KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalHumas Indonesia Butuh Dewan Kehumasan oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:29 WIB


 
 
KabarIndonesia – Profesi Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) di Indonesia butuh sebuah lembaga independen yang bertugas membina pertumbuhan dan perkembangan kehumasan nasional. Kebutuhan ini semakin relevan dan mendesak dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka akses
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Papua Meningkatkan Kapasitas Dari Kerja ‘Sendiri-Sendiri’ Menuju Kerjasama yang Sinergis

 
DAERAH

Papua Meningkatkan Kapasitas Dari Kerja ‘Sendiri-Sendiri’ Menuju Kerjasama yang Sinergis
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 05-Des-2017, 07:48:43 WIB

KabarIndonesia - Jayapura Papua, Mercy Corp Indonesia bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua menyelenggarakan Pelatihan Dasar Manajemen Penanggulangan Bencana. Pelatihan ditujukan bagi Staf BPBD dan fasilitator penanggulangan bencana Provinsi Papua, mulai  tanggal 4 sampai 8 Desember 2017 di Kota Jayapura.

Peserta 24 orang, terdiri dari staf BPBD, perwakilan dari lembaga Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (WDI) Provinsi Papua, Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Resiko Bencana (FPT-PRB) Provinsi Papua,  Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Jayapura.
"Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompentensi dasar terkait manajemen penanggulangan bencana di tingkat daerah," kata Hatta Yusra, Team Leader dari Technical Assistance and Training Teams (TATTs) Program Mercy Corps Indonesia. "Pelatihan ini adalah gelombang ke-2 dari 3 yang direncanakan. Semua staff BPBD sebaiknya mendapatkan pelatihan dasar ini." tambahnya.

Mercy Corp Indonesia memimpin sebuah konsorsium yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten, dengan mengirimkan tim ahli penanggulangan bencana dan pelatih yang berkualitas pada BPBD di provinsi sasaran, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Provinsi Papua.
Program TATTs menyediakan dukungan teknis secara terus-menerus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Bersama dengan mitra konsorsium Cardno US, Arbeiter-Samariter-Bund(ASB), Lingkar, FPTP-PRB, Mercy Corps Indonesia fokus pada membangun kinerja organisasi dan keterampilan teknis BPBD. Semua pelatihan akan dikoordinasikan dan distandarisasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program ini sudah berjalan sejak Oktober 2014, dan sementara ini rencana program sampai akhir 2018.                

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua, Welliam R.Manderi, S.IP.M.Si. yang dalam pemaparannya tentang kebencanaan di Papua menekankan pada pentingya kerjasama terpadu antar OPD dari semua bidang kerja dan keterlibatan semua pihak, baik masyarakat maupun pihak swasta. Di Papua masih terjadi ‘kerja sendiri-sendiri' antar lembaga sehingga tidak akan efektif untuk menghadapi kejadian bencana di Papua. Oleh karena itu perlu ada managemen bencana bersama melalui klaster-klaster atau kerjasama antar kelompok bidang (kesehatan, pendidikan, matapencaharian, evakuasi, konstruksi, dst.)                

Welliam Manderi juga menyebutkan bahwa managemen penanggulangan bencana di Papua menggunakan pendekatan local wisdom dengan menggunakan pendekatan wilayah adat, yaitu 5 wilayah adat : Ha-Anim, Saereri, Lapago, Mamta, dan Meepago.  Zona adat ini menjadi basis managemen sehingga mampu merespon kejadian ancaman bencana dengan cepat. Bencana yang tercatat sejak 2011-2016; banjir (33%), longsor (27%), konflik sosial (18%) dan wabah penyakit/KLB(8%), selebihnya merupakan bencana rawan pangan, puting beliung dan gempa bumi.                

Terkait dengan ‘kerja sendiri-sendiri' dalam konteks manajemen kebencanaan, Kepala BPSDM Provinsi Papua: Dr.Zakharias Giay, SKM,M.Kes.,MM memberikan saran bahwa perlu adanya pertemuan reguler antar pihak yang terkait untuk bisa selalu koordinasi, diskusi dan menjalankan kerjasama sehingga selalu sinergis dalam menghadapi bencana. "Jangan setelah kejadian bencana baru semua pihak berkumpul, baru sudah ada korban jiwa, dengan biayanya jauh  lebih besar daripada upaya-upaya pencegahan dan penguatan sebelum bencana terjadi," kata Zakharias. "Pertemuan rutin setiap 3 bulan misalnya, perlu untuk saling memperkuat diri untuk adanya perubahan nyata." tambahnya.

Zakharias juga menyinggung tentang pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan berulang oleh lembaga-lembaga pemerintahan tetapi tindak-lanjutnya tidak jelas. "Habis pelatihan yang baik ini,,--terimakasih kepada Mercy Corps--selanjutnya apa?. Mungkin perlu diteruskan ke tingkat kabupaten/kota, dan seterusnya...Perubahan seperti apa yang kita harapkan dan perlu dikerjakan. SKPD ini kerjakan apa? Perguruan tinggi kerjakan apa? NGO kerjakan apa?" tantang Zakharias.           

Kepala BPSDM menekankan pentingya perubahan paradigma sumber daya manusia dari model lama yang selalu ingin dilayani, berorientasi proses, menunggu, tidak kompeten, rumit, boros, koruptif, menjadi model baru yang selalu ingin melayani, berorientasi outcome, menjemput, kompeten, sederhana, irit, bersih (tidak korupsi).                

Sementara itu dalam evaluasi kegiatan hari pertama, Master of Trainer Coordinator dari Mercy Corps Indonesia, Djoni Ferdywijaya, melihat bahwa penting sekali untuk menuntaskan eksplorasi (penggalian) pemahaman dari para peserta tentang apa itu bencana, karena paling menarik untuk membongkar paradigma bencana yang keliru dalam pemahaman umum di antara para peserta pelatihan. "Bagaimana pemahaman yang benar tentang bencana dan musibah atau kecelakaan, dan seterusnya," kata Pak Djoni. "Sesi ini harusnya lebih panjang diskusinya, membongkar paradigma yang salah tentang bencana. Karena sesi tentang bencana dan sesi tentang resiko ini adalah sesi yang paling asyik. Sesi yang sangat membutuhkan pemikiran. Sekali salah paham seterusnya akan susah, karena konsepnya ini sangat penting untuk orang bisa bekerja ke depan konsepnya itu harus betul." tegas Djoni.

Pelatihan ini sebenarnya menjadi penting bagi semua pihak terkait aktivitas kebencanaan, dan diharapkan bisa berkelanjutan dengan pengembangan modul yang sudah ada dalam konteks lokal dan bisa dilakukan oleh BPSDM, BPBD Provinsi Papua dan organisasi-organisasi  mitra lainnya, seperti PPDI dan HWDI sehingga "semua terlibat semua selamat". (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:02 WIB


 
  Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017 Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 
Hasapi dan Sarune Batak 05 Des 2017 02:46 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia