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah 4.656 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 1.317.199 orang.

Data tersebut disampaikan Satuan Tugas
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Waspadai Varian Baru Corona Yang Sudah Menyebar ke 22 Negara
Oleh : | 27-Jan-2021, 12:03:13 WIB

KabarIndonesia  - Jakarta , Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat telah mengeluarkan imbauan agar lebih waspada terhadap COVID-19 varian baru. Varian baru Corona ini bernama "VUI 202012/01" atau B117. Mutasi genetik pada protein "spike" N501Y pada varian ini dapat menjadi penyebab makin mudahnya penularan terjadi.

Varian ini muncul pertama kali di Inggris. Setelah itu, varian baru virus ini telah menyebar ke sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Denmark, dan Belanda.

Mengutip Timesofindia, ada 3 fakta mengenai COVID-19 varian baru:

1. Gejala yang tidak jauh berbeda dengan COVID-19 varian lama. Beberapa gejala yang muncul tidak jauh berbeda dengan COVID-19 varian lama: Gangguan pernapasan, linglung/ kebingungan, Nyeri dada yang terus menerus, Mudah lelah, Bibir kebiruan.

2. Seberapa bahaya varian baru Corona ini?
Varian baru Corona 70 persen lebih menyebar dibandingkan Corona varian lama. Varian ini mengandung 17 mutasi yang dapat membentuk virus dan menyebabkan lonjakan baru.

Meskipun belum ada informasi lebih lanjut, peneliti mengungkapkan bahwa mutasi ini menjadi penyebab virus lebih mudah tersebar. Para ahli juga khawatir mutasi tersebut dapat menyebabkan lebih banyak rawat inap dan kematian pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020.

3. Rentan menginfeksi anak-anak
Wendy Barclay, seorang profesor di New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) dan spesialis virologi di Imperial College of London mengatakan bahwa mutasi telah mempermudah virus memasuki sel manusia. Oleh karena itu, anak-anak lebih rentan terinfeksi dan sama rentannya terhadap virus ini saat dewasa.

Untuk itu, tetap menjaga jarak, gunakan masker, hindari kontak fisik dengan orang lain, dan semprotkan cairan disinfektan sehabis menyentuh permukaan barang. COVID-19 tetap menjadi penyakit yang dapat menginfeksi kapan saja, siapa saja, dan dimana saja.

Tujuh Gejala COVID-19 Terbaru yang Perlu Diwaspadai Termasuk Parosmia

Virus Corona COVID-19 masih menyimpan begitu banyak misteri. Salah satunya, sejumlah pasien yang mengidap penyakit tersebut bisa mengalami gejala COVID-19 yang berbeda-beda.
Gejala COVID-19 terbaru yang ditemukan adalah parosmia atau distorsi penciuman. Dikutip dari Healthline, parosmia merupakan suatu kondisi terganggunya indra penciuman.

Parosmia bisa menyebabkan penderitanya mengalami 'halusinasi penciuman'. Misalnya seperti bau yang harum mungkin akan tercium busuk.

Kondisi ini pun dialami oleh sejumlah pasien Corona. Seorang ahli bedah telinga dan tenggorokan (THT), Profesor Nirmal Kumar, mengatakan bahwa gejala COVID-19 yang satu ini sangatlah aneh dan unik. Ia menjelaskan, gejala parosmia yang dialami kedua pasiennya akibat COVID-19.

"Yang satu mengatakan saat mencium aroma, bau yang mereka rasakan adalah seperti bau ikan. Dan yang lainnya mencium bau terbakar, meski di sekitarnya tidak ada asap," kata Profesor Kumar yang dikutip dari Daily Star.

"Kami menyebutnya virus neurotropik. Artinya, virus ini mempengaruhi saraf di atap hidung, seperti gangguan pada sistem saraf Anda, dan saraf tidak berfungsi," lanjutnya.

Terkait dengan gejala COVID-19 terbaru, Profesor Kumar mencatat di antara ribuan pasien Corona yang dirawat karena anosmia (hilangnya indra penciuman) di Inggris beberapa mengalami parosmia.

Parosmia merupakan salah satu gejala yang dialami pasien Corona selain batuk, demam, dan sesak napas. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala COVID-19 terbaru yang perlu diwaspadai.

1. Delirium
Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala COVID-19 ini umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).
"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.

2. Kelelahan
Berdasarkan studi yang telah diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan merupakan salah satu gejala COVID-19 yang dapat bertahan lama setelah seseorang terinfeksi virus Corona.Studi ini menemukan, sebanyak 53 persen pasien Corona mengalami kelelahan selama sekitar 60 hari setelah pertama kali mengalami gejala kelelahan.

3. Sakit mata
Sebuah studi dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan sebanyak 18 persen pasien Corona mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.

Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala COVID-19 lainnya muncul. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.

"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.

4. Masalah pencernaan
Menurut studi, masalah pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi virus Corona bisa berupa diare dan muntah-muntah. Umumnya, pasien Corona yang mengalami masalah pencernaan juga disertai dengan gejala COVID-19 lainnya.
Diketahui, hanya 4 persen orang yang didiagnosis positif COVID-19 karena muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala penyerta.

5. Nyeri otot
Penelitian yang diterbitkan di the journal Annals of Clinical and Translational Neurology menemukan bahwa 44,8 persen relawan yang berpartisipasi mengalami nyeri otot akibat COVID-19.
Rasa nyeri ini mungkin disebabkan karena peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat infeksi virus Corona. Selain itu, para pasien Corona yang sudah sembuh juga bisa mengalami nyeri otot.

6. Ruam kulit
Dokter kulit dari DNI Skin Centre, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, mengatakan bahwa infeksi virus Corona bisa menyebabkan ruam kulit. Namun, ruam kulitnya cenderung bersifat ringan dan tidak berisiko fatal. "Kemungkinan muncul ruam pada pasien COVID itu bervariasi risikonya sekitar 0,2-20 persen," jelas dr Darma.

7. Hilang indra penciuman dan perasa
Kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan salah satu gejala COVID-19 yang kerap kali dirasakan pasien Corona. Butuh waktu hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan agar fungsi indra tersebut pulih kembali.

Beberapa pasien yang menderita gejala COVID-19 terbaru ini seringkali membutuhkan perawatan dan terapi seperti pelatihan penciuman. Ini dilakukan untuk 'memperbaiki' otak agar secara akurat bisa mengenali rasa, bau, dan aroma yang tepat seperti sebelumnya.

Mengutip berita Reuter, virus corona varian baru ini telah menyerang 22 Negara di dunia, yakni Inggris, Denmark, Jerman, Swedia, Perancis, Spanyol, Swiss, Belanda, Italia, Kanada, Jepang, Yordania, Libanon, Nigeria, Singapura, Australia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Norwegia, India, Pakistan, Chili.(Dari berbagai sumber)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
 

 

 
 
 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia