KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
DAERAH

Warga Kendal Bangga Punya Pahlawan Nasional
Oleh : Suratin | 12-Nov-2017, 01:09:06 WIB

KabarIndonesia - Warga Kabupaten Kendal bangga punya pahlawan Nasional, sehingga pada saat memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2017 lalu pemerintah Kendal mengadakan seminar nasional tentang KH.Rifai asal Kendal. Seminar ini kerjasama antara penganut KH.Rifai (Rifaiyah) dengan pemerintah kabupaten Kendal di Pendopo kabupaten Kendal belum lama ini. Seminar mengundang pembicara tunggal yakni Prof.DR. Abdul Jamil seorang guru besar UIN Walisongo Semarang.

Dalam seminar nasional ini Prof. Dr. Abdul Jamil mengatakan, KH. Rifai layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional karena jasanya memberikan pencerahan kepada rakyat sekitar dan keberaniannya menentang pemerintah kolonial Belanda. KH. Rifai akhirnya diputus bersalah dan dibuang di Ambon Maluku kemudian dipindah lagi ke Tondano Minahasa. Beliau dimakamkan di Kampung Jawa Tondano satu komplek dengan  makam Kyai Mojo  pengikut Pangeran Diponegoro.

Kyai Rifai lahir di kota Kendal. Sewaktu kecil beliau belajar agama kepada kyai Guru Asyari Kaliwungu Kendal. Serasa dianggap cukup Kyai Rifai melanjutkan belajar agama ke Mekkah selama puluhan tahun, pulang ke Kendal dan mengamalkan ilmunya. Santri dari berbagai daerah berguru kepadanya. Berbondong bondong santri dari Temanggung, Wonosobo, Semarang, Demak Pekalongan, Ceribon. Pengajian KH Rifai dirasa membahayakan kolonial Belanda, sehingga Kyai Rifai ditangkap dan penjara di Kalisalak Batang, kemudian dipindah ke penjara Ambon Maluku.
Menurut Prof Abdul Jamil,  Kyai Rifai adalah seorang ulama yang produktif menulis kitab, terbukti  mempunyai 69 buah kitab, 19 kitab diantaranya kini masih berada di Universitas Leiden Belanda.Para pengikut Kyai Rifai tetap melanjutkan perjuangannya dan melestarikan ajarannya dan kini membuat organisasi keagamaan yang diberi nama Rifaiyyah.

Sementara itu Pimpinan Pusat Rifaiyyah, KH.DR. Muhlisin menambahkan bahwa  semua karya tulis KH Rifai mudah dipahami oleh semua kalangan, artinya buku atau kitab KH Rifai sudah diterjemahkan ke  bahasa Jawa. Kini penganut Rifaiyah sudah tersebar sampai di Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah. Bahkan kepengurusan Rifaiyyah sudah ada di 14 Propinsi, jelasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Bakul Kejujuran 17 Okt 2018 13:02 WIB

 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia