KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pencurian Sapi Warga  Semakin Marak Di Kecamatan Obi Maluku Utara

 
DAERAH

Pencurian Sapi Warga Semakin Marak Di Kecamatan Obi Maluku Utara
Oleh : Zulkifli Budi. S | 13-Jul-2019, 10:04:33 WIB

KabaIndonesia - Maluku Utara, Akhir-akhir ini masyarakat Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera selatan kini mulai mengeluh dengan kehilangan sapi ternak. Kehilangan sapi ternak diduga karena adanya pelaku pencurian. dan sudah dilaporkan oleh warga ke pihak Polisi Sektor (Polsek) Obi. Namun demikian kasus ini tidak kunjung selesai, sehingga pencurian berulang-ulang kembali terjadi.

Menurut dugaan pelaku pencurian merupakan warga Obi, pelakunya sudah ditahan oleh polisi dan diproses secara hukum namun pelakunya dibebaskan begitu saja tanpa ada pemberitahuan ke korban entah kenapa. Kehilangan sapi ternak milik warga jumlahnya banyak dan bervariasi, sebab korban pencurian bukan hanya satu orang saja melainkan sekitar 50 orang lebih masing-masing korban sapinya hilang 1-8 ekor.

Sapi yang hilang diperkirakan kurang lebih 158 ekor, sehingga para korban mengalami kerugian berkisar miiyaran rupiah. “Kami sudah melapor ke pihak polisi, diduga pelakunya ada dua orang terus, sudah ditahan, sudah diproses secara hukum tapi entah bagaimana kami juga tidak tahu kendala proses hukumnya. Lantas tiba-tiba diduga pelaku dibebaskan begitu saja, kami jadi bingung bagaimana pelakunya bisa bebas begitu saja, kami juga tidak mendapat komentar apa-apa dari pak polisi pelakunya langsung dibebaskan.” kata salah satu warga ke pewarta sambil kebingungan.

Kejadian pencurian sapi ternak milik warga sudah terjadi semenjak 2016 lalu, tetapi korban tidak bertindak apa-apa. Akan tetapi ketika pencurian kembali terjadi April 2019 lalu, barulah korban membuat laporan ke Polisi Sektor (Polsek) kecamatan Obi. Pencurian sapi ternak milik warga biasanya terjadi di hutan, anehnya pencurian yang terjadi belakangan ini dilakukan di dalam kandang sapi milik korban. Pelaku pencurian dilakukan dengan cara memutilasi dan hasil curiannya mengambil bagian organ kaki dan paha, sementara badan sapi dibiarkan begitu saja hingga membusuk di tengah hutan. Dari hasil pencurian itu dagingnya dijual ke salah satu penadah sebagai suplayer logistik perusahaan kemudian ditampung dan disuplay lagi perusahan nikel desa Kawasi kecamatan Obi.

Dikabarkan, korban pencurian sebanyak 50 orang lebih adalah warga desa Baru. Korban 3 orang dengan jumlah 22 ekor sapi, Desa Laiwui korban 9 orang dengan jumlah 24 ekor sapi, desa Buton korban 24 orang jumlah 108 ekor sapi, dan desa Jikotamo korban 16 orang, total jumlah 158 ekor sapi. Jumlah ini diperkirakan masih bertambah. Oleh karena itu, agar sebelum korban bertindak secara main hakim sendiri, mereka berharap agar pihak Polisi Sektor (Polsek) Obi supaya secepatnya mengusut tuntas pelaku agar pelakunya ditangkap untuk diproses secara hukum.
Saat berkunjung ke rumah korban di 4 desa pada 9 Juni 2019, prwarta mendengar banyak keluhan dari korban. “Sapi saya hilang, saya lakukan pencarian sekitar sepuluh hari lebih baru ketemu, tetapi sudah menjadi bangkai. Untuk itu sebelum kami bertindak main hakim sendiri, saya berharap kepada pak polisi agar tolong usut tuntas kasus ini supaya pelakunya ditangkap dan proses secara hukum, ” kata korban sambil menahan amarah.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia