KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Sosialisasi Pembangunan Tahap II Pelabuhan Feri Ambarita Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 28-Mei-2018, 08:39:23 WIB

KabarIndonesia - Pembangunan pelabuhan feri Ambarita kecamatan Simanindo Samosir tahap ke II akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018. Demikian disampaikan Kepala BPTD wilayah Sumatera pada pertemuan dan sosialisasi pembebasan lahan yang digelar pemerintah kabupaten Samosir di hotel Tuktuk view, Tuktuksiadong kec. Simanindo, Jumat (26/5).

Mengawali acara, Asisten Tatapraja Setda Samosir, Mangihut Sinaga, menjelaskan maksud pertemuan adalah mengajak masyarakat untuk berdiskusi, terkait dukungan masyarakat khususnya warga yang tinggal di dusun Labuan yang terkena dampak pembangunan pelabuhan feri Ambarita.

Kepala Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) wilayah Sumatra, Sri Hardianto memaparkan rencana pembangunan pelabuhan feri Ambarita disertai desain lokasi kawasan pelabuhan seluas 7000 meter lebih. Disebutkannya, lahan yang akan dipakai merupakan tanah 'geemente' yang dihibahkan pemerintah kabupaten Samosir kepada kementerian perhubungan.

Sri Hardianto menjelaskan rencana 'layout' kawasan pelabuhan feri yang secara keseluruhan luasan tanah digunakan untuk fasilitas perkantoran, dermaga, parkiran dan jalan keluar masuk dan fasilitas publik. Selanjutnya disampaikan Sri bahwa saat ini diatas lahan tersebut masih berdiri bangunan dan rumah tempat tinggal penduduk. Sesuai dengan perencanaan, bangunan dan rumah yang ditempati penduduk yang harus direlokasi.

"Lanjutan pembangunan tahap II akan segera dilakukan pada bulan Juni, dengan tiang pancang, maka diharapkan penduduk dapat memaklumi dan tidak merasa terganggu" papar Sri seraya menyebutkan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp26 milyar lebih.

Pada kesempatan yang sama dilakukan diskusi terutama menyangkut bangunan rumah yang sejak lama sudah menjadi tempat tinggal penduduk, dengan moderator Asisten I pemkab Samosir.

"Pada prinsipnya kami setuju dan mendukung pembangunan pelabuhan feri Ambarita dengan harapan warga masyarakat akan mendapat manfaat ekonomi dan kesejahteraan. Namun kami warga Labuan tidak mau digusur " sebut Monang Sidabutar, sebagai ketua umum lembaga yang mereka bentuk pasca dimulainya pembangunan pelabuhan feri Ambarita.

Pantauan pewarta kabarindonesia.com, yang turut hadir dalam pertemuan ini, perdebatan terutama menyangkut status tanah yang menjadi lokasi pembangunan pelabuhan feri Ambarita.

Pihak masyarakat bersikukuh bahwa tanah dan rumah di kawasan rencana lokasi pelabuhan adalah tanah warisan milik orangtua mereka dan lebih dari 3 generasi sudah tinggal dan hidup disitu. Sementara dari pihak pemerintah daerah menyatakannya sebagai asset milik pemerintah sejak terbentuknya pemerintahan Indonesia.

"Bahwa tanah tersebut tercatat sebagai geemente yang dipersewakan kepada masyarakat sejak pemerintahan kabupaten (onderdistrik) Tapanuli Utara, kemudian menjadi asset kabupaten Toba Samosir. Saat terbentuknya kabupaten Samosir, tanah kawasan Labuan menjadi asset pemkab Samosir dan tetap dengan perjanjian sewa menyewa dgn masyarakat," jelas Asisten Tatapraja Mangihut Sinaga.

Amatan pewarta kabarIndonesia.com, perdebatan terkait status kepemilikan tanah kelihatannya nyaris tidak menemukan titik temu, masing-masing pihak saling menyampaikan alasan dan bukti-bukti dokumen serta dasar hukum yang berkaitan termasuk hukum adat dalam pertanahan (hak ulayat).

Mencermati kondisi diskusi ini, Kepala Kejaksaan Negeri Samosir Edward Malau SH, menyampaikan penjelasan dan pencerahan. Disampaikannya bahwa kita patut bersyukur dan bangga atas perhatian pemerintah pusat kepada kabupaten Samosir, dengan harapan Samosir akan semakin maju dan masyarakat makin sejahtera.

Menurut Kajari, agar persoalan jangan sampai persoalan pengadilan yang akan membutuhkan energi, materi dan waktu panjang, malah bisa menjadikan pembangunan terkendala. "Saya pikir, kita tinggalkan persoalan kepemilikan tanah, kita cari solusi terbaik hingga pembangunan dapat dilanjutkan, kita tidak ingin Samosir tertinggal, kalau tidak sekarang kapan lagi" sebutnya.

Selanjutnya Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM menyampaikan, bahwa secara pribadi dan selaku pimpinan pemerintah daerah tidak pernah berfikir dan berencana untuk menyengsarakan masyarakat. Bahkan sejak awal perencanaan pembangunan pelabuhan selalu diadakan sosialisasi dan pertemuan.

Rapidin Simbolon langsung menyampaikan bahwa rumah penduduk yang berada dalam kawasan rencana pembangunan akan direlokasi ke lokasi baru, warga akan tetap mendapat ganti untung atas rumah, bangunan dan tanaman. Besaran ganti untung ditetapkan oleh tim independen (tim appraisal) yang akan mendatangi masyarakat.

Dijelqskan Bupati, bahwa kawasan Labuan seluruhnya akan dipakai untuk pembangunan fasilitas kepelabuhanan saja dan relokasi sudah ada.
"Pemerintah Daerah atas biaya APBD telah menyediakan lokasi relokasi, tidak jauh dari kawasan disekitar pintu masuk pelabuhan. Disana, warga masyarakat akan membangun sendiri diatas lahan ukuran 5 x 15 m, secara gratis, dan secara bertahap nantinya secara hak sewa hingga tiba waktunya menjadi hak milik," tegas Rapidin yang disambut tepuk tangan peserta pertemuan.

"Terimakasih pak Bupati, kami telah mendengarkan penjelasan langsung terkait relokasi dan tuntutan kami. Kami akan membicarakannya kembali dengan seluruh pengurus dan anggota, kami akan komunikasikan lagi dengan Pemkab" sebut Monang, seraya menyalami Bupati, diikuti seluruh warga yang hadir.

Acara sosialisasi berlangsung lancar, sejuk dan damai hingga Sekda Jabiat Sagala mengakhiri dengan ucapan tiga kali salam "Horas'. Selanjutnya ditutup dengan doa oleh seorang warga masyarakat desa Ambarita yang turut diundang bersama beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Dilaporkan, hadir dalam acara tersebut Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, Kajari Samosir Edward Malau, Sekda Jabiat Sagala, Asisten II Saul Situmorang, Asisten III Marsinta Sitanggang, kadis perhubungan Nurdin Siahaan, kadis PRKPP Marang Situmorang, kadis pendidikan Ricardo Hutajulu dan Camat Simanindo.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia