KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 Terutama di Pilkada 2020 oleh : Danny Melani Butarbutar
21-Sep-2020, 15:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

"Jadi
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Era Media Digital dan Keterbukaan Pendidikan Seksual Bagi Pemuda

 
KESEHATAN

Era Media Digital dan Keterbukaan Pendidikan Seksual Bagi Pemuda
Oleh : Antha | 05-Sep-2020, 06:17:35 WIB

KabarIndonesia - Menyambut Peringatan Hari Kesehatan Seksual Sedunia pada tanggal 4 September 2020, Pemuda Desa Mandiri (Pusari ID) dan Gerakan Orang Muda Desa Simangalam Labura melaksanakan diskusi online dengan tema "Media dan Pendidikan Seksual bagi Pemuda". 

Hari Kesehatan Seksual sendiri mulai diperingati pada 2010 dengan inisiasi dari asosiasi bagi para praktisi dan pemerhati kesehatan seksual, World Association for Sexual Health (WAS). Acara dibuka oleh co-Founder Pusari ID yakni Dwi Ivana Sitohang dengan narasumber yang dihadirkan yakni dua orang dokter yang masih muda yakni dr. Sarah Suzanna Sitepu dan dr. Andre panjaitan. Lasma Dolok Saribu sebagai moderator yang memandu berjalanannya diskusi.<br />
"Selama ini, jika kita berbicara mengenai seks, maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin, yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis" ungkap dr Sarah dalam pemaparannya.<br />
Dokter Sarah menjelaskan bahwa seksualitas menyangkut beberapa hal antara lain, Dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatan. Dimensi psikologis, yaitu seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual. Dimensi sosial, yaitu berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar-manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks. Dimensi kultural, yaitu menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat.

Pendidikan seks disesuaikan dengan perkembangan usia, yaitu sebagai berikut, Usia balita (1-5 tahun) dimana memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya. Pada usia sekolah (6-10 tahun) memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), menginformasikan asal-usul manusia, membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit. Usia menjelang remaja menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya, serta menerima perubahan dari bentuk tubuhnya. Usia remaja juga memberi penjelasan mengenai perilaku seks yang merugikan (seperti seks bebas), menanamkan moral dan prinsip ‘say no‘ untuk seks pra nikah serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri.

Terkait cara menangani stigma laki-laki memiliki dorongan seksual lebih besar, sebenarnya Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki dorongan seksual, tetapi karena budaya patriarki dan maskulinitas, membolehkan laki-laki untuk berpikir jorok dan porno maka fakta di lapangan lebih banyak laki-laki yang melakukan pelecehan. Kekerasan dan hal-hal seperti itu terjadi karena budaya yang merendahkan perempuan dan maskulinitas yang toksik lanjut dr Sarah.

Dr Andredan dan dr Sarah juga sependapat bahwa dalam tindakan kekerasan, kita tidak bisa menganggap penyebab tindakan kekerasan semata-mata hanya karena dorongan seksual, tetapi lebih ada faktor budaya patriarkis dan toksik maskulinitas.

Saat-saat ini kebanyakan pengguna media adalah anak muda, maka akan sangat berbahaya bilamana remaja/pemuda tidak mendapatkan pendidikan seksual karena akan memungkinkan mendapat informasi yang salah. Maka harus berhati-hati dalam menggunakannya. 

Pada akhir kegiatan, Lasma mengucapkan terimakasih kepada kedua narasumber telah memberikan sharing ilmunya melalui kegiatan diskusi online Pemuda Desa Mandiri (Pusari ID).(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Investasi Reksa Dana Kian Mudah 26 Sep 2020 19:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia