KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
KAMI MASIH PUNYA RASA MALU 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
DESAINER SANG PEMUJA SETAN! 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
DAERAH

Sumut Waspadai Corona Terus Mengganas
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Mei-2020, 13:49:06 WIB

KabarIndonesia - Medan, Mengutip laman medanbisnisdaily.com (11/5), diberitakan bahwa di Sumatera Utara, Corona Terus Mengganas. Update hari ini positif tambah 17 dari Medan, Deliserdang, Toba dan Langkat.

"Ngeri!. Masih tak terelakkan serangan virus corona di Provinsi Sumatra Utara. Justru pertumbuhan virus corona di Sumut kian tak terbendung. Per kondisi Senin (11/05/2020) sore di Sumut, terjadi pertambahan 17 orang pasien positif terinfeksi covid-19. Dan kini, jumlah total pasien positif covid-19 di Sumut menjadi 196 orang." sebut Benny Pasaribu di medanbisnisdaily.com.

Pertambahan pasien positif covid-19 itu dipaparkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB dalam update terkini perkembangan covid-19 di Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (11/05) sore.

Pada Minggu (10/5) sore, jumlah pasien positif covid menjadi sebanyak 179 orang, bertambah 22 orang dari posisi Jumat (08/05/2020) sore 157 orang. Dan jumlah 157 orang itu, bertambah 15 orang dari posisi Rabu (06/5/20) sore.

Adapun 17 orang pasien positif covid-19 yang bertambah itu, yakni dari Medan 8 orang menjadi 140, Deli Serdang 2 orang menjadi 22 orang, Toba 1 orang menjadi 2 orang dan kasus baru di Langkat 1 orang serta 5 orang dari warga yang domisilinya belum diketahui sejauh ini.

Dan dari 196 pasien positif covid-19 itu, sebanyak 24 orang di antaranya meninggal dunia, 48 orang sembuh dan 124 orang dirawat di rumah sakit. Jumlah yang meninggal dan yang sembuh tidak ada perubahan hingga Senin sore.

Kemudian jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat juga bertambah 2 orang dan menjadi 151 orang. Sebelumnya pada Minggu sore tercatat sebanyak 149 orang.

Sementara itu, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) berkurang 2 orang, yakni dari 637 orang pada Minggu sore, menjadi 635 orang pada Senin sore. Penurunan itu karena mereka sudah selesai menjalani masa karantina.

Lebih lanjut dr. Whiko Irwan mengatakan pertambahan pasien covid-19 itu, semakin membuat tugas para tenaga medis semakin berat. "Untuk itulah sangat ditekankan agar protokol pencegahan covid-19 ketat dilakukan semua pihak." sebutnya.

Ditambahkannya bahwa banyak sudah bukti orang yang tidak merasakan gejala, namun saat diperiksa, dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Untuk itu, warga Sumut harus tetap waspada dan disiplin dalam melindungi diri dan keluarga dari penularan virus corona.

Menurut Whiko, virus corona akan semakin sulit dibasmi kalau dengan mudah menemukan inangnya yang baru. Siapa mereka?, adalah orang-orang yang tidak taat pencegahan, antara lain mereka yang tidak pakai masker dan yang tidak menjaga jarak.

Dan di dalam tubuh penderita baru itu, virus corona akan memperbanyak diri dan akan menularkan kembali kepada orang-orang disekitarnya. "Bila rantai ini berjalan terus, maka pandemi covid-19 tidak akan berakhir," sebut Whiko.

Sementara itu, mengutip infokabinet.id, dan keterangan Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB Jakarta bahwa pasien terjangkit virus corona ( Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga Minggu (10/5/2020), akumulasi kasus Covid-19 mencapai 14.032.

"Dari pemeriksaan menggunakan PCR, kita mendapatkan hasil positif 13.879. Sementara, dari TCM adalah 153 orang. Sehingga total hasil positif 14.032," ujar Juru Bicara Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu sore.

Dari akumulasi jumlah tersebut, jumlah pasien meninggal dunia terus bertambah. Dalam 24 jam terakhir, ada 14 pasien meninggal dunia sehingga akumulasinya menjadi 973.

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga terus bertambah. Sebanyak 91 pasien yang dinyatakan negatif virus corona setelah melalui dua kali tes. Dengan demikian, akumulasi pasien sembuh sebanyak 2.698 orang.

Achmad Yurianto menegaskan bahwa penularan Covid-19 di tengah masyarakat saat ini masih terus terjadi. Sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak bepergian ke luar rumah dan melakukan aktivitas dari rumah untuk sementara waktu.

Apabila terpaksa harus keluar rumah, masyarakat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan dengan air sabun mengalir sesering mungkin, hingga menerapkan physical distancing dengan orang lain. "Cara-cara inilah yang secara bermakna akan memutuskan rantai penularan," ujar Yuri.

Sebaran kasus meninggal dunia Yurianto juga menyampaikan, kasus meninggal dunia tersebut tersebar di lima provinsi, yakni DKI Jakarta tujuh orang, Jawa Timur dua orang, Kepulauan Riau satu orang, Sumatera Selatan tiga orang, dan Sulawesi Selatan satu orang.

Selain itu, pemerintah mencatat, hingga kini warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 248.690 orang. "Kasus akumulasi yang kita pantau untuk ODP sebanyak 248.690 orang," ujar Yuri.

Selanjutnya, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pukul 12.00 WIB pada Minggu (10/5/2020), warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 30.317 orang.

Yuri juga menyampaikan, pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap 158.273 spesimen untuk meredam penyebaran Covid-19. Pemerintah menerapkan dua metode dalam melakukan pemeriksaan spesimen tersebut.

Pertama, pemeriksaan menggunakan metode realtime PCR. Dalam pemeriksaan menggunakan metode tersebut, pemerintah telah memeriksa 157.769 spesimen. Selain itu, pemerintah melakukan pemeriksaan dengan tes molekul cepat (TCM) terhadap 504 spesimen. "Spesimen ini kita ambil dari 113.452 orang," jelas Yuri.

Komitmen dan Disiplin Kunci Sukses Pengendalian

Melalui berbagai media komunikasi, Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menekan penyebaran kasus Covid-19, dengan tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan memakai masker.

Hingga saat ini, pemerintah terus bekerja untuk memerangi Covid-19. Di antaranya dengan menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional nonalam. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga telah diterapkan di sejumlah daerah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

“Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan. Kasus ini sudah mulai bisa kita kendalikan dan kehidupan kita sudah mulai menjadi lebih baik lagi. Pembatasan-pembatasan sudah mulai dikurangi. Komitmennya ada di kita,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dalam keterangan resmi di Media Center Gugus TPP COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa, (5/5/2020).

Achmad Yurianto mengatakan COVID-19 sudah mulai bisa dikendalikan, yang mana kuncinya adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

“Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita Yurianto mengatakan kunci keberhasilan mengendalikan COVID-19 adalah komitmen seluruh elemen bangsa untuk disiplin dan patuh pada kebijakan penanganan yang dilakukan pemerintah," imbaunya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
Agama Nano Nato 30 Mei 2020 00:58 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia