KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalLowongan Kerja PT.Indomaret 2021 oleh : Danny Melani Butarbutar
12-Feb-2021, 00:57 WIB


 
  KabarIndonesia – Jakarta, 💳 Lowongan Kerja PT.Indomaret Resmi Dibuka. Dapatkan pekerjaan dari PT.Indomaret lewat program COVID19. Segera mendaftar pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Bantuan akan dikirimkan setiap
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA







 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
 
KESEHATAN

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik Melihat Lonjakan Kasus Hasil Tracing dan Tracking
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 09-Feb-2021, 14:45:11 WIB

KabarIndonesia - Mengutip berita yang dilansir Kontan.co.id, Menteri Kesehatan BUdi Gunadi Sadikin mengatakan bwhwa pemerintah akan meningkatkan tracing dan tracking dalam mengatasi kasus Covid-19. Dia juga sudah mewanti-wanti peningkatan pemeriksaan ini akan turut mendorong peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, sama seperti yang terjadi di India. Karena itu dia mengingatkan agar masyarakat jangan panik kalau kasus Covid-19 melonjak

"Saya juga sudah ingatkan ke Presiden ini terjadi di India, ini strategi di India, yang akan terjadi nanti jumlah kasus akan naik karena akan lebih banyak yang terlihat," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (9/2).

Meski demikian, Menkes Budi meminta agar masyarakat tidak panik atas adanya peningkatan kasus ini. Menurutnya, lebih baik Indonesia mendapatkan data yang sebenarnya, dibandingkan melihat data kasus Covid-19 yang seolah-olah sedikit. Dia berpendapat dengan data yang benar tersebut maka langkah penanganan akan lebih tepat.

Dia pun meminta bantuan anggota DPR supaya turut meredam kepanikan masyarakat bila memang terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Jadi mohon kalau nanti ternyata naik, tolong dibantu meredam kepanikan karena ini memang cara kita untuk bisa mengidentifikasi secara benar orang yang terkena ada di mana," tuturnya.

Menurut Budi, kali ini pun pihaknya akan menggelontorkan anggaran yang lebih besar pada bagian hulu atau pada program diagnostik. Menurutnya, penanganan Covid-19 dari hulu ini harus ditingkatkan agar beban rumah sakit, tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 bisa lebih berkurang.

"Itulah sebabnya kenapa untuk tahun ini anggaran di sisi hulu yaitu anggaran untuk menangani orang yang sehat, itu lebih besar daripada menangani yang sakit," ujarnya.

Budi menjelaskan, masyarakat yang sehat saat ini harus tetap dipertahankan agar tidak jatuh sakit, mengingat bila sudah positif Covid-19 maka biaya yang dibutuhkan akan lebih besar. Tak hanya itu, penderitaan pasien dan tekanan terhadap tenaga kesehatan pun akan lebih tinggi.

Menurut Budi, salah satu strategi untuk mengatasi Covid-19 ini adalah mengurangi laju penularan. Salah satu strateginya, melakukan identifikasi, melakukan isolasi, hingga melakukan tracing siapa saja yang terkena Covid-19 secepatnya. Karena itulah, Kemenkes melakukan testing dan tracing secara agresif.

Dia juga mengasumsikan, akan ada 1,7 juta orang yang terkena Covid-19 tahun ini, setiap orang yang dinyatakan positif akan dilakukan testing pada sekitar 15 orang yang melakukan kontrak erat. Dengan begitu akan terdapat sekitar 25 juta testing, dimana setiap pemeriksaan akan dikalikan biaya Rp 500.000.

Budi tak menampik bahwa angka ini masih bersifat gelondongan. Kemenkes masih mengambil rata-rata harga pemeriksaan PCR dan swab antigen. Namun, dia memastikan angka ini masih akan diproses lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan dan akan mematangkan rinciannya.

Sementara itu Informasi yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima Kompas.com dan atau diakses publik melalui situs Covid19.go.id. diperoleh update covid-19. Jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah, hingga Selasa (9/2/2021), ada penambahan 8.700 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.174.779 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 
 
 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia