KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Warga Kendal Bangga Punya Pahlawan Nasional
Oleh : Suratin | 12-Nov-2017, 01:09:06 WIB

KabarIndonesia - Warga Kabupaten Kendal bangga punya pahlawan Nasional, sehingga pada saat memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2017 lalu pemerintah Kendal mengadakan seminar nasional tentang KH.Rifai asal Kendal. Seminar ini kerjasama antara penganut KH.Rifai (Rifaiyah) dengan pemerintah kabupaten Kendal di Pendopo kabupaten Kendal belum lama ini. Seminar mengundang pembicara tunggal yakni Prof.DR. Abdul Jamil seorang guru besar UIN Walisongo Semarang.

Dalam seminar nasional ini Prof. Dr. Abdul Jamil mengatakan, KH. Rifai layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional karena jasanya memberikan pencerahan kepada rakyat sekitar dan keberaniannya menentang pemerintah kolonial Belanda. KH. Rifai akhirnya diputus bersalah dan dibuang di Ambon Maluku kemudian dipindah lagi ke Tondano Minahasa. Beliau dimakamkan di Kampung Jawa Tondano satu komplek dengan  makam Kyai Mojo  pengikut Pangeran Diponegoro.

Kyai Rifai lahir di kota Kendal. Sewaktu kecil beliau belajar agama kepada kyai Guru Asyari Kaliwungu Kendal. Serasa dianggap cukup Kyai Rifai melanjutkan belajar agama ke Mekkah selama puluhan tahun, pulang ke Kendal dan mengamalkan ilmunya. Santri dari berbagai daerah berguru kepadanya. Berbondong bondong santri dari Temanggung, Wonosobo, Semarang, Demak Pekalongan, Ceribon. Pengajian KH Rifai dirasa membahayakan kolonial Belanda, sehingga Kyai Rifai ditangkap dan penjara di Kalisalak Batang, kemudian dipindah ke penjara Ambon Maluku.
Menurut Prof Abdul Jamil,  Kyai Rifai adalah seorang ulama yang produktif menulis kitab, terbukti  mempunyai 69 buah kitab, 19 kitab diantaranya kini masih berada di Universitas Leiden Belanda.Para pengikut Kyai Rifai tetap melanjutkan perjuangannya dan melestarikan ajarannya dan kini membuat organisasi keagamaan yang diberi nama Rifaiyyah.

Sementara itu Pimpinan Pusat Rifaiyyah, KH.DR. Muhlisin menambahkan bahwa  semua karya tulis KH Rifai mudah dipahami oleh semua kalangan, artinya buku atau kitab KH Rifai sudah diterjemahkan ke  bahasa Jawa. Kini penganut Rifaiyah sudah tersebar sampai di Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah. Bahkan kepengurusan Rifaiyyah sudah ada di 14 Propinsi, jelasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia