KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahPemprov Jateng Keliru Tafsirkan UU Kebudayaan oleh : Gunoto Saparie
16-Jan-2018, 22:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai keliru dalam menafsirkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang tersebut mengamanatkan pembentukan Lembaga Wali Amanat (LWA), namun pemprov justru memfasilitasi pendirian Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).  
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
Sekeping hati 06 Jan 2018 16:05 WIB

 

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Peta Pilgub Jateng 2018
Oleh : Gunoto Saparie | 12-Des-2017, 12:44:39 WIB

KabarIndonesia - Situasi politik di Jawa Tengah jelang Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur mulai menggeliat. Hajatan besar lima tahunan ini akan digelar 27 Juni 2018. Sejumlah partai mulai melakukan pemanasan mesin politik. Di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), paling tidak ada tiga nama sedang menunggu restu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Ada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko, dan Bupati Kudus Musthofa.

Dalam Pilgub Jateng 2013 lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko unggul dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen. Waktu itu Ganjar-Heru diusung tunggal oleh PDIP. Tidak hanya memenangkan eksekutif, PDIP juga mendominasi DPRD Jateng dengan perolehan 27 kursi di Pemilihan Legislatif tahun 2014. Namun, agaknya Ganjar belum tentu mendapatkan rekomendasi Mega, terutama karena namanya disebut-sebut dalam kasus e-KTP. PDIP tampaknya masih berhitung untuk kembali mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur. Dalam hal ini kemungkinan Heru mendapatkan lebih peluang katimbang Musthofa di mata Mega. Pilgub Jateng akan menjadi ujian politik bagi PDIP. Setelah kalah di DKI Jakarta, Jateng yang menjadi basis utama partai berlambang kepala banteng ini akan menjadi pertaruhan sejauh mana partai ini mampu menancapkan dominasinya

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pilgub. Meskipun di internal belum ada nama yang muncul, namun partai yang mendapat 10 kursi di DPRD Jateng ini melakukan penyegaran di tingkat fraksi. Kemungkinan besar PKS akan berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto kemungkinan lebih condong ke mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said katimbang Waketum Gerindra Ferry Juliantono.

Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengusung mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar sebagai salah satu bakal calon. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar telah mengisyaratkan hal itu. Marwan Jafar, kata Muhaimin, pasti dapat rekomendasi sebagai calon gubernur di Jawa Tengah, tinggal mencari teman koalisi.
 
Akan tetapi, berbeda dengan PKB, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nampaknya enggan buru-buru memutuskan untuk mengusung kandidat. Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy mengatakan partainya akan mencermati hasil survei terlebih dahulu. Namun, Romi menjelaskan bahwa untuk Pilkada Jateng 2018, PPP menyiapkan kader internal seperti Ahmad Muqowwam yang saat ini menjadi anggota DPD, anggota DPR RI dari Fraksi PPP Arwani Tomafi dan Zainut Tauhid.

Partai Golkar sendiri mengincar posisi wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Partai berlambang pohon beringin itu terus melakukan komunikasi politik demi meraih keinginannya tersebut. Partai Golkar  bakal mengusung Arianti Dewi maju sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jateng. Sebelumnya Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardhono memang ramai dibicarakan bakal diusung DPD  Partai Golkar Jateng, meski rekomendasi belum diputuskan.

Tiga Pasangan Calon

Pilgub Jateng berlangsung bulan Juni 2018. Tahapannya dimulai Agustus 2017, mulai dari merancang jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memperkirakan jumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), penghitungan jumlah pemilih, pendaftaran pasangan calon perseorangan dan parpol. Untuk pendaftaran bakal pasangan calon diperkirakan Januari 2018. Melihat peta politik yang ada, kemungkinan terdapat tiga pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018. Kemungkinan pasangan calon itu dari PDIP, PKB, dan Gerindra.

Memang sangat wajar jika tiga parpol itu sudah mulai menyuarakan diri untuk mengusung calon masing-masing. Ketiga parpol itu memang memegang jumlah kursi terbanyak di DPRD Jateng saat ini.  PDIP memiliki 27 kursi, disusul PKB dengan 13 kursi dan Gerindra 11 kursi. PDIP kemungkinan hanya berkoalisi dengan Partai Nasdem. Sedangkan PKB dengan Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PPP. Sedangkan Gerindra dengan PKS dan PAN.

Harus diakui, peta kontestasi di Pilgub Jateng 2018 masih sangat cair. Ada kesan bahwa parpol-parpol di luar PDIP memperhitungkan langkah sebelum berkoalisi dan mengusung calon. Dalam kaitan ini, rekomendasi Mega tentang siapa pasangan calon yang akan diusung PDIP sangat diperhitungkan partai politik lain. Peta Pilgub Jateng 2018 sesungguhnya baru terbaca setelah jelas siapa yang akan diusung PDIP. Jawa Tengah  adalah basis massa PDIP, sehingga ikut memengaruhi perhitungan parpol lain. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Belajar Menjadi Orang Kaya 16 Jan 2018 08:56 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia