KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 
 
POLITIK

Mengupas Tuntas Gejolak Pemilu 2019
Oleh : Adriansyah | 12-Mei-2019, 10:35:59 WIB

KabarIndonesia - Diskusi 'Merawat Keindonesiaan' kembali digelar. Diskusi itu membahas mengenai gejolak Pemilu 2019, problem demokrasi elektoral atau sekedar mainan bandar politik. Para tokoh yang hadir di acara itu adalah Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens, Guru Besar FISIP UI Arbi Sanit, Deklarator Pemenangan Prabowo-Sandi Adhie M. Massardie, Peneliti LIPI Indria Samego, dan Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay.

Lebih jauh lagi, disampaikan oleh nara sumber Direktur Lembaga Pemilih (LPI) Boni Hargens yang mengamati adanya pola terstruktur yang berjalan di balik pelaksanaan Pemilu 2019. Pola itu disusun oleh para penunggang gelap yang memiliki "bisnis" politik. Boni memaparkan bahwa ada dua golongan yang memanfaatkan jalannya Pemilu 2019 dengan menunggangi salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. 

Menurutnya, golongan yang pertama ialah pebisnis politik. Bisnis politik yang dimaksud Boni ialah mencari uang dengan merangsang masyarakat melalui narasi kalau adanya kecurangan sehingga melakukan pengerahan massa. "Pebisnis kerusuhan ini orang-orang yang biasa mengatur kerusuhan. Ahlinya bikin kacau. Dari dulu itu zaman Soeharto. Orang-orang yang terlatih untuk bikin perang konflik antar masyarakat. Mereka dapat untung dari situ," kata Boni dalam diskusi bertajuk "Gejolak Pemilu 2019" di Resto Ammarin, Plaza Sentral, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Kemudian golongan yang kedua ialah teroris. Teroris juga memanfaatkan hasil dari bisnis para penunggang gelap tersebut yang berhasil memantik keamarahan massa dengan narasinya. Teroris mengincar perpecahan antar bangsa seusai Pemilu 2019 berlangsung. "Hati-hati sudah ada teroris di luar sana memanfaatkan dikotomi 01, 02 untuk meledakkan bom di mana-mana untuk melakukan perlawanan terhadap negara dan ini akan menghancurkan kita semua," tandasnya.(*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 
(Jangan) Terjebak Kitab Suci 25 Mei 2019 07:30 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia