KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
KESEHATAN

Waspadai Dengkul ‘Kopong’
Oleh : Porwanto | 04-Jul-2008, 17:21:01 WIB

KabarIndonesia - Teknologi kedokteran berhasil menemukan metode untuk mengatasi sendi dengkul yang rusak. Niscaya, penderita dengkul “kopong” bebas bergerak kembali dan rasa nyeripun hilang.

Omah (55) merasakan ada kelainan pada sendi lututnya. Betapa tidak, ia merasa sakit sewaktu berdiri atau berjalan. Bahkan nyeri yang amat sangat ketika sedang naik atau turun tangga. Ia pun disarankan sanak keluarganya untuk terapi ke dokter tulang. Oleh dokter, kata Omah, dirinya diketahui menderita Osteoarthritisis atau pengapuran sendi. Yakni radang pada persendian yang disebabkan karena kerusakan tulang rawan sendi.

Deteksi awalnya diketahui adanya gejala rasa nyeri yang timbul. Namun untuk lebih memastikan jenis penyakitnya, ia melakukan rontgen. Hasil rontgen menyatakan tulang rawannya rusak dan adanya penonjolan akibat pengapuran. Bahkan secara fisik, bentuk kakinya berubah menjadi seperti huruf “O”.

Menurut ahli ortopedi RS Pantai Indah Kapuk, dr. Nicolaan C. Budhiparama, JrFICS., osteoarthritis dapat terjadi pada seluruh sendi yang ada. Namun, sendi-sendi yang umumnya mengalami pengapuran sering terjadi di leher, punggung bagian bawah, lutut dan panggul.

Ketika kualitas sendi menurun, tulang merubah bentuk agar dapat menahan kerusakan. Akibatnya pergerakan sendi lutut amat terbatas. Keseluruhan proses inilah yang disebut pengapuran sendi (Osteoarthritis).

Keluhan Omah kini sudah teratasi. Nyeri lututnya sudah hilang sejak dua bulan lalu. Istilah dengkul “kopong”, yang bila digerakkan seperti ada bunyi kretek-kretek, kini tidak ada lagi. Pasalnya, lapisan dengkul miliknya yang aus dan bengkok sudah diganti dengan sendi buatan sehingga menjadi lurus kembali. Metode operasi yang dipakai disebut Total Knee Replacement (TKR).

Dr. Franky Hartono, SpOT, FICS., ahli ortopedi RS PIK, menyatakan hasil akhir sesudah TKR adalah adanya kebebasan bergerak dan bebas sakit. Untuk menghindari terjadinya osteoarthrosis, kata Franky, tiap orang dapat mengonsumsi suplemen. “Salah satunya mengonsumsi Glucosamin Chondroitin,” katanya.

Hal yang perlu diketahui soal dengkul yang sakit adalah faktor penyebabnya. Dari sebab inilah akan diketahui penanganannya. Jadi pasien tidak harus langsung dieksekusi dengan TKR. Penyebabnya bisa karena Osteoarthritis (perkapuran), Rhematoid Arthritis (kropos), cedera seperti keseleo, olahraga berat, jatuh atau bisa juga karena kerja berat.

Dr. Hartono Seco Utomo, SpRM., mengungkap faktor usia dan obesitas juga bisa menjadi salah satu sebab dengkul sakit. Pasalnya, dengkul kopong banyak diderita oleh orang lanjut usia. Dari faktor penyebab itulah penanganan dapat dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama ditangani dengan pemberian obat dan terapi fisik. Tahapan kedua, meliputi tahapan pertama ditambah dengan injeksi. Tahapan ketiga dilakukan arthroscopy. Dan tahapan keempat, bila sudah parah, di adakan TKR.

Osteoarthritis tidak dapat dihentikan sama sekali. Namun dapat dihambat dengan cara memperbaiki gaya hidup dan pergerakan.
Penting pula menjaga berat badan untuk menghambat terjadinya pengapuran dini. Bahkan, jenis makanan tertentu dapat mempengaruhi terjadinya nyeri sendi bila sendi yang rusak akibat kelainan metabolisme seperti asam urat (gout).

Sebenarnya nyeri sendi secara umum, bukan karena osteoarthritis, dapat diatasi. Caranya dengan penguatan otot-otot sekitar lutut, aktivitas wajar, serta penggunaan obat penghilang rasa nyeri. “Olahraga senam dan renang amat bagi untuk melatih menguatkan otot dan kebebasan pergerakan tubuh,” imbuh Hartono.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia