KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Cara Cepat Mengenali Vitiligo

 
KESEHATAN

Cara Cepat Mengenali Vitiligo
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 17-Aug-2008, 17:10:32 WIB

KabarIndonesia - Cara Cepat Mengenali Vitiligo

Sinonim
Terdapat beberapa istilah lain untuk vitiligo, antara lain:
1. Shwetakustha
2. Suitra
3. Behak
4. Beras

Definisi
1. Kelainan kulit berupa makula atau bercak hipomelanosis/amelanosis yang didapat, bersifat kronis progresif.

2. Kelainan kulit akibat gangguan pigmentasi dengan gambaran berupa bercak-bercak putih yang berbatas tegas.

3. Vitiligo adalah hipomelanosis idiopatik didapat, ditandai dengan adanya makula putih yang dapat meluas. Dapat mengenai seluruh bagian tubuh yang mengandung sel melanosit, misalnya rambut dan mata.

4. Vitiligo is a specific type of leukoderma characterized by depigmentation of the epidermis. It is an acquired progressive disorder in which some or all of the melanocytes in the interfollicular epidermis, and occasionally those in the hair follicles, are selectively destroyed.

Penyebab
Pendapat yang diterima secara umum, pada vitiligo terjadi penurunan atau tidak berfungsinya melanosit pada kulit atau dengan kata lain, terjadi kerusakan histokimiawi melanosit.

Kerusakan melanosit ini karena:
1. Mekanisme otoimun
2. Mekanisme sitotoksik
3. Defek intrinsik melanosit
4. Mekanisme oxidant-antioxidant
5. Mekanisme saraf (nervus)

Patofiologi / Patogenesis Vitiligo
Ada beberapa hipotesis yang menerangkan patogenesis atau patofisiologi vitiligo:

1. Immune hypothesis:
proses aberration of immune surveillance menyebabkan terjadinya disfungsi atau destruksi melanocyte.

2. Neural hypothesis:
suatu mediator neurochemical merusak melanocytes atau menghambat produksi melanin.

3. Self-destruction hypothesis:
produk metabolik atau intermediate dari sintesis melanin menyebabkan kerusakan melanocyte.

4. Genetic hypothesis:
Melanosit memiliki ketidaknormalan (abnormality) yang sudah menjadi sifatnya atau sudah melekat (inherent) yang mengganggu pertumbuhan dan differentiation pada kondisi yang mendukung (mensupport) melanosit normal.

5. Terpapar bahan kimiawi
Depigmentasi kulit dapat terjadi karena terpapar Mono Benzil Eter Hidrokinon dalam sarung tangan atau detergen yang mengandung fenol.

Karena tidak ada teori tunggal yang memuaskan, beberapa ahli mengusulkan hipotesis gabungan (composite).

Faktor Predisposisi
Familial (ada riwayat keluarga), genetik, trauma fisik (burn/terbakar, zat kimia), penyakit interna (DM, tiroid), serta penyakit otoimun.

Manifestasi Klinis
Lesi Kulit
Makula, berdiameter 5 mm sampai 5 cm atau lebih, "kapur" atau putih pucat, berbatas tegas (sharply marginated).

Lesi bilateral dapat simetris atau asimetris.

Dapat juga ditemukan confetti-sized hypomelanotic macules. Inflammatory vitiligo memiliki batas eritematosa yang meninggi (elevated erythematous margin) dan dapat gatal. Batas tersebut cembung (convex).

Untuk pertama kali biasanya didapatkan lesi makula yang hipomelanotik di daerah terbuka, misalnya di muka, punggung tangan.

Makula yang amelanosis dijumpai pada daerah yang hiperpigmentasi, misalnya aksila (ketiak), inguinal (lipat paha), areola, dan genitalia (kelamin).

Lesi vitiligo juga banyak dijumpai di daerah-daerah yang sering terkena gesekan, seperti: punggung tangan, kaki, siku, lutut, tumit.

Gambaran Klinis
* Hipo/amelanosis, berbatas tegas.
* Tidak ada gejala subjektif.
* Dapat timbul rasa panas pada lesi.
* Keluhan umum terutama adalah masalah kosmetik.
* Riwayat trauma fisik, familial, genetik, penyakit internal,
   dan otoimun.

Predileksi (Lokasi)
Orifisium, daerah menonjol, dan terpajan sinar matahari.

Daerah yang sering terkena adalah bagian ekstensor tulang, terutama di atas jari, periorifisial di sekitar mata, mulut dan hidung, tibialis anterior, dan pergelangan tangan bagian fleksor.

Jarang mengenai mukosa, namun terkadang mengenai genitalia eksterna, puting susu, bibir, dan ginggiva.

Pola Distribusi Vitiligo
1. Fokal (localized)
    Terdapat pada satu atau dua tempat di bagian tubuh.
2. Segmental
    Lesinya unilateral dalam distribusi dermatom
    atau quasidermatom, bersifat stabil,
3. Generalisata
    Jenis ini terbanyak dijumpai. Makula tersebar, simetris.
    Banyak mengenai persendian (siku, lutut), pergelangan tangan,
    umbilikus (udel), sekitar mata, hidung, telinga, mulut, dan anus.
Pemeriksaan Laboratorium
1. T4
2. TSH (radioimmunoassay)
3. Gula darah puasa (fasting blood glucose)
4. Hitung darah lengkap (complete blood count)
    atas indikasi anemia pernisiosa
5. Tes stimulasi ACTH jika curiga Addison's disease

Pemeriksaan Penunjang
1. Lampu Wood
2. Biopsi/Histopatologi

Pemeriksaan Histopatologis
Pada lesi baru jumlah melanosit berkurang. Pada lesi yang lama tidak terdapat melanosit di lapisan basal epidermis.

Pada pemeriksaan mikroskop elektron, terlihat hilangnya melanosit, digantikan dengan sel-sel Langerhans.

Diagnosis Banding
1. Leprosy (Lepra/kusta)
2. Piebaldism
3. Tinea Versicolor
4. Tuberous Sclerosis
5. Idiopathic guttate-form hypomelanosis
6. Nevus anemicus
7. Nevus depigmentosus
8. Sindrom Wardenburg
9. Sindrom Woolf

Lesi tunggal atau sedikit haruslah dibedakan dengan:
1. Tinea Versikolor
2. Pitiriasis alba
3. Hipomelanosis gutata
4. Hipopigmentasi paskainflamasi

Penatalaksanaan
Menurut Seung-Kyung Hann, MD, seorang Clinical Professor, di Department of Dermatology, Severance Hospital, Yonsei University College of Medicine, Korea, nama obat (dan nama dagang di Amerika) untuk vitiligo adalah:

A. Corticosteroids
Untuk menghentikan penyebaran vitiligo menyempurnakan repigmentation.

1. Triamcinolone (Aristocort)
2. Hydrocortisone (Westcort) -- 0.2%
3. Prednisone (Deltasone)

B. Psoralens
Digunakan bersama dengan pemaparan ultraviolet A (UV-A) terapi vitiligo localized atau generalized.

1. Methoxsalen (8-MOP, Oxsoralen)
2. Trioxsalen (Trisoralen)
3. Tacrolimus (Protopic) ointment 0.03% atau 0.1%
4. Calcipotriene

Tindakan Transplantasi Pembedahan
(Surgical Transplant)

Dilakukan pada penderita dengan daerah vitiligo yang kecil dengan aktivitas yang seimbang dapat dilakukan teknik transplantasi:

1. Punch graft
2. Minigraft
3. Suction blister
4. Autologous cultures dan autologous melanocytes grafts 
    Kedua teknik ini mahal dan tidak praktis (impractical)
5. Micropigmentation


Rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI):

Nonmedikamentosa
* Penjelasan mengenai penyakit.

Medikamentosa
1. Topikal
    * Kortikosteroid lemah-sedang
    * Psoralen 1-5% (liquid atau cream)
    * Psoralen + UVA
    * Kamuflase estetik
2. Sistemik
    * Psoralen 10-60 mg/hari selama 2-9 bulan.

Menurut Prof. Dr.R.S. Siregar, Sp.KK (K):
1. Jika tak luas dengan zat warna topikal (Vitadye/Dy-o-Derm).

2. Dapat diberi kortikosteroid fluorinasi kuat karena merupakan reaksi otoimun.

3. Larutan psoralen 1% dalam alkohol dioleskan, lalu dipajan di bawah sinar matahari antara jam 10-12, sampai warna kulit menjadi merah.

Tahukah Anda?
Vitiligo dapat terjadi pada usia berapapun, meskipun onsetnya antara usia 10-40 tahun, dengan insiden terbanyak pada wanita, diduga karena indikasi kosmetik.

Sebaiknya semua penderita vitiligo diperiksa kadar gula darahnya, krena punya insiden yang lebih tinggi terkena DM (diabetes melitus), penyakit tiroid, anemia pernisiosa, dan penyakit Addison.

Sunscreens (tabir surya) dengan sun protection factor (SPF) 15 atau lebih tinggi baik untuk penderita vitiligo.

Sunscreen (tabir surya) sebaiknya diberikan untuk semua pasien vitiligo untuk meminimalkan risiko terbakar sinar matahari (sunburn).

Lima dasar metode untuk repigmentation surgery pada penderita vitiligo:
1. Noncultured epidermal suspensions
2. Thin dermoepidermal grafts
3. Suction epidermal grafting
4. Punch minigrafting
5. Cultured epidermis
dengan melanocytes atau cultured melanocyte
    suspensions


Human leukocyte antigens (HLAs) yang berhubungan dengan vitiligo:
1. HLA-DR4
2. HLA-B13
3. HLA-B35

Beberapa istilah pada artikel ini:

Makula
Perubahan warna kulit tanpa perubahan bentuk.

Hiperpigmentasi
Penimbunan pigmen yang berlebihan sehingga kulit tampak lebih hitam dari sekitarnya.

Unilateral
Hanya satu sisi/bagian.

Melanocyte (melanosit)
Sel di lapisan basal epidermis yang memproduksi melanin di bawah pengaruh MSH (melanocyte-stimulating hormone)

Graft
Tandur kulit


Tentang Penulis
Dito Anurogo, email: ditoanurogo@gmail.com
- A Student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University   
  (UNISSULA), Semarang, Central Java.
- A member of International Federation of Medical Students' Associations
  (IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
  (CIMSA).


Bacaan Lanjutan
1. Adi S, Menaldi SL, Boediardja SA, dkk. Standar Pelayanan Medik Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). 2004:139-140.

2. Djuanda A., Hamzah M., Aisah S., (ed.). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Keempat. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Jakarta. 2005.

3. Esfandiarpour I, Ekhlasi A, Farajzadeh S, Shamsadini S. The efficacy of pimecrolimus 1% cream plus narrow-band ultraviolet B in the treatment of vitiligo: A double-blind, placebo-controlled clinical trial. J Dermatolog Treat. Jun 16 2008;1-5.

4. Fitzpatrick JE., Morelli JG., Dermatology Secrets In Color. Third Edition. Mosby Elsevier.Philadelphia, USA. 2007.

5. Harahap M (Ed.). Ilmu Penyakit Kulit. Hipokrates. Jakarta. 2000:151-6.

6. Halder R, Taliaferro S. Vitiligo. In: Wolff K, Goldsmith L, Katz S, Gilchrest B, Paller A, Lefell D, eds. Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine. Vol 1. 7th ed. New York, NY: McGraw-Hill;2008:72.
7. Hann S-K. Vitiligo. Cited from:
http://www.emedicine.com/derm/topic453.htm
Article Last Updated: April 14, 2005.

8. Le Poole IC, Luiten RM. Autoimmune etiology of generalized vitiligo. Curr Dir Autoimmun. 2008;10:227-43.

9. Lotti T, Gori A, Zanieri F, Colucci R, Moretti S. Vitiligo: new and emerging treatments. Dermatol Ther. Mar-Apr 2008;21(2):110-7. 
 
10. Ortonne J. Vitiligo and other disorders of Hypopigmentation. In: Bolognia J, Jorizzo J, Rapini R, eds. Dermatology. Vol 1. 2nd. Spain: Elsevier; 2008:65.

11. Rashtak S, Pittelkow MR. Skin involvement in systemic autoimmune diseases. Curr Dir Autoimmun. 2008;10:344-58.

12. Siregar RS. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2005:252-3.

13. Spritz RA. The genetics of generalized vitiligo. Curr Dir Autoimmun. 2008;10:244-57.

14. Wolff K., Johnson RA., Suurmond D. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 5th Edition. McGraw-Hill. USA. 2007.


Keterangan Gambar
Vitiligo pada wajah
Extensive depigmentation of the central face. Involved vitiliginous skin has convex borders, extending into the normal pigmented skin. Note the chalkwhite color and sharp margination.

Sumber Gambar
Wolff K., Johnson RA., Suurmond D. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 5th Edition. McGraw-Hill. USA. 2007.


"Kebencian hanya dapat ditaklukkan dengan cinta kasih."
(Dito Anurogo) 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia