KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

RE Foundation Selenggarakan Lomba Desa di Pinggiran Danau Toba Tahap II
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 01-Jul-2017, 15:37:19 WIB

KabarIndonesia – Samosir, “RE Foundation sebuah lembaga nirlaba sejak terbentuk telah memberi perhatian yang serius terhadap pengembangan kepariwisataan danau toba terutama dalam sosialisasi-edukasi menyangkut sapta pesona, lingkungan dan geopark kaldera toba” sebut Dr.Rustam Effendy Nainggolan, MM dalam satu kesempatan kepada Pewarta KabarIndonesia.

Melalui telepon selularnya R.E.Nainggolan yang akrab disapa “pak RE” bahwa salah satu kegiatan yang diselenggarakan RE Foundation adalah perlombaan desa di pinggiran danau toba, saat ini sudah tahap kedua. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendorong seluruh desa yang ada di pinggiran danau toba untuk menjaga kebersihan, kerapian dan keindahan lingkungan. “Sekaligus untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kawasan Danau Toba sebagai kawasan pariwisata bertaraf global.” Paparnya.

Sebelumnya pada Februari 2017 lalu telah dilaksanakan penilaian lomba kebersihan, keindahan dan kerapian antar desa di pinggiran Danau Toba tahap pertama. Dalam lomba tahap kedua, kini memasuki tahap akhir meliputi desa-desa di 7 kabupaten di kawasan Danau Toba, masing-masing Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir.

Selanjutnya Dr RE Nainggolan MM selaku Pembina RE Foundation kepada Pewarta KabarIndonesia melalui relisnya menjelaskan, pada lomba penilaian tahap pertama, desa yang paling unggul adalah desa Ambarita, kabupaten Samosir. Pengumuman hasil penilaian tahap pertama dilaksanakan tgl.25 Februari 2017 yang lalu pada acara pengumuman dan penyerahan hadiah di halaman kantor Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Waktu itu acara dihadiri Gubernur Sumut diwakili Kadis Pariwisata Prov.Sumut, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, drg.Anita dari Yayasan SKI, Rektor UNITA Adriani Siahaan, PWI, Radio Lite Fm, Radio Kardopa, Radio Pelita Batak, Komunitas H3, perwakilan PT.Inalum, BNI, Tim PKK Humbang Hasundutan dipimpin Ny.Saul Situmorang-boru Sidabutar. “Di akhir acara ini, saya telah mengumumkan akan dilakukan lanjutan penilaian tahap II pada bulan Juli-Agustus.” Sebutnya.

Dijelaskannya, saat ini untuk tahap kedua, penilaian terhadap 214 desa yang terdapat di pinggiran Danau Toba pada 7 kabupaten tersebut, telah terseleksi 19 desa yang masuk tahap akhir penilaian. Untuk Kabupaten Samosir terpilih Desa Ambarita, Desa Unjur dan Desa Martoba; Kabupaten Toba Samosir yakni Desa Lumban Gaol, Desa Parparean II dan Desa Meat. Untuk Kabupaten Humbahas adalah Desa Simamora, Desa Sinambela dan Desa Tipang. Sementara untuk Kabupaten Tapanuli Utara terpilih Desa Sibandang, Desa Sampuran dan Desa Lontung. Selanjutnya dari Kabupaten Dairi adalah Desa Silalahi II, Silalahi III dan Desa Silalahi I. Dari Kabupaten Simalungun, Nagori Tigaras, Nagori Sibaganding dan Nagori Sihalpe. Yang terakhir dari Kabupaten Karo, diwakili Desa Tongging.

Menurut RE, proses penilaian dilakukan dengan melibatkan jajaran perangkat daerah untuk menentukan dan menilai desa terbaik. "Ini penting untuk membangun dan menyamakan persepsi agar keberadaan lingkungan sekitar Danau Toba dapat terjaga dengan baik, terutama menyangkut kebersihan lingkungan, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan,"katanya. Dia juga menambahkan, sangat perlu dan penting untuk terus menumbuhkan sifat mencintai lingkungan dan kebersihan. "Kita berharap, lomba ini dapat membangun motivasi dan kesadaran di kalangan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum yang ada, agar berguna sesuai dengan fungsinya," ujarnya.

RE Nainggolan, mantan Sekdaprov Sumut ini menjelaskan bahwa survei dan proses penilaian terhadap desa-desa yang masuk nominasi dilakukan oleh tim khusus. “Mereka akan secara diam-diam, dalam waktu yang dirahasiakan, turun ke lapangan untuk menilai dan menentukan desa yang menjadi juara pertama sampai dengan juara harapan III.” jelasnya.

Menurut mantan Bupati Tapanuli Utara ini bahwa indikator yang dijadikan unsur penilaian lomba kebersihan, keindahan dan kerapian tersebut, di antaranya: kelengkapan data dan informasi, sistem pengelolaan sampah yang teratur, pengelolaan hewan peliharaan, tersedianya fasilitas umum seperti kamar mandi/toilet yang berstandar dan dikelola desa, keberadaan taman sehingga desa tersebut kelihatan indah.

Selain itu, jika di desa tersebut ada hotel, harus dipastikan limbah dan kotoran dari hotel tersebut tidak dibuang ke danau. Juga akan diperhatikan, apakah rumah-rumah penduduk, khususnya yang berada di pinggir danau, tidak membuang kotoran dan sampah ke danau. “Tidak luput dari aspek penilaian’, sambungnya, ‘apakah ada dukungan perantau untuk kebersihan dan keindahan desa. Juga apakah desa tersebut memiliki peraturan tentang kebersihan, bagaimana tingkat partisipasi dan keterlibatan masyarakat desa untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar, apakah ada hari-hari gotong royong dan terakhir, apakah ada kegiatan PKK terkait pelestarian lingkungan”.

Mengakhiri penjelasannya RE berharap melalui lomba ini antusiasme masyarakat makin tinggi dalam pelestarian alam, partisipasi masyarakat harus terus meningkat. Dukungan dan perhatian RE Foundation diwujudkan dengan pemberian hadiah. “Sebagaimana telah diserahkan pada lomba tahap pertama, pemenang lomba akan memperoleh penghargaan dan apresiasi berupa alat-alat kebersihan, uang pembinaan dan hadiah lainnya. Mudah-mudahan, pengumuman dan penyerahan hadiah dapat dilaksanakan pada Juli atau Agustus tahun ini, di desa yang terpilih sebagai pemenang pertama.” pungkas RE Nainggolan.

Pantauan Pewarta, lomba desa ini terselenggara oleh RE Foundation bekerja sama dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), RRI Sumatera Utara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI), Radio Lite FM, Radio Kardopa, Pelita Batak dan Horas Halak Hita (H3) dan Pemerintah Daerah di kawasan Danau Toba.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia