KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniIslamophobia di Amerika, “Christianophobia” di Indonesia oleh : Kabarindonesia
21-Mar-2019, 16:44 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jika sebagian penduduk di AS dan barat mengidap Islamophobia, maka sebagian penduduk Indonesia dan kawasan mayoritas Muslim di berbagai belahan dunia mengalami gangguan penyakit "Christianophobia". Opini Sumanto al Qurtuby.

Islamophobia atau Islamfobia mengacu pada pengertian ketakutan atau
selengkapnya....


 


 
BERITA PEMILU LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

Kucinta Danau Toba 23 Mar 2019 08:01 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PEMILU

Peranan Parpol Menjembatani Kedaulatan Rakyat
Oleh : Wahyu Barata | 08-Jan-2019, 12:31:37 WIB

KabarIndonesia - Menurut  pasal 1 Undang-Undang No.2 Tahun 2008, partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok waga negara Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masayarakat, bangsa , dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Dengan melihat simbol-simbol partai politik menjelang pemilihan umum masyarakat dapat mengenal partai-partai politik. Setelah masyarakat mengenal partai-partai politik maka akan semakin memahami bahwa rakyatlah pemegang kedaulatan rakyat. Fungsi partai politik dalam negara demokrasi antara lain:

1). Partai politik sebagai sarana komunikasi politik.Salah satu tugas partai politik adalah menyalurkan berbagai pendapat dan aspirasi masyarakat, mengaturnya dengan baik sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam masyarakat berkurang.  Dalam masyarakat modern yang sangat luas dan majemuk,pendapat seseorang atau kelompok akan hilang tanpa bekas, kalau tak ditampung dan digabung dengan pendapat dan aspirasi orang lain yang senada. Proses ini disebut ‘penggalangan kepentingan". Sesudah digabung pendapat dan aspirasi ini diolah dan dirumuskan secara teratur (disebut "perumusan kepentingan"). Kemudian partai politik merumuskan semua itu menjadi usul kebijaksanaan yang diperjuangkan atau diusulkan kepada pemerintah agar dijadikan kebijakan publik.

2). Partai politik sebagai sarana sosialisasi politik.Sosialisasi politik merupakan proses seseorang mendapat sikap dan tanggapan terhadap fenomena politik yang umumnya berlaku dalam masyarakat di mana ia berada. Proses sosialisasi biasanya berangsur-angsur dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Sosialisasi oleh partai politik dapat berupa program-program partai politik kepada masyarakat dengan harapan dalam pemilihan umum masayarakat memilih partai politik tersebut.

3). Partai politik sebagai sarana perekrutan politik.Partai politik kemudian berfungsi dan mengajak orang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai politik.Partai politik ikut memperluas partisipasi politi melalui kontak pribadi, persuasi, dan lain-lain. Dalam merekrut anggota diusahakan menarik kaum muda untuk dididik menjadi kader yang di masa mendatang akan mengganti pemimpin lama.

4) Partai politik sebagai sarana pengatur konflik.Dalam suasana demokrasi, persaingan dan perbedaan pendapat dalam mayarakat wajar terjadi. Jika timbul konflik karenanya, partai politik berusaha untuk mengatasinya.

Partai politik juga berfungsi untuk memberikan pendidkan politik bagi para anggota dan masyarakat luar agar menjadi Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Partai politik diharapkan bisa menciptakan iklim kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat.

Partai-partai politik memperjuangkan kepentingan mereka melalui pemilihan umum. Pada umumnya dilaksanakan dua system pemilihan umum, yaitu sistem distrik (single member constituency) dan sistem perwakilan berimbang (sistem proporsional). Dalam sistem distrik, suatu daerah pemilihan memilih satu wakil, di mana negara dibagi  dalam sejumlah distrik dan anggota lembaga legislatif ditentukan oleh jumlah distrik. Sistem perwakilan berimbang bersifat multi member constituency, satu daerah memilih beberapa wakil dengan gagasan utama jumlah di lembaga legislatif yang diperoleh partai politik sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya.

Pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia merupakan sistem campuran antara keduanya. Dalam pasal  52 Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 disebutkan bahwa, pemilihan umum untul memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem  proporsional dengan daftar calon terbuka yang diusulkan partai politik. Sedangkan pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah dilaksanakan dengan sistem distrik yang didasarkan pada nama  calon yang mendapat suara terbanyak. Melalui pemilihan seperti itu akan dibentuk lembaga-lembaga negara sesuai dengan Undang- Undang Dasar 1945.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Berkah TMMDoleh : Agus Rizal
10-Mar-2019, 16:26 WIB


 
  Berkah TMMD TMMD ke-104 Kodim 0601/Pandeglang membawa berkah bagi para pemilik warung di lokasi tersebut. Anggota Satgas TMMD pada saat istirahat meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan komsos dengan warga masyarakat di salah satu warung milik warga sambil menikmati jajanan di kampung Saluyu,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
AGAMA Vs ATHEIS 22 Mar 2019 16:46 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia