KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
POLITIK

Menerka Peluang Paslon 2 Di Pilkada Jakarta
Oleh : Chairil Makmun | 29-Mar-2017, 23:55:29 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Partai Perstuan Pembangunan (PPP) pimpinan Romahurmuziy (Romi) secara resmi bergabung ke pasangan calon (paslon) 2, kubu Ahok-Djarot. Ini diberitakan media pada Senin (27/3/17). Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) telah lebih dulu berlabuh ke paslon 3, kubu Anies-Sandi. Di lain pihak, Demokrat memilih gerakan nonblok, sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum secara resmi menentukan pilihan.

Dengan demikian, paslon 2 sudah diperkuat lima gerbong politik-PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP (versi Djan Faridz plus versi Romi), sedangkan lawannya, paslon 3, hanya didukung tiga gerbong-Gerindra, PKS, dan PAN. Artinya, secara teoritis, paslon 2 leading (unggul) dalam jumlah parpol pendukung, walaupun nanti, misalnya, PKB merapat ke paslon 3.

Kans Besar 
Dari peta politik ini, secara teoritis, paslon 2 tampak memiliki kans lebih besar. Hitungannya begini: pada putaran pertama, suara yang diraihnya 43%, berarti hanya kurang sekitar 7,1% supaya dapat meraup 50,1%.

Pada putaran pertama, kubu ini hanya didukung 4 parpol, yakni PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Pada putaran kedua, secara teoritis, raihan suara 4 parpol ini tidak akan berubah atau berkurang, yakni tetap pada kisaran 43%. Bahkan, masih berpeluang bertambah.

Memasuki putaran kedua, paslon 2 mendapat suntikan tambahan dari PPP Romi dan tim pemenangan Agus-Sylvi. Secara teoritis, cukuplah masing-masing menyumbang tambahan suara 3,5%. Dan, itu di atas kertas tidak terlalu sulit.
Kekuatan PPP Romi, kalau mengacu hasil putaran pertama, adalah sekitar 4%. Angka ini didapat dari hasil rata-rata perolehan pendukung paslon 1, Agus-Sylvi. Paslon ini didukung 4 parpol-Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Total raihan suara mereka 17%. Artinya, rata-rata tiap parpol menyumbang 4%. Itu sebabnya, pada putaran kedua, suara yang potensial dikantongi PPP Romi sekitar 4% juga.
Tim pemenangan Agus-Sylvi dapat menjadi magnet untuk menarik dukungan dari sebagian massa partai Demokrat yang nonblok dan sebagian massa ambang (floating). Demokrat secara teori memperoleh suara 4% pada putaran pertama. Jadi, kalau separuhnya dapat ditarik, berarti ada 2%. Tambahan 1,5% lagi bisa didapat dari massa ambang. Jadi, untuk meraih suara 3,5% masih dalam batas yang tidak berlebihan.

Selain dua pihak ini, paslon 2 pun masih memiliki kans besar meraup suara dari massa ambang murni. Mereka umumnya kaum realistis yang bergeming, tak terikat salah satu kubu. Mereka dapat dipengaruhi dengan program kerja indah tapi realistis pula. Dari massa ambang ini-yang diperkirakan 20% dari jumlah pemilih-tidak perlu besar-besar, cukup 1% saja. Sebuah angka superminimal. Dengan begitu, total suara yang dikantongi menjadi 51%.

PPP Faktor Penentu
Dengan bergabungnya PPP Romi yang melengkapi PPP Djan Faridz sebelumnya, berarti PPP sudah 100 persen ke paslon 2. Partai Islam.

PPP menjadi penyeimbang bagi PKS, parpol Islam yang bernaung di paslon 3. PPP menjadi salah satu faktor penentu. Sebab, dalam putaran pertama, isu agama cukup kencang dimainkan. Dikotomi muslim-nonmuslim begitu intens. Mereka yang, misalnya, ingin memilih paslon 2, berubah pilihan ke paslon 1 atau 3 karena takut sanksi agama.

PPP juga merupakan simbol penting dukungan partai Islam ke paslon 2. Jadi, isu paslon muslim versus nonmuslim pupus dengan sendirinya. Isu seiman dan tidak seiman, kalau masih juga dimainkan, kemungkinan besar tidak mempan lagi.
Karena itu, kaum muslimin yang semula ragu memilih paslon 2, keraguan itu kini sirna. Mereka dapat dengan legawa dan leluasa memilih paslon 2, tanpa harus dihantui sanksi agama di alam baka. Kondisi ini dapat mamengaruhi suara sangat signifikan bagi paslon 2.

Mereka yang mengancam tidak men-salat-kan jenazah pendukung paslon 2, kini tidak lagi mendapatkan legitimasi untuk mengulangi ancaman itu.
Ahok IkhlasNamun, sekali lagi, ini semua masih hitungan teoritis di atas kertas. Dalam realistas pada hari pencoblosan 19 April nanti, teori ini bisa benar-benar menjadi kenyataan, tapi bisa juga bertolak belakang.
Masih banyak faktor nonteknis yang ikut menentukan. Misalnya, politik uang, politik primordial nonagama, "serangan fajar", panitia pilkada yang tak netral, saksi-saksi pada hari pencoblosan yang tak berfungsi optimal, intimidasi terselubung, dan lainnya.
Di luar itu semua, masih ada satu lagi pihak yang punya hak veto mutlak seperti sudah dinyatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), cagub paslon 2. "Kalau Tuhan menghendaki, saya pasti jadi gubernur," katanya. Artinya, Ahok mau mengingatkan, semua upaya boleh dilakukan, tapi hak prerogatif Dia jangan dilupakan. "Jika nanti ternyata Dia memilih bukan Ahok, ya... saya ikhlas," kata Gubernur DKI nonaktif ini. Setuju 100 persen Pak Ahok. *)      

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia