KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA PEMILU LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

HILDA KUSUMA DEWI: Usaha Maju Indonesia Maju

 
PEMILU

HILDA KUSUMA DEWI: Usaha Maju Indonesia Maju
Oleh : Zohiri Kadir | 19-Mar-2019, 20:55:10 WIB

KabarIndonesia - Indonesia tengah merentas jalan menuju status negara maju pada 2045. Menurut Hilda Kusuma Dewi, Wakil ketua komite tetap bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Indonesia, salah satu kunci untuk mencapai target tersebut adalah dengan menciptakan iklim usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional."Penciptaan iklim usaha yang kondusif perlu dimulai dari manusianya. Artinya, adanya lingkungan yang tepat untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru di negeri ini," papar Hilda Kusuma Dewi saat menjadi pembicara pada acara bertajuk "Usaha Maju, Indonesia Maju" yang digelar Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 17 Maret 2018.

Acara ini menghadirkan M. Lutfi, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan mantan Menteri Perdagangan, Ketua KPU Jakarta Utara Abdul Bahder, serta Ketua Bawaslu Jakarta Utara M. Dimyati.

Menurut dia, upaya tersebut tidaklah mudah. Karena itu, butuh dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan bibit-bibit baru wirausahawan atau entrepreneur di lingkungan masing-masing. Pasalnya, saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,3 persen dari jumlah penduduk.

Jumlah tersebut masih terbilang kecil dibandingkan negara maju."Amerika Serikat, misalnya, jumlah wirausahannya sudah mencapai 12 persen dari total jumlah penduduknya. Singapura sudah 7 persen, Tiongkok dan Jepang 10 persen. Bahkan, dua negara emerging market, yaitu India dan Malaysia pun masih di atas Indonesia, masing-masing dengan jumlah 7 persen dan 3 persen," terang Hilda memberikan contoh.

Menurut perempuan yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT Nusantara Adara ini, jumlah 1,3 persen wirausahawan tersebut perlu ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan animo generasi millenial akan teknologi digital. Generasi kini perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga melihat peluang-peluang usaha di ruang teknologi industri 4.0 atau yang dikenal dengan sebutan technopreneurship. pemanfaatan teknologi digital diyakini dapat mendorong industri nasional lebih kreatif dan berdaya saing di kancah global dengan menghasilkan produk yang berkualitas, aman, dan sesuai standar.

"Ada celah-celah yang dibutuhkan industri nasional berupa terobosan-terobosan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis. Inilah ruang yang tersedia bagi kelahiran teknopreneur-teknopreneur baru di negeri ini," ujar Hilda. Karena itu, dia mendukung langkah pemerintah yang menargetkan munculnya 1.000 wirausaha digital atau teknopreneur di Indonesia pada 2020. Program tersebut bukan saja bertujuan untuk meningkatkan kuantitas wirausahawan. Lebih dari itu, pemerintah ingin mendukung fundasi industri yang kuat untuk menopang ekonomi nasional di era digitalisasi industri 4.0.

Menurut wanita yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta ini, pembentukan jiwa wirausaha membutuhkan peran serta berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga pemangku kebijakan negara. "Seorang ibu bisa membantu melahirkan wirausahawan dengan mengaktifkan daya kreasi dan imajinasi anak yang merupakan titik awal munculnya spirit wirausaha. Sedangkan, pada lingkup kebijakan, dibutuhkan aturan perundangundangan yang mendukung iklim wirausaha," kata Hilda.

Pemahaman inilah yang mendorong dirinya untuk mencalonkan dirinya sebagai legislator untuk Provinsi DKI Jakarta periode 2019-2024. Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha muda, wanita enerjik ini meyakini akan mampu mendukung lahirnya peraturan dan kebijakan pro wirausaha melalui peran legislatif. Kesadaran itu pula yang membuat dirinya memilih mencalonkan dirinya melalui Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan 3 DKI Jakarta.

"Pengalaman kerja saya di dunia usaha, dilengkapi aktivitas saya di berbagai dunia usaha, mulai dari HIPMI, HIPPI, hingga Kadin Indonesia dan AKRINDO cukup memadai untuk mendalami kebutuhan dunia usaha. Karena itu, jika terpilih nanti, saya ingin menciptakan iklim yang tepat untuk melahirkan wirausahawan baru serta mendukung perkembangan sektor ekonomi nasional menuju negara maju," pungkas Hilda.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia