KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sumpah setia 10 Aug 2017 14:15 WIB

Derita Rakyat Jelata 31 Jul 2017 21:47 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Inti Hari Hepatitis se Dunia adalah Pencegahan
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 31-Jul-2017, 16:32:55 WIB

KabarIndonesia - Temuan kasus penyakit hepatitis di Indonesia ternyata masih sangat tinggi. Sekali pun dalam dekade ini data menunjukan adanya penurunan kasus, tetapi angkanya masih belum signifikan.

Penyakit hepatitis terdiri dari pembagian virus Hepatitis A,B,C,D dan E. "Yang terbesar di Indonesia adalah kasus Hepatitis B," ungkap dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH. Menurutnya, dari hasil Riskesdas, prevalensinya penyakit Hepatitis B mencapai 7,1%. Angka tersebut menunjukan bahwa kurang lebih 7% dari 245 juta penduduk Indonesia, terjangkit Hepatitis B. "Ini pun baru untuk Hepatitis B,' lanjut Irsan, 'dan angka tersebut belum termasuk untuk penyakit hepatitis lainnya."

Wajarlah bila pada beberapa kesempatan Irsan selalu menyatakan bahwa satu dari sepuluh penduduk Indonesia menderita penyakit liver atau penyakit hati yang penanganan penyakitnya tidak mudah. Penyakit ini tidak memiliki keluhan pada fase-fase gejala awal. "Kebanyakan kasus diketahuinya pada fase sudah berat," ungkap Irsan. Tentu pada tahapan kasus berat penanganannya sudah sangat sulit.

Peta penyebaran saat ini kebanyakan muncul pada daerah-daerah di wilayah Indonesia Timur. Sedangkan di kota-kota besar lainnya terutama seperti di Jakarta, lebih kecil dari angka tujuh persen. "Sekitar lima persen," ujar Irsan yang juga Ketua Pengurus Besar Perhimpunan peneliti Hati Indonesia.

Di Jakarta Hepatitis C adalah kasus terbesar dengan angka nasional berkisar satu sampai dua persen. Hal ini berkaitan erat dengan para penggunaan narkotika suntik. Data IGD RSCM menyebutkan sekitar 90 % pengidap Hepatitis C adalah mereka yang pernah menggunakan narkotika suntik. Sebab itu, pihak IGD RSCM selalu mengarahkan pasien yang pernah menggunakan narkotika suntik untuk melakukan test Hepatitis C.

Menurut Irsan, angka penderita Hepatitis lebih tinggi dari penderita HIV. Penyebab Hepatitis adalah virus dan bukan penyakit turunan, hanya saja bila ada infeksi virus dari orang tua, yang berakibat pada penyebaran pada bayi yang dilahirkan. Selain jarum suntik narkoba, peralatan sunat, pencabutan atau perawatan gigi, yang kurang steril dan juga transfusi darah.

Hal yang memperihatinkan juga adalah kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini terhadap virus hepatitis saat ini masih rendah. Padahal seseorang itu hanya melakukan tes darah ke laboratorium saja, dan pemeriksaan yang penting itu harus dijalanin. Mengingat hepatitis sulit terdeteksi dan prosesnya sangat lama, maka setiap orang harus memeriksakan diri. "Bisa sepuluh, belasan tahun bahkan bisa sampai tiga puluhan tahun," jelas Irsan.  Bila proses perjalanan penyakit ini tidak diketahu berakibat fatal.

Dalam diskripsi tulisan, tahapan-tahapan virus setelah masuk, seseorang akan berada pada tahapan yang disebut Hepatitis Chronic, yaitu masa tubuh terinfeksi selama 6 bulan. Setelah tahapan itu, perlahan-lahan hati akan mengalami peradangan hingga kemudian akan terjadi pengerasan. Bila pengerasan hati telah berlangsung bertahun-tahun, maka akan masuk masuk fase sirosis atau proses pengerutan. "Mengerut, menciut hatinya,' jelas Irsan, 'ini merupakan tahap menjelang akhir, dan pada tahapan ini pun penderita tidak merasakan keluhan apa pun." jelasnya.

Pada masa pengerutan terjadi, fungsi hati mulai terganggu, maka si penderita mulai mengalami berbagai keluhan. Kalau fungsi hati dalam kondisi normal untuk menjaga metabolisme, menjaga sistem kekebalan, menjaga sistem pembekuan, menjaga aliran darah dan sebagainya, maka ketidak berfungsiannya akan menjadi keluhan utama sang pengidap hepatitis. Oleh sebab itu, melalui peringatan Hari Hepatitis se-Dunia tahun 2017 ini, perayaan diarahkan pada usaha-usaha mengeliminasi hepatitis untuk menjaga generasi penerus. Sebab itu perayaan kali ini lebih terfokus pada generasi penerus yaitu anak-anak. "Inti dari peringatan kali ini adalah pencegahan," pungkas Irsan menekankan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliaroleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 01:39 WIB


 
  Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kelima kiri) didampingi Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keenam kiri), Direktur Independen Astra International Paulus Bambang Widjanarko (keenam kanan), Direksi Astra International Widya Wiryawan (ketiga kiri), Johannes Loman (keempat kanan), Suparno Djasmin (keempat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia